
Setelah mendengarkan apa yang Jack bicarakan di telpon. Vani mengendap endap kembali ke tempat Ray dan Agnes berada. Saat sampai di tempat itu, Vani menyampaikan apa yang dia dengar
"Ray, tadi tebakanmu dia telpon siapa?" Tanya Vani
"Kalau nggak naik bus ya telpon driver taxi online" Ucap Ray
"Wih.. Kok bisa benar gitu ya" Ucap Vani
"Aku udah lama kenal Jack, kalau dia nggak naik bus pasti naik taxi online" Ucap Ray
"Taxi online? Pesennya di telpon?" Tanya Agnes bingung
"Entahlah.. Aku masih bingung dengan cara Jack pesen taxi" Ucap Vani
"Trus, tadi apa yang kamu denger?" Tanya Ray
"Yaaa.. Dia cuma pesen transportasi buat pulang gitu. Entahlah, tadi aku sempat ngalamun pas disana" Ucap Vani
"Njirrr, di situasi begitu masih sempet sempetnya ngalamun?" Ucap Agnes terkejut
"hehe, suasana disana enak buat ngalamun" Ucap Vani
"Kesambet Setan baru tau rasa kamu" Ucap Ray
"Kesambet apaan?" tanya Agnes kebingungan
"Em... Apaan ea, kayaknya semacam kerasukan" Jawab Vani
"Kerasukan gimana?" Tanya Ray
"Nes!" Ucap Vani sambil mengedipkan sebelah matanya. Setelah itu Vani merangkak di tanah dan menggeram
"Wrauuuuu... Wrrauuuu.. wrauuu.. heerrrkkk!!" Vani menggeram
"dia kenapa?" tanya Ray terkejut
"Awas Ray! Bahaya!" Ucap Agnes. Ray langsung menjaga Jarak dengan Vani
"ETA SAHA?!" tanya Agnes sambil menaruh satu tangannya di atas kepala Vani
"Wrauuu... AING MAUNG. Wrauu!!" Vani menggeram
"Wrauuu.... Hessstttt.... wraaaauu!!"
Saat itu orang orang yang melintas berhenti dan berkumpul di belakang Vani
"Wrauu!!"geraman Vani sembari menoleh kebelakangnya. Saat melihat banyak Orang, dia langsung terdiam dan kembali berdiri
"Ehem... Ngapain ngumpul disini? Barusan aku cuma latihan buat.... Buat drama di sekolah! Jangan anggap saya orang gila!" Ucap Vani membela harga dirinya. Ray dan Agnes yang merasa malu dengan tindakan Vani sedikit menjaga jarak dari Vani
"Liat temenmu, berulah lagi" Ucap Ray
"Eh? Dia siapa? Bukannya temenmu" Ucap Agnes
"Temenku kan cuma kamu" Ucap Ray sambil tersenyum
"oh iya, temenku juga kamu" Ucap Agnes. sementara Vani mencoba membubarkan orang orang di sana
"Husstt! Pergi woy!" Usir Vani
"Yah, padahal bagus buat konten yutup" Ucap salah satu orang yang bubar. Setelah semua orang pergi, Vani menoleh ke arah Agnes dan Ray yang jaraknya cukup jauh dengan dirinya
__ADS_1
"Woy!! Kalian! Awas ya!" Teriak Vani. Agnes berlari menghampirinya dan langsung membungkam mulutnya
"Emmm..." gumam Vani saat mulutnya di bungkam. Vani melepaskan paksa tangan Agnes dari mulutnya
"Lepasin anjirr!"
"Hust, jangan keras keras t*lol!"
"liat tuh. Jack jalan!" Ucap Agnes
"Gawat njirr! Ayo susul, sebelum dia ngilang" Ajak Vani
"Ayo!" Ucap Agnes
Vani, Ray dan Agnes mengikuti Jack dari kejauhan. Jack masuk ke gang sempit di samping rumah sakit
"Woy! Dia masuk gang. Cepetan susul, keburu hilang!" Ucap Vani
"Iya iya!" Mereka bertiga mempercepat langkah mereka. Di ujung gang terdapat dua belokan, Jack berbelok ke arah kanan. Vani, Ray dan Agnes mempercepat jalannya supaya tidak tertinggal oleh Jack
"Buruan! Siput!" Ucap Vani kesal
"Iya!" Ucap Agnes ngegas
Saat berbelok, Vani terhenti karena sesuatu
"DORRR!!" teriak Jack
"ANJIRR!!" Ucap Vani terkejut
"HAH?!" ucap Ray terkejut
"Ahahahahaa, kalian ngapain ngikutin aku?" tanya Jack
"Kunci? Bukannya kamu yang bawa?" Ucap Jack
"Lah? Kan tadi pagi yang bawa mobilnya kamu" Ucap Vani
"Iya, yang bawa aku. Tapi kuncinya udah aku kasih ke kamu!" Ucap Jack
"Trus, sekarang kuncinya dimana?" Tanya Vani
"Mana ku tahu" Jawab Jack
"Vani sih, pelupa!" Ucap Agnes
"ahaha, ingatanku rapuh" Ucap Vani
"Kalau gitu ayo Jack cari" Ajak Ray
"Ngapain aku ikut cari? Lagian aku nggak bareng kalian. Mending pulang" Ucap Jack
"Jack, em... Kamu ikut kita deh. Kalau aku yang nyetir ntar Ray trauma" ucap Vani
"Em.. Gimana ya?" Ucap Jack
"Udahlah ayo!" Ajak Vani sambil menarik tangan Jack. Mereka berempat kembali ke rumah sakit
di rumah sakit mereka berpapasan dengan dokter Doni
"Eh, kalian yang tadi kan?" tanya Dokter Doni
__ADS_1
"Eh, Dokter! Ada apa Dok?" tanya balik Vani
"Kalian kehilangan sesuatu?" Tanya balik Dokter Doni
"Kehilangan? Em... Kayaknya gaada deh. Tapi, kunci mobil saya kayaknya ketinggalan disini" Ucap Vani sambil tersenyum
"sama aja hilang kan?"
"Cari aja gih di sana" Ucap dokter Doni sambil menunjuk ke arah barang hilang
"Kalau gitu dokter pergi dulu"
dia pergi meninggalkan mereka berempat
"Hm.. Tumben dokter Doni normal" Ucap Vani bingung
"Mungkin tadi dia salah makan nasi" sambung Agnes
"Paling dia udah tobat" Ucap Ray
"Kalian ngomongin apa si? Ayo ambil kunci, abis ini pulang. Udah jam tujuh malem" Ucap Jack
"Kuy" Ucap Vani. Mereka berempat pergi ketempat dimana barang barang hilang terkumpul
"Perasaan kunciku nggak hilang deh, cuma ketinggalan"
"Sama aja, masalah begitu pake di ributin segala" Ucap Jack
"Hm" Ucap Vani dengan muka datar
Vani bertanya pada penjaga barang hilang
"Sumimasen!" Ucap Vani sambil tersenyum
"Yang jelas!" ucap Jack
"Hm" Vani kembali memasang muka datar
"Woy! Mana kunci mobilku?" Tanya Vani
"Yang sopan!" Ucap Jack
"Cih! Gini salah gitu salah! Maumu apa sih!" Ucap Vani ngegas
"Aku aja, Awas!" Ucap Jack
"Permisi buk, Saya mau ambi kunci mobil temen saya yang hilang" Ucap Jack sopan
"Buk? Asal kalian tau ya. Saya ini masih muda, Jangan panggil buk!" Ucap Penjaga ngegas
"Anjirr, kerja kok ngegas gitu! Mau di pecat apa?" Ucap Vani
"Tcihh..." Ucap penjaga menghiraukan Vani
"ngajak gelud nih embak embak!" Ucap Vani ngegas
"jadi Mana kuncinya? saya bisa komplain ke atasan loh" Ucap Ray
"Nih ambil, buruan minggat sana!" Ucap penjaga
"bukan ini lol, kunci mobilku yang itu" Ucap Vani sembari menunjuk kunci mobilnya yang terlihat
__ADS_1
"Bilang dari tadi!" Ucap penjaga
"Yee, ditanya juga enggak" Ucap Vani