Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_23


__ADS_3

Kakak kelas yang melihat kehadiran Azka, langsung berhenti memukuli Agnes dan Vani. mereka mencoba menjelaskan kejadian yang terjadi di sana


"Pak! Ini murni salah cewek cewek ini pak!" ucap kakak kelas membela diri


"Ahahahaha, kita belum kalah" Ucap Agnes yang masih sadar sambil menahan sakit


"Diem kau" ucap Kakak kelas sambil menendang perut Agnes hingga Agnes pingsan


"JANGAN DI TERUSIN!" Teriak Azka


"KALIAN! BERDELAPAN! PERGI KE BK SEKARANG!! JANGAN KABUR!! BAPAK UDAH HAPAL WAJAH WAJAH KALIAN" Perintah Azka tegas


"Baik pak" Kedelapan anak kelas tiga langsung pergi ke BK sesuai perintah Azka. sampai di BK, mereka berdelapan masuk secara bergiliran. Hal itu membuat guru BK terkejut


"Loh loh, Kok kalian kesini rame rame. Mau apa?" Tanya guru BK kebingungan


"Kami disuruh pak Azka bu" Jawab salah satu anak kelas tiga


"Kalian bikin salah apa?" Tanya guru BK


"Kami berdelapan korban bu" Jawab salah satu anak kelas tiga


"Kalian semua korban? berdelapan? Jadi Korban? Korban apa?" Tanya Guru BK


"Saya korban sapi bu" Jawab ngaco salah satu anak kelas tiga


"Saya cuma punya ayam seekor, walau seekor saya tetap korban bu" Jawab anak kelas tiga lainnya


"Ahahahaaa... Dasar kalian ini, itu kurban! Ya udah, kalian duduk dulu. Kalian tenang aja, disini aman" Guru BK langsung percaya dengan penjelasan anak kelas tiga dan mereka berdelapan tersenyum senang sambil duduk sesuai dengan perintah Guru Bk


Sementara itu, di atap. Azka dan Awani menghampiri Vani dan Agnes yang pingsan tergeletak di lantai atap


"Van, Nes. Kalian nggak apa?" Tanya Azka pada Agnes dan Vani yang pingsan


"wooo tentu! Mereka baik baik aja pak!" Jawab Awani ngegas


"Udah tau mereka pingsan trus babak belur begitu. Masih tanya nggak apa?!" sambungnya lebih ngegas


"Ahahahhaa, becanda" Ucap Azka dengan tawa kecil


"Mereka sekarat gitu? Di becandaain sama pak Azka?" Tanya Awani syok


"Nggak" Jawab Azka yang tiba tiba berhenti tertawa dan memasang ekspresi serius


"Kamu, panggil empat guru lain dan suruh mereka bawa tandu kesini" sambungnya tegas


"Kenapa empat? harusnya tiga, sama bapak kan jadi empat, udah cukup buat bawa tandu" Tanya Awani penasaran

__ADS_1


"Pinggang Pak Azka lagi encok, nggak bisa angkat yang berat, hehe" Jawab pak Azka


"Yeeee.. masih muda udah tua" Ucap Awani sambil berjalan meninggalkan atap dan pergi ke kantor guru untuk memanggil empat guru sesuai perintah Azka


"Pak, aku udah bawa bantuan!" Teriak Awani sambil berjalan bersama ke empat guru di sisinya


"Pak Gibran, kuserahkan dua anak yang pingsan ini pada pak Gibran dan yang lainnya, saya mau urus pelaku di BK dulu" ucap Azka pada Gibran sambil menepuk pundak Gibran


"Serahkan pada saya" jawab Gibran mengangguk


"Wuahahahaha" Azka pergi dari atap sambil tertawa dibuat buat


"Anjirr, punya guru kok gini amat" Ucap Awani sambil mengamati Azka yang berjalan pergi dari atap


Vani dan Agnes dibawa oleh guru guru menggunakan tandu ke UKS. saat sampai di UKS, Vani dan Agnes di tidurkan di atas ranjang UKS. Luka Mereka berdua diobati oleh perawat yang ada di UKS


Agnes yang merasa sedang di obati langsung bangun dari pingsannya. Sementara Vani terbangun karena punggungnya yang sakit tertekan tubuhnya sendiri dan dia langsung bangkit dari tidur


"Akhhh" Teriak Vani yang kesakitan mengejutkan orang orang disana


"Anjirr, Kenapa? Apa yang sakit?" Awani yang tadinya mengantuk langsung sadar karena teriakan Vani


"Akh... Punggungku sakit, Kenapa di baringin begini? harusnya di tengkurapin" keluh Vani


"Yang baringin kamu kan bukan aku" Jawab Awani dengan ekspresi datar


"Akh... Badanku pegel semua dan juga tanganku kok banyak tambalan plester gini?" Tanya Vani sambil melihat badannya yang penuh plester


"Kamu kenapa nggak ke kelas?" Tanya Vani serius


"Kan jagain kalian berdua disini, hehe" Jawab Awani sambil tersenyum


"Bilang aja males pelajaran" Ucap Vani


"Tau aja kau" Ucap Awani


Perawat yang mengetahui Vani dan Agnes telah sadar, langsung menghampiri mereka untuk menanyakan beberapa hal


"Nomor orang tua kalian mana? Biar mereka jemput kalian kesini" Tanya perawat UKS


"Orang tua saya di Negara A bu, masa iya mereka mau jemput saya kesini ahahaha" Jawab Vani yang sedikit merasa sedih


"Kalau orang tua saya, mereka di luar pulau. ngurusin bisnis mereka" Jawab Agnes yang ikut merasa sedih


"Orang tua saya juga, walau kota kita sama. Tapi mereka sibuk sama bisnis dan mereka tinggal di rumah deket tempat kerjanya, huhu" Sambung Awani sedih


"Nggak tanya kamu" Ucap perawat cuek

__ADS_1


"Jahat kali" Ucap Awani dengan ekspresi datar


"Kalau gitu, mana nomornya. Biar saya bilang masalah ini ke mereka" pinta perawat


"Jangan bu, jangan" Tolak keras Agnes


"Nanti mereka khawatir bu, kerja mereka keganggu. Nanti kalau bangkrut, emang ibu mau ganti?" sambung Vani


"Aduhh, gawat kalau itu" Ucap perawat


"Bentar lagi jam pulang, Kami bisa pulang sendiri kok bu!" Ucap Vani


"baiklah, khusus untuk kalian berdua, Besok tidak perlu berangkat sekolah. Istirahat di rumah, biar badan kalian pulih" ucap perawat


"Yess, mantap bu!" Ucap Agnes senang


"Yah bu! Kalau saya gimana?" Tanya Awani dengan wajah memelas


"Kamu nggak kenapa napa kan? Berangkat kayak biasa ya" Ucap perawat sambil tersenyum


Setelah mengobrol cukup lama, perawat mendapatkan telepon dari seseorang dan dia pergi mengangkat telepon. Selesai menelpon, perawat memberi tahu informasi pada Agnes dan Vani


"Sebelum pulang, kalian ke ruang BK. Ketemu sama pak Azka dulu" Ucap perawat


"Yah, kamvret. dapet surat peringatan ke tiga pasti!" Ucap Vani yakin


"Iya nih, padahal kita kalah dari mereka" Ucap Agnes


"Oh iya, ada yang masih aku bingungin" Ucap Vani penasaran


"Apa?" Tanya Awani


"Soal, anak kelas tiga yang ngelempar batu pas banget di punggungku" Jawab Vani


"Hmmm, pasti kamu pikir. Kenapa dia tau kalau punggungmu bermasalah kan? Ya jelas lah, orang abis kena batu. Kamu teriak kesakitan begitu" Jelas Awani yang melihat kejadian di atap


"Bukan masalah itunya" Ucap Vani


"Trus apa?" Tanya Awani yang sangat penasaran


"Kenapa di atap sekolah bisa ada batu? Batu darimana coba? Masa iya, mereka bawa bawa batu!" Ucap Vani


"Njerr, yang di bahas batunya lagi" Ucap Awani yang merasa di tipu dengan jawaban Vani


"Iya juga ya, kenapa di atas ada batu? Harusnya nggak ada" sambung Agnes


"Mungkin mereka sakuin batu biar nggak kebelet bab, hehe" Ucap Awani

__ADS_1


"Njerr, batu besar gitu di sakuin? Auto jebol lah sakunya" Ucap Vani


"Hm... Mengenai asal usul batu itu, entahlah. Biarkan itu menjadi mistery" ucap Agnes mengakhiri obrolan mereka bertiga tentang batu


__ADS_2