
Aditya kembali duduk di sofa, tak lama Sonia membawa nampan yang berisi 3 cangkir kopi. Diletakkan nya kopi di atas meja, dan dia duduk di depan Aditya di ikuti Bunga.
"Bagaimana kelanjutan kalian" tanya Sonia tiba-tiba, niat mau mengerjai Bunga.
"Maksud ibu" tanya Bunga malu.
"Ya hubungan kalian, apa sudah pacaran apa mau menikah atau mau apa?" tanya Sonia "Aku tidak mau ada orang membicarakan kalian dibelakang" jelasnya.
"Aku sih ikut Bunga Bu maunya gimana" jawab Aditya seenaknya.
"Kok aku" jawab Bunga bingung.
"Kalian ini aneh ya, tinggal jujur satu sama lain aja kok dibuat ribet" goda Sonia.
"Aditya sih sudah pernah menyatakannya Bu, tapi anak ibu itu yang terus menghindar" jelas Aditya memojokkan Bunga.
"Apaan sih kalian" ucap Bunga terus pergi masuk ke dalam kamarnya karena malu.
Aditya dan Sonia ketawa bersama melihat Bunga pergi meninggalkan mereka.
"Makasih ya Bu, sudah mendukung Aditya" ucap Aditya kepada Sonia.
"Jaga anakku dengan baik, jangan sampai kau menyakitinya. Jangan buat dia menangis didepan ku, kalau kau sampai melukainya aku tidak akan memaafkanmu" pinta Sonia.
__ADS_1
"Iya Aditya janji sama ibu akan membahagiakan Bunga dengan sepenuh hati Aditya" janji Aditya.
Dibalik kamar Bunga mendengar semua percakapan ibunya dengan Aditya. Sementara itu Aditya berpamitan pulang.
Malam ini Bunga tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya sudah melayang kemana-kemana, hati dan pikirannya saling bertolak belakang. Hatinya menarik untuk maju, tapi pikirannya mengajaknya untuk mundur. Tengah malam sudah lewat Bunga yang sedari tadi tidak bisa tidur akhirnya sudah terbawa mimpi panjang.
Pagi hari, Sonia membangunkan anaknya yang belum juga bangun padahal waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
"Bunga ayo bangun, sudah siang ini apa kamu tidak mau ke toko hari ini" ucap Sonia sedikit berteriak dibalik pintu kamar Bunga.
Bunga masih menggeliat karena mengantuk, dia mengusap matanya supaya bangun, namun kantuknya mengalahkan.
"Bunga" teriak ibunya sekali lagi.
"Ibu Bunga masih mengantuk, bentar lagi ya. Di toko sudah ada Rina, dia sudah bekerja mulai kemaren" jelasnya didalam kamar.
Ibunya pun pergi meninggalkan Bunga, dia melanjutkan aktivitasnya lagi.
"Semuanya gara-gara kamu" gerutu Bunga. Ya Tuhan aku harus bagaimana ini. doanya.
Pesan masuk di hpnya, Bunga tidak membacanya dia malah kembali melanjutkan tidurnya.
Apa yang terjadi sama Bunga, ternyata juga dialami Rina. Tadi malam Rian berniat melamar Rina, tapi Rina masih belum memberi jawaban. Dalam pikiran dan hatinya juga bertolak belakang.
__ADS_1
Tadi malam
Rian mengantar Rina, sampai di rumah Rian disambut oleh ibu Siti. Siti adalah nama ibunya Rina.
"Malam nak Rian, ayo masuk" pinta Siti.
"Makasih Bu" jawab Rian sambil masuk kedalam rumah.
"Maaf ya rumahnya kecil, maklum kami cuma ditinggali rumah ini sama ayahnya Rina" jelas Siti mengingat ayahnya Rina. Walaupun selama ini suaminya tidak pernah memberikan nafkah, tapi sebagai istri dia selalu menghormatinya.
"Tidak apa-apa, tenang saja saya bukan orang yang membeda-bedakan" jelas Rian sambil duduk disalah satu sofa kusam diruang tamu.
"Mau minum apa nak, biar ibu buatkan" tanya Siti.
"Kopi saja Bu, terima kasih" balas Rian.
"Baiklah tunggu disini biar ibu buatkan sebentar" pinta Siti.
Siti pergi ke dapur, Rina yang tadi menghilang tiba-tiba muncul membawa handuk kecil. Kemudian dia menyerahkan kepada Rian untuk mengeringkan rambutnya.
"Keringkan rambut Anda, biar tidak masuk angin" pintanya.
Rian menerimanya dan mengeringkan rambutnya yang terkena hujan sewaktu mengganti ban mobilnya tadi. Sebenarnya rambut Rian tidak terlalu basah, biasa rambut laki-laki cepat kering, apalagi rambut Rian modelnya tipis kayak polisi yang baru mau masuk sekolah kepolisian sangat rapi.
__ADS_1
Mohon dukungannya, terima kasih 🤗🤗🤗🤗
sebagai pemula saya benar-benar minta dukungan dan komennya supaya saya dapat memperbaiki jika ada yang salah. Mohon maaf jika masih banyak yang salah ya.