Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_10


__ADS_3

Saat Vani mengendarai motornya, dia melewati warung makan dipinggir jalan. dia mencium aroma sate ayam yang begitu menggoda hingga membuatnya langsung berhenti di depan warung makan itu. dengan cepat dia turun dari motornya dan menghampiri pemilik warung


"Hehe, kayaknya satenya enak tuh" Puji Vani pada pemilik Warung


"Ahahahaa, kakak berlebihan deh" Ucap pemilik Warung


"Dari baunya aja udah kecium" Vani menghirup aroma wangi yang keluar dari asap sate


"Uhukk.. uhukk" dia terbatuk karena asap sate yang dia hirup


"Jangan dihirup asapnya Kak" Tegur pemilik warung


"ahahaa, abisnya enak sih"


"aku pesen satenya sepuluh tusuk ya. eh enggak, lima belas tusuk aja deh. Hehe" ucap Vani


"Iya Kak, duduk dulu. Satenya mau makan disini apa bawa pulang?"


("Hm.. Kayaknya kalau makan disini tempatnya dipinggiran jalan, trus kalau ketahuan sama om pasti nanti diaduin ke mama. Bisa jadi masalah nih, bawa pulang aja deh") batin Vani


"Bungkus aja deh"


"Iya Kak, tunggu sebentar ya" ucap pemilik warung sambil menyiapkan pesanan Vani


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Vani siap. Pemilik Warung memberikan sate yang Vani pesan dan Vani menerimanya. Vani membayar sate yang dia pesan


"Jadi berapa?"


"Tiga puluh ribu Kak"


"Oh ini" vani memberikan uang selembaran seratus ribu pada pemilik warung, dia juga menghitung sate yang sudah dibungkus dan ternyata satenya kelebihan dua tusuk


"Loh, ini satenya kok tujuh belas? Kelebihan dua ini mah!" Ucap Vani


"Itu bonus Kak" Ucap pemilik Warung sambil mencari kembalian untuk Vani. namun ternyata pemilik warung tidak mempunyai recehan untuk kembalian Vani


"Aduh kak, kembaliannya belum ada. Gimana kalau uangnya di bawa dulu, kakaknya bisa bayar nanti kalau udah ada uang pasnya"

__ADS_1


"Hm.. Kalau gitu itu bonus juga karena ibuk udah kasih aku bonus" Ucap Vani sambil berjalan keluar dari warung


"Tapi Kak, ini kebanyakan"


"Terima aja" Ucap Vani sembari menaiki motornya


"makasih satenya buk"


Vani pergi dari warung sate itu dan pulang ke rumahnya. Namun tanpa diketahui Vani, orang suruhan pamannya telah memata matainya dan melaporkan semua kejadian itu ke mama Vani. Saat Vani sampai di rumahnya, dia memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumahnya


dia duduk di ruang tamu dan menyantap sate yang baru saja dia beli. Saat dia sedang makan, dia mendapat telpon dari mamanya. dia segera mengangkat telpon itu


"Hallo ma? Ada apa?" Tanya Vani


"Kamu jajan di pinggir jalan lagi ya? Udah dibilangin masih aja ngebandel" Omel mama Vani dari telpon


("waduh.. ni pasti om yang ngaduin. Kenapa tadi aku nggak cek sekitar dulu sih pas beli") batin Vani


"Enggak ma, tadi tuh temen Vani yang minta Vani buat di beliin sate di sana"


"Jangan ngeles deh, mama tuh tau apapun yang kamu lakukan"


"Lagi nonton tv kan?" Ucap Mama Vani yang mendengar suara televisi yang menyala dari telpon


"What? Kok bener sih?" Ucap Vani terkejut. dia segera menoleh dan mengecek keadaan sekitarnya


"Oh, kedengeran ya" Ucapnya setelah dia menyadari kebenarannya


"Ahahahaa... Dasar kamu ini"


"Udah dulu ma, aku mau belajar nih" ucap Vani


"Waduh, ternyata lagi belajar didepan tv ya" Goda mama Vani


"Aku matiin ya, biar fokus belajar. Kalau gitu udah ya" Ucap Vani sambil mengecilkan volume tvnya agar tidak terdengar dari telpon


"Iya iya, mama juga ada kerjaan abis ini. kamu jangan makan jajanan dipinggiran lagi ya, kalau kamu sakit gimana? mama kan jauh"

__ADS_1


("Bawel ye") Batin Vani


"Hehe iya mah, bye bye" Ucap Vani pada mamanya sebelum dia mematikan telpon


"tuttt"


Setelah telepon dengan mamanya berakhir, Vani melanjutkan memakan satenya. ditengah memakan satenya, terdengar bel dari depan rumahnya


("hm.. siapa itu? Ganggu orang aja") batin Vani


Vani langsung meninggalkan satenya dan pergi ke pintu depan. Dia membuka pintu dan ternyata yang datang adalah paket yang dia beli di toko online tiga hari lalu. dia langsung menandatangani paket itu dan membawanya masuk ke rumah. Vani meletakan paketnya di atas sofa


"Widih, besar amat bungkusannya"


dia membuka bungkusan paket dan mengambil samsak yang dia beli


"Hehe, akhirnya dapet juga. Auto latihan nih" Ucap Vani yang langsung berdiri dan membawa samsaknya, tapi dia mengingat sate yang belum dia habiskan


"Eh satenya belum abis" Ucapnya saat dia menoleh ke arah meja


Vani kembali duduk dan menghabiskan satenya. Setelah itu dia membuang bungkus sate dan bungkus paket ke tempat sampah


dia kembali dan langsung mengambil samsak untuk menggantungnya di pohon taman belakang rumahnya


"Hehe.. Taruh sini aja deh, disini adem ketutup sama daun rindang"


"Bugg.. bagg.. buuggg.. bag.. bugggg"


Vani mencoba semua pukulan yang dia kuasai ke samsak itu. Namun setelah sepuluh menit memukuli samsak, dia merasa kelelahan dan langsung berbaring di atas rumput di taman rumahnya


"huh.. baru sebentar udah ngos ngosan gini, gimana bisa kuat nih" gumamnya


suasana di taman rumahnya begitu nyaman dan juga angin yang tertiup membuatnya mengantuk. dia tertidur di taman rumahnya. Setelah tertidur cukup lama, dia terbangunkan oleh rintikan air hujan yang mengenai wajahnya. Saat itu, dia langsung bangun dan masuk ke dalam rumahnya


"yee udah hujan aja nih" Ucap Vani sambil mengusap air hujan di wajahnya


"hmm.. udah sore. Pasti member komunitas udah pada pulang. Kesana deh" sambungnya saat melihat jam

__ADS_1


Vani mandi dan bersiap pergi ke CRIFITY. Karena hujan, dia memilih untuk menaiki mobilnya. di perjalanan menuju ke CRIFITY, hujan bertambah deras sehingga dia tidak bisa melihat jalanan dengan benar. Dia memperlambat laju mobilnya


"hmm.. Hujan deras amat lagi, makin lama sampai nih"


__ADS_2