
Sampai di kantor Kim, Vani masuk dan pergi ke ruangan Kim
"Brakk"
"Khakim" panggil Vani saat membuka pintu ruangan kim. Kim terkejut dengan cara Vani membuka pintu
"Buka pintunya yang sopan" Ucap Kim
"Nggak bisa kak, nih liat. kedua tanganku penuh makanan. Mana bisa buka pake tangan? Dobrak dikit nggak masalah lah" Ucap Vani. dia masuk kedalam ruangan Kim
"Brak" Vani menutup kembali pintu dengan mendorongnya. Kim menatap Vani dengan tajam
"Hehe" Ucap Vani sambil tersenyum. Setelah itu Vani berjalan ke sofa dan meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja. Khakim menghampiri Vani dan duduk di sampingnya
"Beli apa aja?" Tanya Kim
"Hm.. Cuma beli satu box pizza kak. Tadi aku udah beliin khakim nasi, tapi nasi itu aku tukar dengan ice cream ini" Ucap Vani
"Tukar ke siapa?" Tanya Kim
"Ke pak Azka hehe. Tadi aku papasan sama dia di bawah" Ucap Vani
"Nih satu buat khakim" Ucap Vani sambil memberikan ice cream satunya pada Kim
("Hehe, setahuku Khakim nggak suka ice cream. Jadi pasti ini buat aku")
"Buat kamu aja" Ucap Kim
"yess! Tepat sasaran!" Teriak Vani yang merasa senang
"Apanya?" Tanya Kim
"Bukan apa apa" Ucap Vani tersenyum sambil membuka bungkusan ice cream
"Satunya belum di habisin. Udah buka yang baru?" tanya Kim
"Bisa cair kalau di makannya nanti" Ucap Vani dengan kedua tangan yang memegang ice cream. Kim membuka box pizza di hadapannya
"Khakim mau ngapain?"
"Mau apa lagi?" Tanya Kim
"Itu kan pizzaku. Jatah khakim kan nasi, nasinya udah aku tukar ice cream, trus khakim nolak ice cream ini. Jadi semua ini punyaku lah" Jelas Vani
"Apa?" Tanya Kim bingung
"Ahahahaaa, liat wajah Khakim. Baru kali ini aku liat Khakim kayak orang linglung" Ucap Vani sambil tertawa lebar
"becanda Kak. Makan aja"
"Kakak nggak terima, Kenapa kamu mainin kakak!" Ucap Kim serius. Vani terdiam menanggapinya
__ADS_1
"Kak, aku kan cuma bercanda" Ucap Vani
"Kakak juga becanda, hehe" Ucap Kim. dia menyantap pizza di depannya. Saat itu Vani memperhatikan Kim
("Sumpah, becandanya nggak lucu") batin Vani
"Kamu nggak ikut makan? Ini kan pizza favorite mu" Ucap Kim sambil makan
"Nggak, aku makan ini" Ucap Vani sambil menunjukan ice creamnya
"Oh, kalau gitu kakak abisin ya" Ucap Kim
"Jangan, sisain dua potong buatku" Ucap Vani
Setelah mereka berdua selesai makan, Vani membereskan bungkusan makanan dan membuangnya ke tempat sampah. Sementara Kim kembali menyelesaikan kerjanya. Setelah Vani selesai bersih bersih, dia berbaring lagi di sofa. Setelah beberapa jam berlalu, Vani merasa bosan karena tidak melakukan apapun
"Kak, selesainya kapan?" Tanya Vani bosan
"Masih lama, kayaknya harus lembur" Jawab Kim
"Khakim kan bosnya disini, kenapa khakim juga yang ngerjain tugasnya? Tinggal kasih ke karyawan khakim aja kan beres" Ucap Vani
"Setiap karyawan punya tugasnya masing masing. Begitu juga kakak, walau kakak bos disini, tetap aja punya tugas yang hanya bisa kakak selesaikan sendiri" Jelas Kim
"Btw kalau khakim lembur, aku juga harus nungguin disini?" Tanya Vani
"Mau kakak antar pulang sekarang?" Tanya Kim
_____LIKE, RATE, VOTE_____
hari semakin larut, Vani merasa bosan dan akhirnya dia mengantuk
"Woahh, ngantuk" Ucapnya saat menguap karena mengantuk
"Kak, kalau udah selesai. Bangunin aku ya" Ucap Vani. Vani memejamkan matanya dan kembali tertidur di sofa
Beberapa saat kemudian. Kim telah menyelesaikan tugas kerjanya
"Akhirnya selesai" Ucap Kim. dia berdiri dari duduknya dan sedikit meregangkan ototnya. Setelah itu, Kim berjalan mendekati Vani
"Van bangun, kakak udah selesai" Ucap Kim pelan.
beberapa kali mencoba membangunkan Vani, Vani tak kunjung bangun juga. Kim mutuskan untuk membopong Vani dan membawanya keluar dari kantor. Dia menidurkan Vani di kursi belakang mobilnya dan mengantarkan Vani sampai dirumahnya. Setelah sampai di rumah Vani, Kim mengangkat Vani dan menidurkan Vani di atas kasurnya. Setelah itu Kim menyelimuti Vani dan dia pergi pulang ke apartemennya
Di pagi harinya, saat alarm membangunkan Vani. Vani merasa terkejut karena dia berada di kamarnya sendiri
"Kenapa aku bisa di kamarku!"
"Khakim yang bawa?" Tanya Vani. dia mengambil handphonenya dan menelpon Kim
"Iya? Ada apa pagi pagi" Tanya Kim di telpon
__ADS_1
"Khakim yang bawa aku? Kenapa aku bisa ada di kamarku?" Tanya Vani
"Kenapa kamu kaget bangun di kamar sendiri? Itu kan kamarmu"
"Iya juga sih. Tapi beneran khakim kan yang bawa aku pulang?"
"Iya iya"
"Oh ya Van, kakak nggak bisa antar kamu ke sekolah pagi ini" Ucap Kim di telpon
("Yuhuu, berarti nggak perlu berangkat awal dong. Bisa tidur lagi nih") batin Vani senang
"Not problem kak"
"Kamu tenang aja. Setengah jam lagi, Asisten Zuan datang buat jemput kamu. Jadi jangan harap bisa santai santai" Ucap Kim
("Njerr, baru aja aku ngerasain kebahagiaan. Kebahagiaan ini langsung hilang") batin Vani
"Udah ya Van, kakak mau siap siap buat kerja" Ucap Kim
"Hmm.. Pasti khakim mau tidur kan?" Tanya Vani
"Iya, kakak berangkat kerjanya siang" Ucap Kim di telpon
"Gara gara lembur kemarin ya. Khakim selesai jam berapa kemarin?" Tanya Vani
"Selesai jam tiga pagi. habis itu antar kamu kerumah, kakak sampai di apartemen jam empat"
"Baru tidur dua jam dong. Udah sana khakim tidur" Ucap Vani. Vani memutuskan telponnya
"Yah, harus siap siap sekarang dong" Ucap Vani lesu. Dia bangkit dari kasurnya dan bersiap siap untuk berangkat sekolah. Setelah siap, dia sarapan dan menunggu Zuan menjemputnya
Beberapa saat kemudian mobil Zuan datang, Vani keluar dari rumahnya dan masuk ke mobil
"Jalan kak" Ucap Vani. Zuan melajukan mobilnya ke sekolahan Vani. Setelah sampai, Vani turun dari mobil Zuan
"Kak Zuan, kenapa selama perjalanan diam aja?" Tanya Vani dari luar mobil
"Maaf Little Van. Saya merasa ngantuk karena tadi malam harus lembur di kantor" Jawab Zuan
"Kak Zuan lembur bareng Khakim?" Tanya Vani
"Iya benar" Jawab Zuan
"Kalau gitu Kak Zuan pulang aja, trus istirahat" Ucap Vani
"Tidak bisa Little Van. Setelah dari sini, saya harus pergi ke kantor untuk bekerja" Jelas Zuan
"Jangan! Kak Zuan harus istirahat, kakak bisa berangkat kerja nanti siang kayak Khakim. Nanti aku yang bilang ke khakim deh. Jadi sekarang Kak Zuan pulang dan istirahat yang cukup" Ucap Vani
"Baiklah Little Van. Terimakasih atas bantuannya" Ucap Zuan. Zuan melajukan mobilnya dan pulang kerumahnya. Vani mengirim chat pada Kim tentang Zuan. Setelah itu dia masuk ke sekolahnya dan bersiap menghadapi Ujian kenaikan kelas
__ADS_1