
Dafa segera bersiap-siap pergi ke rumah Citra setelah mendapat pesan dari Citra. Citra bilang bahwa Keyla sangat ingin diajak jalan-jalan keluar. Tentu saja Dafa tak keberatan, apalagi memang rencananya dia akan berkunjung ke rumah Citra setelah kemarin dipaksa pulang oleh kakaknya.
Kali ini Dafa tak akan mengajak kakaknya itu, biarlah dia pergi bekerja saja, walaupun sebagai pemilik perusahaan bebas pergi bekerja atau tidak, pikir Dafa konyol. Dafa sudah tak sabar ingin membuat kegembiraan bersama Keyla dan juga Citra disana. Mungkinkah saat ini sudah tumbuh benih-benih cinta diantara Dafa dan juga Citra? Entahlah, hanya mereka yang tahu perasaan mereka masing-masing.
"Mau kemana?" tanya Ray saat melihat adiknya akan pergi.
"Mau pergi lah," jawab Dafa acuh.
"Iya pergi kemana?" tanya Ray lagi, namun kali ini mendapat dengusan dari adiknya itu.
"Mau ke rumah Citra," ucap Dafa melirik kesal ke arah kakaknya.
"Kakak ikut ya,"
"Gak mau, lagi pula Kakak kan kerja. Udah sana berangkat, aku gak mau ajak Kakak. Nanti kaya kemarin lagi," ucap Dafa.
"Kakak gak kerja, lagi pula siapa yang mau marahin Kakak kalo gak masuk kerja. Udah ayo kita berangkat," ucap Ray semangat.
"Ck! Aku tuh mau ngajak Keyla jalan-jalan. Tadi Citra nelpon aku, katanya Keyla merengek terus pengen jalan-jalan keluar," ucap Dafa berdecak tak suka.
"Gak papa, nanti Kakak yang ngajak Keyla keluar, kamu dirumah Citra aja, nemenin dia," ucap Ray sedikit menggoda adiknya.
Dafa yang mendengar itu hanya bertambah kesal. Dengan langkah cepat Dafa langsung meninggalkan Ray. Ray terkekeh melihat bagaimana wajah kesal adiknya, kemudian dia juga menyusul Dafa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Lucunya, walaupun Dafa lebih dulu masuk ke mobil, tetap saja yang menyetir adalah kakaknya. Padahal jika Dafa tidak ingin Ray ikut, langsung saja dia yang menyetir mobilnya dan meninggalkan Ray, tapi Dafa tak melakukannya.
"Citra bilangnya Keyla mau jalan-jalan sama kamu atau sama Kakak?" tanya Ray setelah berada didalam mobil.
"Katanya sih sama Kakak, tapi karena Citra gak mau membuat Kak Ray gak masuk kerja, jadi dia nyuruh aku," jawab Dafa.
"Sudah Kakak duga," ucap Ray tersenyum.
"Apanya? Kakak jangan kepedean deh, lagi pula Keyla lebih suka sama aku, kakak gantengnya," ucap Dafa dengan wajah pongahnya membuat Ray memasang wajah ingin muntah.
__ADS_1
Tak ingin kembali berdebat, Ray segera melakukan mobilnya ke rumah Citra. Sepertinya sudah menjadi rutinitas mereka saat ini, yaitu selalu pergi ke rumah Citra. Walaupun tujuan keduanya jelas, hanya ingin bertemu Keyla, tapi tetap saja keduanya seperti sedang mencari cinta masing-masing.
Tak lama akhirnya Ray dan Dafa sampai di rumah Citra. Setelah mobil yang dikendarai Ray berhenti tepat di pekarangan rumah Citra, Dafa langsung saja turun dan segera mengetuk pintu, tanpa menunggu kakaknya lagi. Senyuman langsung menghiasi wajah Dafa saat Citra membukakan pintu rumahnya, membuat yang punya rumah sedikit keheranan melihat tingkahnya.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Citra sedikit ketus.
"Kamu lupa ya, kalo senyum itu ibadah," kesal Dafa, dia sudah memasang senyuman terbaiknya tetapi respon Citra diluar dugaannya.
Padahal diluar sana, banyak wanita yang melihat bagaimana Dafa tersenyum akan menjerit-jerit. Tetapi Citra, dia sama sekali tak sadar begitu tampannya Dafa saat tersenyum.
Ray yang baru menghampiri mereka tak bisa menahan tawanya, saat melihat wajah kesal sang adik karena Citra menyambut Dafa dengan nada ketus seperti biasanya. Ray tak tahu apakah keduanya sadar akan perasaan mereka. Tapi yang jelas, Ray melihat bahwa keduanya memiliki perasaan satu sama lain.
"Iya aku tau, tapi kalo kamu yang melakukannya malah jadi mubazir, soalnya orang-orang gak mau melihat wajah menyebalkan kamu itu. Udahlah ayo masuk!" ucap Citra tak suka, kemudian dia melirik ke arah Ray dengan pandangan bingungnya.
"Hei bisakah ka---" ucap Dafa.
"Eh ada Kak Ray juga. Ayo Kak masuk!" ucap Citra langsung memotong ucapan Dafa. Dia segera mempersilahkan Ray masuk, membuat Dafa semakin kesal saja.
"Hahaha, Dafa, Dafa. Dimarahin calon istri ya," ucap Ray sambil tertawa puas. Dia juga segera masuk sebelum mendapat balasan dari sang adik.
"Awas loh Kak, aku bocorin rahasia Kakak!" kesal Dafa yang sudah di ubun-ubun, namun sudah terlambat karena Ray sudah masuk. Kemudian Dafa juga masuk dengan langkah kesalnya.
"Kak Ray!" ucap Keyla antusias melihat kedatangan Ray.
"Hai anak cantik," ucap Ray sambil menghampiri Keyla yang tengah duduk sambil nonton tv.
"Loh bukannya kata Citra kamu kerja Ray?" tanya Jingga sedikit heran.
"Dia sengaja membolos kerja Ga!" ucap Dafa yang baru saja datang. Masih kesal dengan kakaknya itu, namun Ray hanya menatap malas Dafa, dia asyik dengan Keyla yang kini duduk dipangkuannya.
"Benar Kak?" Kini giliran Citra yang bertanya.
__ADS_1
Dia juga sedikit penasaran dengan kedatangan Ray, karena sebelumnya dia menyuruh Dafa datang karena tak mungkin menyuruh Ray untuk mengajak Keyla jalan-jalan. Citra sangat tahu bagaimana sibuknya Ray dengan pekerjaannya, makanya dia sedikit heran Ray bisa datang kerumahnya.
"Enggak Cit, memang hari ini gak ada pekerjaan yang harus Kakak kerjakan, jadi kamu tenang saja karena hari ini Kakak yang bakal ajak Keyla keliling kota ini," ucap Ray sambil mencium gemas pipi Keyla.
"Tapi apa tidak merepotkan kamu Ray?" tanya Jingga sedikit sungkan.
"Kamu tidak usah khawatir Ga, malahan aku seneng ajak Keyla pergi keluar," jawab Ray menatap Jingga.
"Hm, Ray makasih ya atas semua yang sudah kamu lakukan. Terus aku juga mau minta maaf soal kemarin. Mungkin kemarin pikiran aku benar-benar kacau, jadi aku terbawa oleh emosi aku. Sekali lagi maaf ya," ucap Jingga merasa bersalah saat kemarin membentak Ray dengan semua emosinya.
"Kamu tidak usah meminta maaf Ga karena kamu sama sekali tidak salah, aku sangat mengerti perasaan kamu waktu kemarin," ucap Ray tersenyum membuat Jingga juga ikut tersenyum.
"Baiklah, baiklah. Bukannya Kakak mau keluar, ya udah sana sekarang pergi," ucap Dafa dengan nada kesal.
"Hei kenapa kamu jadi ngusir Kakak? Oh Kakak tahu, kamu sudah tidak sabar ya ingin berdua dengan Citra," ucap Ray sedikit kesal, tapi kemudian dia langsung menggoda adik satu-satunya itu.
Sontak Citra tersedak air liurnya sendiri saat mendengar perkataan Ray. Kemudian dia langsung menatap Dafa dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apaan sih Kak, kalo ngomong itu suka ngawur," ucap Dafa salah tingkah karena ditatap oleh Citra, namun Ray hanya terkekeh.
Jingga yang melihat Dafa salah tingkah pun tertawa lepas. Tak menyangka Dafa dan Citra sangatlah lucu. Apalagi ditambah Ray yang terus menggoda Dafa.
"Kak... Ayo berangkat," rengek Keyla yang sudah tak sabar.
"Baiklah sayang, ayo kita berangkat!" ucap Ray yang seger berdiri dan bersiap-siap keluar.
"Sayang kamu gak boleh nakal ok. Ray aku titip Keyla ya," ucap Jingga pada Keyla, dan Ray.
"Tentu, kamu gak usah khawatir. Ayo sayang!" ucap Ray langsung menggendong Keyla keluar.
Sedangkan Jingga hanya menatap lucu pada Citra dan Dafa yang hanya saling menatap itu. Citra menatap Dafa tajam, sedangkan Dafa hanya memasang wajah acuhnya.
__ADS_1