Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_56


__ADS_3

Mereka berempat pergi dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil, Jack yang mengendarainya. di tengah perjalanan, terdengar suara legend yang sering muncul


"Kruyyukkk..." Suara Perut seseorang yang kelaparan


"Perut siapa tuh yang bunyi!" Tanya Agnes


"perutku hehe" Ucap Vani sambil memegang perutnya


"Laper?" Tanya Jack


"Iya nih" Jawab Vani


"Makan la!" Ucap Jack


"Sini kau! Aku makan! wrau..." Ucap Vani


"Njirrr, eta saha?" Ucap Agnes menyambung


"Lah? Kok eta saha?" Tanya Vani


"Kan tadi kamu bilang wrauu.." Jawab Agnes


"Njirr, eta saha?" Tanya Vani


"Loh kok eta saha lagi?" Tanya balik Agnes


"Kan tadi kamu bilangnya Wrauu...!" Ucap Vani


"Njirr, eta saha?" Tanya Agnes


"Nah, terus terus. Terusin aja kalian berdua, nggak selesai selesai" Ucap Ray


"Abisnya boring si" Ucap Vani


"mau makan?" Tanya Jack


"Ayo makan! Eh.. Tapi aku nggak bawa uang, pake uang kalian ye" pinta Vani


"Yah, kayaknya udah terlalu malem, pulang aja" Ucap Jack


"Setuju! Nggak baik pulang malem malem" Sambung Ray


"Njerr, kalian berdua serasa kere amat, traktir empat orang aja nggak mampu" Ucap Vani dengan muka datar


"Jangan samain status keluarga kita. Keluargamu konglomerat, tapi keluargaku sama keluarganya Ray itu kolong melarat!" Ucap Jack


"Apa? Kita? Kamu aja sendiri! Aku nggak" Ucap Ray


"M*mpus kau!" Ucap Agnes


"Aku terbully" Ucap Jack


"Udah udah, aku yang bayar" Ucap Agnes


"Hehe, Agnes mah baik. nggak kayak kalian berdua" Ucap Vani


"Makasih Nes" Ucap Jack


"Mau makan di mana?"

__ADS_1


"Yang pasti di tempat makan. Masa makan di toko buku" Ucap Vani


"Bisa aja makan di toko buku, Makan ilmu hehe" ucap Ray


"Gimana cara makan ilmu njerr, jelas nggak bisa lah" Ucap Agnes


"Maksudnya bukan di makan beneran. Itu cuma perumpamaan" Ucap Ray


"Tapi kan? Logikanya, Tetep aja nggak bisa makan ilmu" Ucap Agnes


"Udah udah. IQmu nggak sampe Nes, ntar kalau udah pinter, pasti kamu tau maksudnya Ray. Jadi tunggu aja ya" ucap Jack


"Njerr" Ucap Agnes


"Nah, sekarang kita mau makan di restoran mana?" tanya Ray


"Begitu dong, baru bener" Ucap Vani


"Makan di tempat biasanya aja"


"Tempat biasanya udah kelewatan, Males putar balik" Ucap Jack


"Liat, di Maps. Kita ke restoran terdekat aja" Ucap Vani


"Oke" Ucap Jack. Setelah itu mereka berempat pergi ke restoran terdekat. Sesampainya di restoran, mereka turun dan masuk kedalam restoran. Di sana mereka memilih kursi terpojok


"kenapa mojok?" Tanya Vani


"Cuma kursi ini yang kosong" Ucap Ray


"Njirr, buta ya? Kursi banyak yang kosong begitu!" Ucap Vani


"Ray mistis amat" Ucap Vani


"Mereka? Siapa?" Tanya Agnes penasaran


"Ya, mereka. Siapa lagi?" Ucap Ray


"Iya, kamu benar Ray. Mereka sepertinya sedang menikmati makanan mereka" Ucap Jack


"Njirr, Jack ikut ikutan" Ucap Vani


"Eh? Kamu bisa liat Jack?" Tanya Ray


"Iya! Aku liat semua" Ucap Jack


"Woy kalian berdua! Udah napa! Jangan bikin suasananya jadi merinding" Ucap Agnes ketakutan. Tiba tiba terdengar suara dari belakang Agnes


"Per... mi.. si.." Suara dari belakang Agnes yang mengejutkannya


" Waaaaaaa" Ucap Agnes sembari langsung menoleh ke arah belakangnya


"Anjirr, kunti! Bikin kaget aja!"


"Loh kok mbak tau nama saya? Kan saya lagi nggak pake papan nama!" Ucap Pelayan penasaran


"Nama mbak? Kunti?" Tanya Vani


"Iya, Kalian kok tau nama saya? Kita udah pernah kenalan ya?" Ucap pelayan

__ADS_1


"kita kesini baru kali ini! ketemu dimana?" Ucap Vani


"Oh begitu ya, Kalau gitu apa salah satu diantara kalian itu penerawang?" tanya Pelayan


"Iya, nih. Kenalin dia Ray, dia bisa liat apa yang kita nggak bisa liat" Jelas Vani


"Aku juga punya kemampuan serupa!" sambung Jack


"Apaan?" Tanya Agnes


"Aku bisa liat apa yang kalian tidak bisa liat! Tapi bedanya, punyaku dengan syarat" Ucap Jack


"Beneran? Syaratnya apa?" Tanya Agnes yang penasaran dengan jawaban Jack


"Syaratnya, pas aku liat, Kalian semua merem. Jadi aku bisa liat apa yang kalian nggak bisa liat" Jelas Jack


"saya kira serius" Ucap pelayan


"Njirr, pelayan ikutan nimbrung segala. Kerja dong!" Ucap Vani


"Ini lagi kerja. Kan ada pepatah yang mengatakkan, sambil menyelam minum air" Ucap Pelayan sambil tersenyum


"Apa hubungannya kerja sama menyelam?" Tanya Jack


"Kan saya lagi kerja, trus sambil main. Jadi saya selain dapet gaji, juga dapet hiburan deh" Ucap Pelayan


"Bisa aja njerr" Ucap Vani


"kita pesen menu favorite disini. Tapi yang bahannya dari ayam ya, Soalnya kita nggak suka daging lain"


"Itu cuma kesukaanmu, Kita mah suka makan daging" Ucap Jack


"Maaf, ini restoran beef. Jadi kami cuma sediain makanan dari daging sapi saja" Ucap Pelayan


"Njerr yang bener aja!" Ucap Vani terkejut, Vani langsung melihat logo restoran itu


"Iya njirr, siapa yang ajak kesini?"


"Maaf mbak, kami nggak jadi makan"


"Dan juga satu lagi, Ini restoran niat jualan nggak sih? Masa daging ayam aja gaada"


"Maaf mbak, ini restoran khusus beef" Ucap Pelayan sambil tersenyum


"senyum aja teros! Nggak capek apa?" Ucap Vani


"Terimakasih atas perhatiannya, Kita disini harus ramah kepada pembeli" Ucap pelayan sambil tersenyum


"Salut aku sama embak! Nggak takut gigi kering" Ucap Agnes


"Ahahaha, bisa aja! Kalau gitu saya permisi dulu" Ucap pelayan yang masih tersenyum


"Kuy cari restoran lain!" Ajak Vani. Mereka berempat keluar dari restoran tanpa membeli apapun. Mereka menaiki mobil dan melanjutkan perjalanan. Saat di perjalanan, Vani melihat Mini Market dan dia meminta Jack untuk menghentikan mobilnya


"Stop situ Jack!" Teriak Vani


"Citttt...." Jack menghentikan Mobilnya di depan mini market. Vani turun dari mobil


"Kalian bertiga turun, tunggu aku di meja itu" Ucap Vani.

__ADS_1


dia langsung masuk ke dalam mini market. Semetara Agnes, Ray dan Jack turun dari mobil dan menunggu Vani dengan duduk di kursi depan mini market


__ADS_2