
Sesampainya di apartemen kakaknya, Vani turun dari mobilnya dan masuk ke apartemen. Di depan pintu apartemen kakaknya, Vani memencet bel
"Ting.. tong"
"Permisi, pengiriman paket" seru Vani dari luar pintu
"Taruh paketnya di pintu, nanti saya ambil" seru kakaknya dari dalam
"Tanda terimanya pak" seru Vani
"Nggak perlu" Jawab kakaknya
"Perlu pak! Nanti saya kena komplain" Ucap Vani
"Aisshh, nyusahin" Ucap kakak Vani sambil membuka pintu. Dia terkejut ketika melihat Vani di hadapannya
"siapa kamu?!"
"adikku bukan?" Ucap Kakak Vani terkejut
"Saya kurir" Ucap Vani dengan muka datar
"Oh bukan ya, maaf. mana paketnya"
"Silahkan tanda tangan di jidat anda sendiri" Ucap Vani sambil menyerahkan pizza yang dia bawa
"Ahah**a, bisa aja kamu. Ayo masuk" Ajak kakak Vani
"Saya kurir cuma antar paket, ngapain masuk?"
"Oh, pulpen saya di dalem. Ayo masuk" Ajak kakak Vani
"Saya bawa pulpen sendiri" Ucap Vani
"kamu berbakat jadi aktris, pinter drama"
"Sumpah dah, beneran aing kurir" Ucap Vani dengan muka datar
"hum, Susah juga ngadepin kamu yang sekarang" Ucap kakak Vani
"Cukup, kita terlalu lama ngobrol di depan pintu" Ucap Vani saat melihat orang orang yang lewat memperhatikannya. dia masuk ke apartemen kakaknya dan menaruh makanan yang dia bawa di atas meja
"Huftt... Udah lama nggak kesini" Ucapnya sambil duduk di sofa
"Kakak juga udah lama nggak kesini" ucap Kakaknya
"Nggak nanya" Ucap Vani
"Sekolah kamu gimana akhir akhir ini?"
"Sekolahku ya, nggak gimana gimana. Sekolahku tetap di tempat yang sama, nggak pindah pindah. lagian mana bisa di pindah" Jelas Vani
__ADS_1
"hmm.. dasar"
"Kamu kesini naik apa?"
"Naik delman istimewa ku duduk di muka" Ucap Vani sambil menoleh ke arah kakaknya. saat itu kakaknya menatapnya dengan tajam
"Eh... Bukan hehe, aku naik mobil" Ucap Vani dengan senyum lebar
"Vani, kamu tau kan waktu buat bercanda dan waktu buat serius?" Tanya kakak Vani serius
"Enggak" Jawab Vani
"Dasar.. padahal dulu setiap ada masalah kamu pasti datang ke kakak terus nangis. Tapi sekarang kamu kelihatan ceria"
"Dulu aku cuman latihan akting, hehe"
"Terserah deh"
"makan gih pizzanya, kakak udah susah payah belinya. Kalau nggak di makan nanti mubazir" Ucap kakak Vani
"Yang beli aku woy!" Ucap Vani ngegas
"Ahahaha, kenapa teriak teriak"
"Hm... Kok teriak sih? Ini namanya ngegas tau" Ucap Vani
"Ngegas? Nginjak gas? Bukannya ngegas kalau naik kendaraan? " Ucap kakak Vani
"Eh... Mending makan, keburu dingin"
"Woah, ternyata kamu masih ingat topping pizza kesukaan kakak" Ucap kakak Vani
"Yee, siapa bilang. Aku kan belinya asal" Ucap Vani
"Habis ini kita langsung ke rumah mama naik mobil kakak. Pulangnya nanti kakak yang antar kamu ke rumah" Ucap kakak Vani
("langsung ganti topik njirr")
"Kok ke rumah mama? Kenapa nggak ke rumah papa?" tanya Vani
"mau kakak cubit?" tanya balik kakaknya
"jangan hehe. Oh ya kak, aku kan bawa mobil sendiri. Nggak perlu di antar segala" Ucap Vani sambil memakan pizzanya
"ha?"
"Vani! Berapa umurmu? Siapa yang izinin kamu bawa mobil? Mama sama papa izinin? Apa kakak juga izinin? Kalau terjadi apa apa gimana?"
("Aduh, salah ngomong") batin Vani. dia hanya terdiam dan memasang muka terkejutnya
"Jawab pertanyaan kakak!"
__ADS_1
"Umurku sudah tujuh belas tahun. Mama sama papa izinin trus kalau kakak, aku belum tanya dan pastinya nggak ngizinin" Jawab Vani dengan kepala tertunduk
"Jawab Jujur!" Bentak kakak Vani
"Iya!" Jawab Vani kaget
"Umurku tujuh belas tahun tapi dua tahun lagi. Trus mama sama papa belum ngizinin"
"Sepertinya kakak salah ninggalin kamu sendiri di negara ini. Harusnya kakak kirim kamu ke negara A" Ucap kakak Vani
"Jangan kak! Sekolahku gimana? Trus teman teman yang sudah aku dapatkan dengan susah payah selama ini, gimana?"
"Sebentar lagi, kamu naik kelas. Kelas dua nanti kamu lanjutkan di negara A"
"Yah, kak! Jangan lah! Plis jangan kak!" Pinta Vani
"Kamu nggak bisa bantah!"
"kalau sampai kamu nggak nurut sama kakak, kakak beneran pindahin kamu!" Ucap kakak Vani
"Dan juga mulai besok, Mobilmu kakak sita"
"Kak! Aku sekolahnya gimana?!"
"Kakak yang antar kamu, Pulangnya juga kakak yang jemput. Jangan main kalau nggak kakak izinin" Ucap kakak Vani
"Yah, kok kakak jadi gini sih! Ngatur ngatur hidupku" Ucap Vani kesal
"Mama sama papa percayain kamu ke kakak. kamu harus nurut sama kakak!" Ucap Kakak Vani
"Akh.. Bodoamat! Aku pergi!" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya
"Vani! Duduk!" Bentak kakak Vani. Vani yang berdiri langsung kembali duduk
("Cih, kakak macam apa!") batin Vani
Selama Vani makan pizza, dia hanya terdiam membisu. Saat kakaknya mengajaknya ke rumah orang tua mereka, dia masih saja membisu.
Sesampainya mereka di tempat tujuan. orang tua mereka memutuskan mengundurkan jadwal untuk berlibur karena masalah pekerjaan yang mendesak
"Maaf ya kim, Vani. kita jadi nggak bisa liburan" Ucap mama Vani sedih
"Nggak apa ma, aku akan ajak Vani jalan jalan" Ucap kakak Vani sambil tersenyum. Vani selalu memasang wajah cemberutnya
("Tcih, kerja mulu! Makan tuh kerja!") batin Vani
"Vani, kamu baik baik ya nak. Maafin mama sama papa karena hari ini kita nggak jadi liburan bareng"
"tapi lain kali mama sama papa janji deh, nggak bakal ngebatalin lagi" Ucap mamanya dengan senyum kecil di wajahnya. Vani hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun
("Lain kali ya Van.. Bla bla bla... Halah!") batin Vani
__ADS_1
orang tua Vani kembali ke kantornya untuk bekerja. Di rumah orang tua Vani, kakak Vani dan Vani hanya diam tanpa mengobrol apapun