
Sesaat setelah kedatangan Ray, Dafa dan Citra, membuat Jingga melupakan niatnya yang akan pergi ke toko kue. Dia baru mengingatnya saat mereka tengah mengobrol. Tapi walaupun begitu, dia tidak bisa meninggalkan tamunya begitu saja.
"Ga, apa yang kamu pikirkan?" tanya Citra saat melihat Jingga seperti memikirkan sesuatu.
"Eh? Oh aku gak papa Cit," jawab Jingga.
"Tapi kenapa kamu seperti melamun?" tanya Citra lagi. Masih belum puas dengan jawaban Jingga.
"Apakah ada yang kamu pikirkan atau kamu sedang sakit?" tanya Ray cepat, membuat Jingga mengurungkan niatnya yang akan menjawab pertanyaan Citra.
"Oh enggak, aku gak papa. Aku cuma ingat kalo tadi aku itu harus ke toko," jawab Jingga membuat Ray bernapas lega.
"Mau ngapain Ga? Bukannya hari ini toko kamu tutup ya?" tanya Citra penasaran.
"Aku cuma mau cek bahan-bahan kue yang udah abis aja. Sekalian nanti langsung belanja bahan yang udah enggak ada," jawab Jingga, sedangkan Citra mengangguk mengerti.
"Mau aku anter? Sekalian nanti langsung belanja," tawar Ray pada Jingga.
"Ciecie, Kak Ray pengen berduaan ya," tebak Dafa yang langsung mendapat cubitan dari Citra.
"Aw, sakit tau. Kenapa sih?" ucap Dafa. Dia melirik kesal ke arah Citra.
"Udah, kamu jangan godain mereka terus," ucap Citra.
"Ya tapi bisa kan, gak usah pake nyubit aku segala. Memangnya gak sakit apa," kesal Dafa.
"Iya, udah, kamu juga jangan kaya anak kecil, dikit-dikit cemberut," ucap Citra.
Namun Dafa tak berminat membalas ucapan Citra, dia hanya melirik kesal ke arah Citra. Sedangkan Ray yang melihat tingkah mereka hanya tersenyum tipis.
"Ya udah aku pergi sekarang, aku tidak akan lama. Cit, aku titip anak-anak ya," ucap Jingga segera berdiri diikuti Ray.
"Iya, kamu tenang aja. Kamu gak usah buru-buru karena mereka aku yang jaga," balas Citra.
Tapi belum juga Jingga dan Ray melangkah keluar, Nayla yang sedang bermain dengan kakaknya tiba-tiba saja berlari ke arah mereka. Sepertinya Nayla tidak lupa bahwa bundanya akan mengajak dia ke toko.
__ADS_1
"Bunda aku ikut! Bunda kan udah janji mau ajak aku ke toko," ucap Nayla dengan nada khas anak kecil.
"Memangnya kamu tidak mau main sama kakak kamu? Disini juga ada tante Citra dan om Dafa, Bunda cuma pergi sebentar sayang," ucap Jingga melihat anaknya.
"Tapi aku mau ikut," rengek Nayla. Dia bahkan memeluk paha bundanya.
Ray tersenyum manis melihatnya. Nayla sungguh lucu, dan sekarang wajahnya terlihat begitu imut jika sedang merengek seperti itu. Ray segera menekuk lututnya untuk mensejajarkan tinggi Nayla, dan dengan perlahan menarik tubuh mungil Nayla ke depan tubuhnya.
"Kamu mau ikut sayang?" tanya Ray.
"Iya Om, aku mau ikut. Aku gak mau ditinggal cama Bunda," jawab Nayla dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Baiklah, sekarang kita pergi ke toko. Tapi sebelum itu, anak cantik ini gak boleh sedih, karena kita akan pergi jalan-jalan," ucap Ray sambil mengelus lembut pipi Nayla.
"Iya, Om. Aku seneng mau diajak jalan-jalan," ucap Nayla antusias.
Sedangkan Jingga yang melihat interaksi keduanya hanya mengembangkan senyumnya. Seandainya Nayla juga merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya, mungkin dia juga bahagia, pikir Jingga dalam hati.
"Kalo begitu ayo berangkat, sebelum hari semakin siang," ucap Jingga.
"Hm, Ga, Keyla gak ikut pergi?" tanya Ray sambil melirik Jingga.
"Tadi pagi sih dia bilangnya mau ikut juga. Sebentar aku tanyakan lagi!" ucap Jingga yang setelah itu segera berjalan ke ruang tengah, dimana Nayla dan Keyla bermain tadi.
"Sayang, kamu mau ikut sama Bunda ke toko?" tanya Jingga setelah menghampiri anaknya.
"Key di rumah aja Bun, sama kak Dafa dan kak Citra," jawab Keyla.
"Baiklah, Bunda pergi dulu ya sayang. Bunda tidak akan lama ko," ucap Jingga lagi, dan Keyla mengangguk pelan.
Jingga segera berjalan ke ruang tamu lagi, sambil menuntun anak pertamanya.
"Citra, aku titip Keyla ya. Katanya dia mau di rumah aja sama kamu," ucap Jingga pada Citra yang tengah duduk sambil menikmati kue buatannya.
"Oh iya Ga. Kamu tenang aja, kalo nanti tiba-tiba Keyla juga pengen jalan-jalan, ada Dafa yang siap mengantar kemanapun Keyla ingin pergi," ucap Citra tersenyum lebar.
__ADS_1
"Baiklah, kami pergi dulu!" ucap Jingga.
Ray dan Jingga segera berjalan keluar, bersama Nayla yang ada di gendongan Ray. Namun setelah mereka pergi, Dafa langsung menyenggol pelan lengan Citra.
"Kenapa sih?" tanya Citra kesal.
"Kamu mau ngerjain aku ya," ucap Dafa menatap mata Citra.
"Enggak, siapa juga yang mau ngerjain kamu. Kan bener kalo Keyla pengen keluar, ada kamu. Atau kamu gak mau ya menjaga Keyla," tebak Citra sambil memicingkan matanya.
"Enggak, siapa juga yang gak mau menjaga Keyla," ledek Dafa menirukan gaya bicara Citra tadi. Dia sengaja membalikan ucapan Citra padanya.
"Ish, kamu memang menyebalkan," kesal Citra.
Sedangkan Keyla hanya melihat mereka dengan wajah polosnya. Tak mengerti pembicaraan orang dewasa.
"Sini sayang, nanti kita beli es krim ya," ucap Citra sambil menarik Keyla agar duduk disampingnya.
"Beneran Kakak mau beliin Key es krim?" tanya Keyla antusias.
"Iya sayang, setelah ini kita pergi beli es krim. Tapi cuma kita berdua aja, gak usah ajak-ajak kak Dafa, oke!" ucap Citra. Rupanya dia masih kesal pada Dafa.
"Memangnya kenapa Kak?" tanya Keyla penasaran.
"Karena kak Dafa gak mau nemenin kita buat beli es krim. Gak papa kan kita cuma pergi berdua, nanti Kakak akan belikan kamu es krim yang banyak," ucap Citra lagi.
"Kak Citra bohong sayang. Kakak ganteng mau ko, nemenin kamu beli es krim. Jangan percaya ucapan kak Citra ya!" ucap Dafa cepat, dia tak mau Citra terus mengatakan hal yang tidak-tidak pada Keyla.
Keyla hanya terkekeh lucu, melihat bagaimana Citra dan Dafa terus adu mulut. Walaupun dari dulu mereka sering bertengkar, tapi tetap saja Keyla merasa terhibur dengan tingkah mereka. Ternyata orang dewasa juga sering main marah-marahan, pikir Keyla.
"Iya Kakak ganteng," ucap Keyla tersenyum lucu. Keyla memang tidak pernah mengganti panggilan untuk Dafa, dari dulu dia sering memanggil Dafa dengan sebutan 'kakak ganteng'.
"Ya udah, yuk kita pergi beli es krim!" ajak Citra pada Keyla.
Citra segera menarik lembut pergelangan tangan Keyla. Dia hanya menatap kesal pada Dafa yang terlihat menunjukan wajah pongahnya, karena terus dipanggil ganteng oleh Keyla. Ck! Dari mana gantengnya, dia itu laki-laki paling menyebalkan, pikir Citra dalam hati.
__ADS_1
"Hei tunggu!" ucap Dafa segera mengikuti Citra dan Keyla, yang sudah lebih dulu berjalan keluar.