
"Kak?! apa yang kamu lakukan?!" Tanya Vani terkejut
"Jelaskan, di sekolah apa yang kamu lakukan sampai sampai dapat memar di pipimu?" Tanya kim dengan nada keras
"Aku jatuh dari tangga trus wajahku jatuh duluan" Jelas Vani
"Masih nggak mau ngaku?" Tanya Kim
"Ngaku? Ngakuin apa?" Tanya Vani
"Kenapa tadi kamu bisa ada di Jalan Bingo?" Tanya Kim
("Njirr, kok bisa tau ya") batin Vani
"Oke aku jujur, aku tadi mau pulang ke rumah lewat jalan bingo, di sana ada orang yang lagi di ganggu berandalan. Trus aku bantu dia, alhasil pipiku memar kena pukul"
"Jalan Sasageyo sama jalan Bingo beda arah!" Ucap Kim
"Oke oke.. Tadi aku kesana sama temenku, emang mau nuntasin anak jalanan di sana, mereka udah mengganggu ketentraman di sana" Jelas Vani
"Buat apa kamu ngelakuin itu?" Tanya kim
"Karena aku pembela kebenaran" Jawab Vani
"Brakk!" Kim menggebrak meja dengan keras
"Apa maksudnya pembela kebenaran? Sudah berapa kali kamu berkelahi dengan preman?" Tanya kim
"Nggak banyak, dari awal aku nolongin orang tapi orangnya kabur, trus aku cari adik temenku yang di culik, trus Aku cari motorku yang di curi. Trus pas bantu temenku yang lagi berantem sama preman, aku ketusuk. Trus aku masuk rumah sakit, trus aku kabur dari rumah sakit, kena kecelakaan di perempatan. Aku masuk rumah sakit lagi, koma tiga hari. Sekarang udah sembuh. dan juga mama sama papa juga tau"
"itu tadi ringkasan cerita sebelumnya" Jelas Vani
Kim menatap Vani dengan tajam
"ringkasan cerita apa?!"
“Kenapa kamu nggak bilang ke kakak dari awal?!"
"cerita hidupku hehe, lupakan"
("Apa untungnya bilang ke dia? Paling cuma kena omel")
"aku nggak mau ganggu kuliah kakak di negara lain"
__ADS_1
"Akh.. Dasar, kamu ini anak Cewek! Kenapa nggak berperilaku seperti anak cewek lainnya!" Ucap Kim Kesal
"Anak cewek lainnya? Kakak Yakin? Apa kakak tau pergaulan cewek cewek sekarang?" Tanya Vani
"Asal kakim tau, Mereka udah nggak pentingin harga diri mereka. Mereka lakuin apapun yang mereka suka, contohnya main pulang malem, bahkan nggak pulang! dan juga masih banyak kenakalan yang dilakukan. Kakim mau Aku jadi cewek begitu?"
"Bukan. Jangan jadi seperti mereka" tolak Kim
("Hehe, barusan boong") batin Vani
"Jadi? Kakak masih marah?"
"Jelas! Yang kamu lakukan selama ini sudah melenceng!" Ucap Kim
"Melenceng dimananya?" Tanya Vani dengan muka datar. telpon Kim tiba tiba berdering. dia menjawab panggilannya
"Presdir, rapat akan segera dimulai" Ucap Zuan di telpon
"Baik, saya segera kesana" Ucap Kim. Vani yang mendengar pembicaraan kakaknya merasa senang
("Yes, dia mau pergi! Aku bisa ke markas lagi hehe") batin Vani senang
"Kenapa kamu senyum?" Tanya Kim
"Senyum adalah ibadah kak" Ucap Vani sambil tersenyum
"Iya, kakak ada rapat. Kita urus masalah ini di rumah, kamu bisa pulang sendiri kan? Sampai rumah jangan keluar tanpa izin kakak" Ucap Kim dengan tegas
"Siyap Khakim" Ucap Vani sambil tersenyum. Kim berjalan ke pintu keluar restoran
"Wuhuuu... Yes yes yes!" Ucap Vani kegirangan. Saat itu tiba tiba Kim kembali menghampiri Vani. Vani langsung kembali duduk dengan sopan
"Khakim kelupaan sesuatu?"
"Kakak antar kamu sampai rumah" Ucap Kim
"Apa? Kenapa kak? Nggak perlu kak, rapatnya gimana?" Ucap Vani terkejut
"Masih sempat" Ucap Kim. dia mengandeng tangan Vani dan mereka pergi keluar dari restoran. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Vani hanya diam dengan muka datarnya
"Kenapa kamu?" Tanya Kim
"Nggak ada" Jawab Vani
__ADS_1
("Anjirrr, gagal deh rencanaku") batin Vani
("Oh, Khakim kan cuma sita mobilku, motorku masih ada. Nanti aku ke markas naik itu aja")
Sampai di depan rumah Vani. Vani segera turun dari mobil Kim
"Makasih kak!" Ucapnya sambil tersenyum
"Ingat! jangan keluar dari rumah ini" Ucap Kim. Kim melajukan mobilnya dan pergi dari rumah Vani. Setelah mobil Kim tidak terlihat, Vani langsung masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke kamar untuk mencari Kunci motornya
"Yes masih ada" Ucapnya senang saat menemukan kunci motornya. Vani mengambil helmnya dan memakainya. Dia langsung pergi ke garasinya untuk mengambil motornya. Saat membuka garasi, Vani terkejut karena motornya tidak ada di tempat
"Yah, sial. Masa motor juga" Ucap Vani yang tiba tiba kehilangan semangatnya. dia mengambil handphone di sakunya
"Yah, handphoneku kan buriq" Ucap Vani dengan muka datar. dia masuk ke rumahnya dan menggunakan telpon rumah untuk menghubungi Kim
"Halo khakim?" Ucap Vani
"Ada apa?" Tanya Kim di telpon
"Jangan bilang motorku juga di sita?" Ucap Vani
"Iya, Motor kamu ada sama kakak" Ucap Kim di telpon
"kamu pasti mau pergi! tetap dirumah!"
"Oh" Ucap Vani. Vani memutus telponnya. dia mendapatkan sebuah ide, dia kembali menelpon Kim
"Kenapa di putusin?" Tanya Kim di telpon
"Tadi kepencet hehe" Ucap Vani
"Kak, aku bisa keluar bentar? Ke toko handphone, deket kok! Nggak sampai satu jam aku udah balik ke rumah"
"Mau ngapain?" Tanya Kim di telpon
"Beli handphone, handphoneku rusak" Ucap Vani
"Handphone apa? Kakak yang beli, kamu tetap dirumah" Ucap Kim di telpon
"Yah, jangan dong. Aku kan mau pilih sendiri, bentar doang kok. Yaaaaa" pinta Vani
"Hm.. Baiklah, nggak sampai satu jam" Ucap Kim di telpon
__ADS_1
"Oke kak" Ucap Vani. dia kembali memutuskan telponnya
("Nah, dengan begini aku nggak ingkar janji sama Khakim hehe")