
Ray mendengarkan saran Jack dan dia menelpon Vani. Vani yang sedang main game di laptopnya terkejut setelah mendengar nada panggilan
"Anjirr, ada yang telpon. Siapa nih" Ucap Vani tanpa meninggalkan gamenya
"heh? Ray! Ngapain nelpon malem malem"
"Nes, nes bangun! Gawat!" Vani membangunkan Agnes hingga Agnes terbangun
"woahh"
"Apa?" Tanya Agnes
"Gawat! Ray telpon!"
"emm.. Tinggal angkat, apa susahnya sih"
"Bukan telponnya, tapi game nya. Game online nggak bisa di jeda! Kamu yang ganti aku main!" ucap Vani panik
kesadaran Agnes kembali dengan cepat,
"game? mana mana" Agnes menggantikan Vani memainkan game dan Vani mengangkat telpon dari Ray
"Lama banget jawabnya" Ucap Ray dari telpon
"Barusan tidur! Nggak denger" Jawab Vani
"Kamu dimana?"
"Di hatimu hehe"
'degg'
"Ahahahaa "
"Ehem... Kamu dimana? Jawab yang bener" Tanya Ray dari telfon
"Di rumah Agnes, nginep. Nggak denger suara game apa?" Tanya Vani
"Nes, naikin Volume game nya" Bisik Vani pada Agnes. Agnes menaikkan volume gamenya
("Tertypo kau B*ngsad")
"Tuh denger kan?"
"coba kasih telponnya ke temenmu" Ucap Ray
"Mau ngapain?" Tanya Vani
"Mau bicara bentar"
"Ya udah" Vani memberikan telponnya pada Agnes dan Vani melanjutkan game nya hingga selesai
"Halo, ini Agnes temennya Vani. Salam kenal" Sapa Agnes pada Ray di telfon
"Iya. Kamu cewek apa cowok?" Tanya Ray lewat telpon
"Budek apa? Nggak bisa bedain suara cewek sama cowok ya?" Ucap Agnes kesal
"hmm.. sifatnya sama"
"Maaf, barusan bercanda. Oh ya.. Kalian di mana?" Tanya Ray di telpon
"Lagi nginep di rumah Vani nih. Ada apa emangnya?"
"Oh.. Di rumah Vani ya. bisa ngobrol sama Vani lagi?" Ucap Ray lewat telpon
"Nih, dia mau bicara sama kamu" Ucap Agnes sambil memberikan hpnya ke Vani
__ADS_1
"Ada apa lagi Ray? Ngantuk nih!" Ucap Vani
"Kamu beneran di rumah temenmu? tadi temenmu bilang kalian nginep di rumahmu! Apa kalian tukaran rumah?" Tanya Ray lewat telpon. Vani menutupi mic hpnya
"Njirr, kamu bilang apa sama Ray?" Bisik Vani pada Agnes
"Nginep di rumahmu" Bisik balik Agnes
"yee.. ku bilangnya nginep di rumahmu"
"Gawat tuh, cari alesan sana"
"Halo Van?" Ucap Ray lewat telpon
"Iya Ray, jadi gini. Niatnya tadi mau nginep di rumah Agnes, tapi malah Agnes lupa bayar listrik. Listriknya mati deh, trus nginep di rumahku" Jelas Vani
"Njerr, malang amat nasibku. Nggak bisa bayar listrik" gumam Agnes
"Hustt... diem" ucap Vani
"Meragukan. ganti VC aja, biar aku liat yang sebenarnya" Ucap Ray lewat telpon
"Akh.. B*ngsad! Maunya apa sih? Kamu siapa? Tanya mulu dari tadi! Capek tau! Nggak tau udah malem apa? Mau tidur nih! Jangan ganggu! F*ckk!" Vani merasa kesal karena terus di tanyai Ray dan dia langsung memutuskan telponnya
"Van? Halo... Yah.. Dimatiin"
"dia marah banget kayaknya" Ucap Ray
"Kebanyakan nanya" Ucap Jack
"balik masuk, mulai dingin di sini" mereka berdua kembali masuk Ke markas
Sementara itu di mobil, Vani masih merasa kesal pada Ray
"tcih, Ray B*ngsad! Maunya apa sih!" Ucap Vani kesal
"Udah, nih minum. Biar adem" Agnes memberikan minuman pada Vani. Vani meminumnya
"Hehe" tawa kecil Agnes
"Barusan aku terlalu kasar nggak ya sama Ray?" Tanya Vani
"Hm.. Biasa aja, kayak kamu yang biasanya" Jawab Agnes
"njerr.. tapi ku rasa terlalu berlebihan deh" Ucap Vani menyesal
"ntar pas ketemu dia, kamu minta maaf"
"Iya deh"
"Tidur aja, katanya besok kamu mau ngintai mereka" Ucap Agnes
"Njerr ngintai, bahasamu keren amat"
"ya udah, malem Nes" Vani tertidur tengkurap
"Kok kamu tengkurap sih?" Tanya Agnes
"Punggungku masih sakit"
"Kamu bawa obat?"
"Bawa"
"Mau aku pakein salepnya?" Ucap Agnes
"Nggak lah, besok aja. Sekarang tidur" Ucap Vani sambil memejamkan matanya. mereka berdua tertidur lelap malam itu
__ADS_1
Sampai pagi hari menjelang, Vani dan Agnes terbangun dari tidurnya
"Udah jam enam pagi" Ucap Agnes
"Iya nih, ayo siap siap" Ucap Vani
"Aku ganti plester dulu" Agnes menganti plester di seluruh tubuhnya
"Oh ya, bantu aku olesi salepnya" pinta Vani. Agnes mengoleskan salep di punggung Vani
"Udah nih, plestermu juga ganti, sama yang di pipimu itu juga" Ucap Agnes
"Iya iya, kamu juga. Yang di jidat belum di ganti" Ucap Vani
"oh iya lupa" Agnes mengganti plester di dahinya
"Nah selesai!" Mereka berdua selesai mengganti plester mereka
Beberapa saat kemudian Ray dan Citra terlihat sedang menuju ke restoran tempat Vani memarkirkan mobilnya untuk membeli makanan. Vani yang melihatnya merasa terkejut
"Hah?! Itu Ray!" Ucap Vani terkejut dari dalam mobil
"Mana?" Tanya Agnes penasaran
"Itu yang pake jaket merah, yang lagi jalan sama cewek"
"Cewek itu siapa?"
"Dia Citra, dari satu komunitas juga. Mereka pasti beli makanan untuk anggota lainnya. Gawat kalau Ray tau mobilku"
"Trus gimana?"
"Kita nggak bisa terus disini! Ayo keluar cari tempat sembunyi!" Ucap Vani sambil buru buru keluar dari mobilnya
"Kemana?" Tanya Agnes yang ikut turun dari mobil
"Kita ke cafe depan situ!" Vani dan Agnes berlari ke cafe di depan restoran. mereka duduk di samping kaca agar bisa memantau Ray dan Citra. Saat mereka memantau, seorang pelayan datang dan mengagetkan Vani dan Agnes
"Permisi! Mau pesan apa" Tanya Pelayan secara tiba tiba
"njerr" Vani dan Agnes menoleh kearah pelayan
"Eh... ehehehee, kami Pesan hot chocholate dua sama chocholate cake dua" Ucap Agnes sambil tersenyum kecil
"baiklah, mohon tunggu sebentar" Ucap pelayan sambil pergi dari meja mereka
"Ganggu aja tuh pelayan" Ucap Vani
" Eh, liat tuh. Temenmu keluar!" Ucap Agnes
"Mana mana?"
" Itu, mereka mendekat ke mobilmu"
"Aduh, gawat dong"
"Untung kita disini" Ucap Agnes
"Untung apa?" Tanya seseorang dari belakang Vani. Mereka berdua menoleh ke arah orang itu
"Jack!" Teriak Vani terkejut. Jack terlihat sedang duduk di kursi belakang Vani
"Hustt! Jangan keras keras Van!" Ucap Agnes
"Jack! Kenapa kamu bisa disini!" Tanya Vani
"Kenapa? Ini tempat umum! Yang harusnya tanya, aku. Kenapa kamu disini?" Tanya balik Jack
__ADS_1
"Aku? Disini? Main sama Agnes kan.. Nes?" Ucap Vani
"Ahahaa, iya" Jawab Agnes dengan tawa kecil