Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_47


__ADS_3

Agnes duduk di sofa kamar Vani. Saat itu keadaan menjadi hening sejenak, Jack memecah keheningan itu


"Nes, mau minum? Biar ku buatin" Ucap Jack


"Boleh! Ambilin aku soda aja, dikulkasnya Vani. dia punya banyak" Ucap Agnes


"Tau aja isi kulkasku" Ucap Vani


"Hehe, setiap aku kesini. Kamu cuma kasih aku soda!" Ucap Agnes


"aku akan ambil" Ucap Jack. dia berjalan keluar kamar


"Woy! Stopp! Tuan rumahnya masa nggak di tawarin apa apa sih" Ucap Vani


"Lah? harusnya tuan rumah yang nawarin. Udah bagus aku bantu nawarin tamu lain" Ucap Jack


"Buatin aku coklat hangat kalau nggak teh. Sama cemilannya juga, jangan lama lama" Ucap Vani


"Kamu kira aku pelayan?" Tanya Jack


"Adudududuh.. Badanku sakit lagi, bibi ngga ada lagi.." Ucap Vani kesakitan


"Ehem.. Kamu kan tadi udah janji sama bibi buat ngerawat aku, jadi pelayanku juga termaksud dalam perawatanku"


"hmm.. merepotkan" Ucap Jack sambil berjalan keluar. dia pergi ke dapur untuk menyiapkan cemilan dan minumannya


"Hehehe, emang dasar Jack sama Ray gampang di manfaatin" Ucap Vani senang


"Hm.. Ray ya" sambungnya teringat


("Akh.. Bodoamat sama manusia satu itu! Cuma bisa b*cod doang si")


("Tapi dia banyak b*cod gara gara aku yang nyebab-in dia kehilangan tangan kirinya")


("Hm.. Kalau dia udah mau ngobrol sama aku, aku ajak ke toko om deh")


("Respon Ray bakal kayak apa ya, jadi penasaran")


"Oy, Van. Ouy, Vani!!" panggil Agnes


"Eh?" Vani tersadar dari lamunannya dan menghadap ke arah Agnes


"Ada Apa?"


"Kamu yang ada apa! Dari tadi ngalamun mikirin apa sih? Ada masalah? Cerita aja napa" Ucap Agnes


"Iya njirr, barusan aku mikirin apa ya. Lupa" Ucap Vani


("nggak bakal aku ceritain soal.. Eh? Tadi aku mikirin soal apa ya, Njerr masa lupa beneran!")


"Ternyata lupa beneran" Ucap Vani


"Lupa apanya?" Tanya Agnes


"Bukan apa apa" Jawab Vani


Sementara itu, saat Awani dan Putri sampai di rumah sakit. Mereka berdua turun dari taxi dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit


"Hehe, kasihan Agnes kita tinggalin" Ucap Putri


"lagian supirnya nggak sabaran sih" Ucap Awani

__ADS_1


"Yang nggak sabaran kan kamu. Kamu yang nyuruh supirnya cepet cepet jalan"


"sekali kali jail sama Agnes nggak masalah kan" Ucap Awani yang merasa sangat senang


Setelah berjalan lama, mereka sampai di depan kamar tempat Vani di rawat


"Ini kamarnya kan?" Tanya Putri


"Iya, kita kan pernah kesini" Jawab Awani


"hmm.. kejutin Vani kuy, siapa tau dia langsung sadar dari koma. Kamu buka pintunya, trus aku loncat kedalam sambil teriak KEJUTAN, oke kan?" Ucap Putri


"Oke, siap yak" Awani bersiap membuka pintu


"Ceklek"


Awani membuka pintu kamar itu, Putri langsung loncat ke dalam kamar


"KEJUTAN!" teriak Putri


"Aaa.... hu... aaaaa... huuu... aaaaa... hhuu.. aaa... hu" Suara orang yang nafasnya tidak teratur karena kaget oleh Putri


"Kalian siapa! Nggak tau pasien jantungan apa! Malah di kagetin! Mau bikin ayah saya sekarat?!" ucap Salah satu keluarga dari orang yang terkejut karena ulah Putri


"Hah? Kok Vani jadi tua" Ucap Putri bingung


"Njerr, itu bukan Vani lol" Awani menyeret Putri keluar dari kamar itu. Setelah keluar Awani menutup pintu


"kita salah kamar"


"Nggak mungkin, aku hapal betul kamarnya Vani. Trus sebelah kamarnya Vani juga ada temannya Vani yang kecelakaan bareng dia" Ucap Putri yakin


"Bukan... bukan" Ucap Awani sambil menyilangkan tangannya


"Okeoke" Putri mengecek kamar sebelah kanan dan dia melihat Ray. Tapi karena Putri tidak tau Ray, dia merasa bingung


"Aw... Sini" ucap Putri. Awani datang menghampiri Putri


"Apa?" Tanya Awani


"Temennya Vani itu kayak apa?" Tanya Putri


"Hm... Dia.. kayak manusia lah, masa setan!" Jawab Awani


"Yang bener njirrr" Ucap Putri dengan muka datar


"Yaa.. Mana aku tau!" Ucap Awani


"Coba masuk kuy, kali aja bener"


"Yosh, kuy lah. Kamu duluan, hehe" Ucap Putri


"Dari pada kelamaan" Awani masuk kedalam kamar Ray. Putri mengikuti di belakangnya


"Siapa?" Tanya Ray penasaran


"Kamu! Temannya Vani kan?" Tanya Awani


"Vani? Siapa dia?" Jawab Ray


"Oke fiks dia bukan temennya. Ayo keluar" Ucap Awani. Awani dan Putri berjalan keluar dari kamar Ray

__ADS_1


"Eh... Tunggu" ucap Ray


"Kenapa? Kalau butuh bantuan, mending panggil suster. Kami nggak mau di repotin" Ucap Awani


"Bukan! aku kenal Vani" Ucap Ray


"Njerr, lagi sakit gitu beraninya bohongin kita! Mau kita bikin sekarat ya?!" Ucap Putri kesal


"Maaf yang barusan" Ucap Ray


"Ada apa cari aku?"


"siapa juga yang cari situ?"


"Vani dimana?" Tanya Putri


"kamar Vani di sebelah, cek aja" Jawab Ray


"Sebelah kiri kamar ini kan? Kami udah ke sana, tapi bukan itu" Ucap Awani


"Dia di sebelah kanan kamarku" Ucap Ray


("Vani gaada dikamarnya ya, kemana dia?")


"Owh, pantesan kita belum nemu juga. Ternyata salah kamar" Ucap Putri Lega


"Bukannya, kamar temennya Vani di sebelah kanan kamar Vani ya, hm... Mungkin salah arah" Ucap Awani kebingungan


"Njerr, aku ikut bingung!" Ucap Putri


"Kuy lah, kita kesana" Ajak Awani. Mereka berdua berjalan keluar dari kamar Ray


"Eh.. Tunggu!" Ucap Ray


"Apa lagi?" Ucap Awani yang menoleh ke arah Ray


"Sebelah kananku bukan kamar Vani, barusan bohong lagi" Ucap Ray dengan ekspresi datar


"Njerrr, ni anak. Suka banget bohong!" Ucap Awani kesal


"Dia dimana? Apa dia hilang! Owh.. Put, ayo cek di rumahnya!" Ucap Awani


"Ayo!" Ucap Putri. Mereka berdua berjalan keluar dari kamar Ray


"Tunggu!" Ucap Ray


"Apa lagi, kamvret!" Ucap Awani yang merasa sangat kesal


"Aku ikut! Aku ingin tau keadaannya!" Ucap Ray sambil turun dari ranjang


"Eh.. Awas jatuh" Ucap Putri


"Bukannya kamu masih sakit?" Ucap Awani


"Tubuhku baik baik aja, cuman ini..." Ucap Ray sambil menunjukkan tangan kirinya yang hilang


"hah?!" Ucap Awani terkejut


"Tangan kamu hilang gara gara kecelakaan itu?" Tanya Putri


"Iya, tapi selain tangan kiriku ini. Aku masih normal" Ucap Ray

__ADS_1


__ADS_2