
Aditya POV
Tengah malam Aditya pulang dari klub malam bersama Rian. Sampai di rumah Aditya sudah ditunggu ayahnya.
"Kau mabuk" tanya ayahnya dengan wajah yang tidak suka.
Aditya tidak menggubris ayahnya, dia langsung naik menuju kamarnya untuk istirahat. Karena rasa lelah dan kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Dasar anak kurang ajar" teriak ayah Aditya sambil marah, karena tidak di gubris pertanyaannya tadi, malah di tinggal pergi begitu saja sama Aditya.
__ADS_1
Aditya langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur dan terlelap tidur.
Jam 6 Aditya bangun.
"Udah pagi aja" gumam Aditya. Aditya masih mengantuk, tapi Aditya harus bangun karena hari ini ada pekerjaan yang harus Aditya kerjakan. Aditya bangun dari tempat tidur, menuju ke kamar mandi, tak lupa Aditya mencukur kumis dan jenggot yang dirasa sudah mulai tumbuh diwajahnya. Selesai mencukur Aditya, segera mandi. Beberapa menit kemudian, Aditya sudah selesai mandi. Aditya segera memakai pakaian kerja dan merapikan rambutnya.
Pukul 7, Aditya sudah siap-siap pergi ke kantor. Aditya pergi ke meja makan untuk sarapan terlebih dulu, tak dilihat ayahnya pagi ini. Biasa jam segini ayahnya sudah membaca koran sambil sarapan di meja makan. Aditya tak menghiraukan kemana ayahnya, karena masih kesal dengan sikap ayahnya, Aditya meminta pembantu rumah tangga nya untuk menyiapkan sarapan. Selesai sarapan Aditya pergi ke kantor.
Beberapa menit mereka berpisah karena arahnya yang dituju sudah berbeda. Selesai bekerja Aditya ada niatan untuk menemui Bunga, untuk minta maaf atau mengganggunya lihat saja nanti.
__ADS_1
Bunga POV
Selesai mengajar Bunga pergi ke toko seperti biasanya. Sampai di toko Bunga membantu Rina melayani pengunjung. "Maaf, apakah besok saya bisa memesan kue cup cake coklat 50 cup" tanya seorang pembeli. "Tentu saja bisa, besok mau diambil jam berapa" tanya Rina pada pembeli. "Bagaimana kalo di antar bisa tidak, besok di perusahan C jl. xx no xx" pinta pembeli. "Bagaimana ini Bu", tanya Rina ke Bunga. Rina tidak bisa mengantar karena harus menjaga toko, makanya Rina bertanya ke Bunga, apakah Bunga bisa membantunya. "Baiklah besok aku bisa, aku tidak mengajar besok" jawab Bunga sambil tersenyum tipis. "Jam berapa besok diantar nona?" tanya Bunga. "Bagaimana kalo jam 8 pagi, besok di kantor ada meting jam 9 pagi" jawab pembeli. "Baiklah saya bisa", Bunga menyetujui permintaan pembeli tersebut. "Berapa total semuanya, sekalian pesanan buat besok saya bayar" tanya pembeli kembali. "Totalnya Rp. .... " jawab Rina sambil melihat tagihan didalam komputernya. "Baik terima kasih" jawab pembeli sambil menyerahkan uang yang disebutkan Rina tadi. "Sama-sama nona", ucap Rina sambil memberikan nota ke pembeli tersebut. Pembeli pun sudah pergi, dan pembeli lainnya sudah bergantian datang.
Malam pun tiba, Bunga berbenah toko untuk tutup, karena kuenya sudah habis. Hari ini tutup lebih cepat, tapi Bunga dan Rina tidak langsung pulang mereka mengecek bahan untuk membuat cup cake pesanan besok pagi. Dirasa sudah cukup, Bunga berinisiatif membuat kue di rumah saja, biar bisa dibantu ibunya, takut tidak keburu. "Rina, pesanan buat besok biar aku buat di rumah saja, jadi kamu tidak terganggu untuk jualan besok" perintah Bunga kepada pegawainya tersebut.
"Apa tidak merepotkan ibu nanti, apa Rina pergi ke rumah ibu besok pagi-pagi" ucap Rina, karena merasa merepotkan kan bos nya." Tidak apa-apa, cuma 50 aja masih bisa aku kerjakan" jawab Bunga. "Baiklah Bu, kali itu maunya Ibu" ucap Rina merasa tidak enak.
Bunga pulang membawa bahan-bahan cup cake untuk pesanan besok.
__ADS_1
Terima kasih, sudah mau membaca novel ku.. semoga kalian suka, dan jangan lupa like n komen.. sekali lagi terima kasih.. 🤗🤗🤗