
Ray selesai melakukan pemeriksaan, dia keluar dari ruang pemeriksaan. dia penasaran dengan keramaian di depan pintu
"Ada apa nih?"
"Oh Ray, kamu dah selesai" Ucap Agnes
"Ray asal kamu tahu, mereka berdua b*gonya minta ampun. Masa lidah kegigit jadi bisu" Jelas Jack
"Wih.. Kalian berdua akting polos? Apa polos beneran?" Ucap Ray
"Njerrr, ngeledek kau ya?" tanya Vani
"becanda, kalian udah selesai?" tanya balik Ray
"Udah dong. Kalau belum selesai ngapain keluar?" Ucap Vani
"Aku udah di periksa, tapi Vani belum tuh" Ucap Agnes
"Aku nggak perlu di periksa segala, badanku udah enakan. besok udah bisa sekolah nih kayaknya. lagian kalau di periksa ntar lama, males" Ucap Vani
"beneran udah enakan?" Tanya Jack
"Beneran lah" Jawab Vani
"Jangan gitu Van, kali aja ada yang belum beres. periksa aja" Sambung Agnes
"Iya Van, ini juga demi kebaikanmu sendiri" sambung Ray
("Mereka ternyata care ya sama aku")
"Hm.. oke deh kalau kalian maksa, aku bakalan periksa" Ucap Vani sambil tersenyum
"hmm.. tapi udah jam segini. kalau nunggu kamu di periksa, bakal pulang malem. Periksa lain kali aja Van" Ucap Jack
"Heh??" ucap Vani linglung
"Njerr, b*ngsad"
"Nes, Ray, Ayo pulang. Dan kamu Jack, pulang jalan kaki" Ucap Vani sambil berjalan menuju pintu depan rumah sakit. Agnes dan Ray mengikutinya tanpa memperdulikan Jack
"Van! Bercanda Van! Jangan gitu lah, rumahku jauh!" Ucap Jack sambil mengejar jalan Vani
"Cih..." Vani tidak menghiraukannya
"Okee, Fine... All Right..." Ucap Jack. dia berhenti mengejar Vani
"Van, kita mau tinggalin dia beneran?" tanya Agnes
"Buat apa kita bawa orang kayak dia" Ucap Vani
Setelah itu Vani, Ray dan Agnes sampai di parkiran mobil. Vani menyuruh Ray dan Agnes masuk terlebih dahulu ke mobil karena dia ingin ke toilet sebentar
"Eh, kalian berdua masuk dulu. aku ke toilet bentar" Ucap Vani
"Oke, jangan lama lama" Ucap Ray
"hmm" Ucap Vani sambil berlari ke toilet. Beberapa saat kemudian, Vani kembali dari toilet dan dia melihat Agnes dan Ray masih berdiri di samping mobil
"Loh, kok kalian nggak masuk? Masuk aja kali, kayak mau naik mobil siapa aja" Ucap Vani
__ADS_1
"Hehe, masuk aja ya?"
"masuk lewat mana woy!" Ucap Agnes ngegas
"Jangan ngegas juga woy! Pintu mobil ada empat, ngapain bingung masuk!" Ucap Vani
"Bukan masalah pintunya Van. Tapi kunci mobilnya belum di kasih ke kita. Gimana kita masuk? Kalau pecahin kaca mobil bisa dikira maling" Ucap Ray
"Oh, kunci...." Ucap Vani teringat
"Anjirrr, kuncinya ada di Jack. Dia yang bawa mobilnya tadi pagi"
"Jadi? Sekarang gimana?" Tanya Ray
"Ya gimana apanya" Ucap Vani
"Salah kamu sih! Pake Jack nggak boleh ikut segala" Ucap Agnes
"Kok jadi aku sih?" Ucap Vani
"Ya, emang kamu kan" Ucap Agnes
"Iya deh iya! Dari pada jadi masalah. Sekarang kita cari Jack" Ucap Vani
"udah jadi masalah b*go!"
"Tapi dimana Jack?" Tanya Agnes
"Mungkin aja dia belum pulang! Sore sore gini, kalau nggak lagi nunggu bus, pasti dia nunggu taxi online. Kalau nunggu, berarti dia di pinggir jalan. Ayo kita cari di depan" Ucap Ray
"Bener juga" Ucap Vani
mereka bertiga meninggalkan mobil Vani dan pergi ke trotoar depan rumah sakit. Dari kejauhan, Agnes melihat Jack yang sedang duduk sendirian di halte bus
"Njirr, monyet matakau" Ucap Vani
"hehe, refleks barusan" Ucap Agnes dengan tawa kecil
"Kalau gitu kuy, samperin!" Ajak Vani. Saat Vani berjalan ke arah Jack, Ray menarik tangannya. Vani menoleh ke arahnya
"Eh? Apa Ray?"
"Tunggu bentar! Kita amati gerak geriknya dulu" Ucap Ray
"Wih, main detektif detektifan nih. Bolelah boleh" Ucap Vani
"Kalau gitu, kita sembunyi di situ" Ajak Agnes. Mereka bertiga bersembunyi di samping tembok rumah sakit untuk mengawasi Jack
Saat itu Jack sudah lama menunggu bus, namun bus tak kunjung datang. Jack merasa lelah karena duduk dan dia berdiri dari duduknya. Vani yang melihat Jack berdiri langsung terkejut
"Eh, dia berdiri! Mau ngapain dia!" Ucap Vani terkejut
"Gaada bus yang lewat, dia mau ngapain berdiri" Sambung Agnes
"Mungkin dia mau naik bus gaib" sambung Ray
"Dia bakal diangkut ke alam gaib juga dong" Ucap Vani
"Bisa jadi" Ucap Ray
__ADS_1
"njirr ngaco kalian" ucap Agnes dengan ekspresi datar
Jack berbalik dan mulai melangkah,
"Eh dia mau pergi beneran" Ucap Vani
Jack menghentikan langkahnya dan kembali berbalik, dia kembali berjalan
"Dia pasti salah jalan!" Ucap Agnes
Jack berbalik dan berjalan ke arah sebaliknya untuk ke dua kalinya
"Dia pasti kelupaan sesuatu!" Ucap Ray
Jack mengulangi hal yang sama. Jack hanya berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa tujuan pasti di halte bus
"Njerr, dia bolak balik doang" Ucap Vani
"Kayak pengangguran tanpa arah" Sambung Agnes
"Emang dia pengangguran? Lulus sma aja belum" Ucap Ray
Saat itu, Jack yang berjalan mondar mandir terhenti. dia mengambil handphone di sakunya dan sepertinya hendak menelepon seseorang
"Eh, dia berhenti. Dia buka handphone mau ngapain?" Ucap Vani penasaran
"Seperti kataku tadi, dia pasti pesen taxi online" Ucap Ray
"Wih, Ray emang daebak [hebat]" puji Agnes
"Hehe" Ray tertawa kecil
"Pesen taxi online kan nggak perlu telepon, kenapa dia telpon?" Ucap Vani
"Mungkin mau cek drivernya" Ucap Ray
"Nggak kedengeran dari sini" Ucap Agnes
"Kalau gitu, kalian tetap disini. Aku mau cek apa yang dia omongin di telpon" Ucap Vani
"Bilang aja mau nguping" Ucap Agnes
"Kalau nguping, kesannya aku kayak penguntit" Ucap Vani sambil berjalan mengendap endap mendekati Jack
"beneran Mau nguping dia" Ucap Agnes dengan muka datar
"Benar, dia memang penguntit. Jalannya aja ngendap endap gitu" Ucap Ray
"Dia nggak sadar" Ucap Agnes
"ahahaha" Ray tertawa kecil
Setelah Vani merasa cukup dekat dengan Jack. Vani bersembunyi di belakang halte bus tempat Jack berdiri untuk menguping. Sementara itu, Agnes dan Ray mengawasi Vani dari kejauhan
"Liat tuh temenmu. Ngumpet deket banget begitu, mau ketauan apa?" Ucap Ray
"ahaha, dia nekat. Sembunyi di belakang orang nya langsung" Ucap Agnes
"Jongkok segala lagi. Nggak tau apa, orang orang yang lewat ngeliatin dia" Ucap Ray
__ADS_1
"Malu maluin. Kalau ketauan, kita pura pura nggak kenal dia aja"
"Setuju" Ucap Agnes