
Keesokan harinya, di hari minggu pagi. Vani belum bangun dari tidurnya. Bibi di rumahnya sudah memulai aktivitas bersih bersih dan juga menyiapkan sarapan untuk dirinya
Setelah menunggu lama, Vani tidak kunjung bangun dari tidurnya. Bibi akhirnya memutuskan untuk membangunkan Vani, dia pergi ke kamar Vani dan masuk ke dalam kamar
"Non, udah siang. Sarapan dulu" Ucap bibi yang berusaha membangunkan Vani
"emmm.... woah.."
"bibi, selamat pagi" Vani terbangun dan menyadari keberadaan bibi di kamarnya
"Sarapan sama apa bi?" Tanyanya yang masih mengantuk
"Non, Cuci muka trus gosok gigi dulu, kalau bisa sekalian mandi"
"Iya bi" Jawab Vani yang masih mengantuk sambil bangkit dari tempat tidurnya
Vani pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai, dia langsung menuju ke ruang makan
Di ruang makan Vani duduk di kursi dan di sana bibi sudah menyiapkan sarapan kesukaannya. Saat Vani makan, terlihat bibi yang sedang bersih bersih di dapur
"Bi.. Udah sarapan belum?" Tanya Vani
"Nanti Non, kerjaan belum kelar" Jawab bibi sambil bersih bersih
"Temenin sarapan bi, sini!" Ajak Vani yang merasa bosan karena makan sendiri
"Aduh, Non ini" Bibi berjalan ke meja makan dan duduk
"Aku ambil ini, trus yang lain buat bibi" Ucap Vani sambil mengambil makanan yang dia inginkan
"Loh Non, kok punya Non cuma sedikit?" Tanya bibi kebingungan
"Ini buat bibi, biar bibi cepet tumbuh. Lagian dari dulu nggak tinggi tinggi sih" Ucap Vani bercanda
"Ahahaha, bisa aja Non ini. Kalau bibi mah, udah nggak bisa tumbuh lagi"
"Ya udah, makan dulu aja bi"
Vani dan Bibi sarapan bersama. Setelah sarapan habis, Vani langsung pergi ke taman rumahnya dan berlatih dengan samsaknya. Setelah bosan dengan samsak, Vani keluar dari rumahnya dan pergi joging
Vani joging cukup jauh, dia berlari selama tiga jam tanpa henti, saat itu dia berhenti di taman tempat Yukki di culik dulu. dia merasa haus sehingga menghentikan penjual air mineral keliling yang kebetulan lewat di depannya
"Pak airnya satu" pinta Vani pada penjual
"Oh iya.. ini" Penjual air minum memberikan sebotol minuman ke Vani
"Glek.. glekk.. glekk"
Vani meminum setengah botol air itu
"Berapa pak?" Tanya Vani
"Lima ribu aja" Jawab penjual
"Kalau begitu in..." ucap Vani terhenti. saat merogoh sakunya, dia tidak membawa uang sepeserpun
"kamvret, nggak bawa uang!!"
"Alah, bilang aja mau gratisan. Nggak bisa gitu! saya juga butuh uang!" Omel penjual
"Woyy! Beneran, aku nggak bawa uang "ucap Vani kesal
"Ya tetap harus bayar, gimanapun" Paksa penjual
__ADS_1
"Kalau gitu gini" Vani mengeluarkan hpnya dari sakunya
"Berapa nomor rekening bapak? Biar saya transfer"
"Sombong amat kamu, penjual minuman keliling begini mana mungkin punya begituan"
"Kalau gitu ini..." Vani hendak menyerahkan handphonenya ke penjual minuman namun terhenti karena seseorang
"Saya yang bayar!" saut seseorang dari belakang Vani
"heh?" Vani menoleh kebelakangnya
"Oh Ray, kok kamu bisa disini"
" inikan jalan ke rumahku"
"aku yang harusnya tanya kamu" ucap Ray
"Iya juga ya, kalau nggak salah dulu Yukki di culik disini" Ucap Vani
"hoy! Bayarannya mana? malah ngobrol!" Ucap penjual minuman yang merasa terasingkan
"Oh iya, berapa?" Tanya Ray
"Sepuluh ribu" Jawab penjual minuman
"Woyyy!! Kenapa bisa naik gini, tadi katanya lima ribu!" ucap Vani tidak terima
"Kamu udah ngabisin waktu dagang saya, jadi nggak ada yang beli kan, rugi" Jawab penjual minuman
"Ini" Ray memberikan uang sepuluh ribu pada penjual minuman
"Nah gitu dong" Penjual minuman pergi meninggalkan tempat itu
"Ahahhahaa" Ray tertawa melihat ekspresi Vani saat itu
"Kenapa kamu ketawa!" tanya Vani kesal
"Lucu aja" Jawab Ray sambil tersenyum
"Kamu ngapain sampai sini? rumahmu kan jauh dari sini"
"Hehe... Aku lagi joging, tau tau udah sampai sini" Jawab Vani
"Dasar aneh, ahahahaha" Ucap Ray sambil tertawa
"Kalau gitu mau main ke rumahku?"
"Hum.. Kayaknya aku pulang dulu deh, soalnya belum mandi hehe"
"Kamu sampai sini belum mandi?" tanya Ray terkejut. dia menjaga jarak dari Vani
"yeee.. Walau belum mandi, aku masih wangi tau!" Ucap Vani kesal
"Ahahahaa, bercanda. Jangan marah gitu dong"
"kamu pulang dulu, nanti ke rumahku. Pasti Yukki senang"
"Oke deh, aku pulang dulu"
"bye" Ucap Vani sambil berjalan pulang kerumahnya
"Hati hati" Ucap Ray dari kejauhan
__ADS_1
Vani berjalan pulang. Karena berjalan kaki akan membutuhkan waktu cukup lama, akhirnya dia memutuskan untuk menghentikan taxi. Setelah mendapatkan taxi, dia naik dan pergi pulang kerumahnya
sampai dirumahnya, Vani langsung turun dari taxi. Supir taxi memanggil Vani karena dia belum membayar ongkos taxi
"Ehhh.. kak, belum bayar" Ucap Supir taxi menghentikan Langkah Vani
"Bentar pak, uangnya didalam" Ucap Vani
"Ohh.. Iya iya" Supir taxi mengangguk dan menunggu Vani yang mengambil uang
Setelah mengambil uang, Vani keluar dari rumahnya dan membayar ongkos ke supir taxi
"Ini pak, maaf lama" Ucap Vani
"Nggak apa kak" Ucap supir taxi sambil tersenyum
"Udah jarang, orang yang sabar kayak bapak" Puji Vani
"Bisa aja Kak.."
"ini kembaliannya" Supir taxi memberikan kembalian ke Vani
"Oh nggak perlu pak, ini tip buat bapak. Karena bapak udah mau sabar nunggu" Tolak Vani sambil tersenyum
"Waduh, saya jadi nggak enak. makasih ya"
"Kalau gitu saya pamit dulu kak" Supir taxi pergi meninggalkan rumah Vani
"hmm.."
Vani masuk kedalam rumahnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi, dia bersiap untuk pergi ke rumah Ray
Vani pergi ke rumah Ray menggunakan motornya. Saat berkendara, dia merasa tidak enak jika datang berkunjung tanpa membawa apapun. dia memutuskan untuk pergi ke restoran favoritnya dan membungkus kan beberapa makanan. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan menuju rumah Ray
Sampai dirumah Ray, Vani memarkirkan motornya dan pergi kedepan pintu. Vani mengetuk pintu tiga kali
"tok tok tok"
Seorang ibu-ibu membukakan pintu dan menyapa Vani
"Wahh, ada tamu. Cari siapa ya" Ucap ibu-ibu ramah
"Itu.. Ray nya ada?" Ucap Vani
"Oh cari Ray, saya mamanya. jangan jangan kamu pacarnya Ray ya" ucap Ibunya Ray
"Blusshh"
wajah Vani memerah karena ucapan itu
"Oh.. Bu.. bukan bukan" ucap Vani salah tingkah
"Nggak usah malu malu, masuk sana. mama mau ke pasar dulu, anggap saja rumah sendiri" Ucap ibu Ray ramah sambil mendorong lembut Vani masuk ke dalam rumah
Setelah itu Ibu Ray berangkat ke pasar. Vani langsung duduk di ruang tamu dan menunggu Ray. Tak lama kemudian Yukki keluar dari kamarnya dan dia melihat Vani
"Kak Vaniii" Panggil Yuki sambil berlari menghampiri Vani
"Oh Yukki, apa kabar" Jawab Vani tersenyum
"Kenapa nggak pernah main kesini lagi kak"
"Loh, ini kan pertama kali kakak kesini"
__ADS_1
"owh iyaaa.." Ucap Yukki sambil tersenyum