Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_61


__ADS_3

"ahaha, sok sekali kamu ini. Udah berantem berkali kali, nyatanya perbandingan menang sama kalah banyakan kalahnya" Ucap Jorhan sambil tertawa


"asal Kamu tau ya, Kekalahan itu kemenangan yang tertunda. Jadi kedepannya pasti aku yang menang" Ucap Vani


"Iya deh, iya" Ucap Jorhan dengan senyum kecil


"kamu udah sembuh, balik kayak dulu lagi ya"


"Emang pas aku sakit, aku berubah?" Tanya Vani


"Iya, pas kamu sakit tuh.." Ucap Jorhan terhenti


"Aku kenapa?" Tanya Vani


"Nggak banyak bicara. di ajak ngobrol juga diem aja" Ucap Jorhan


"Jelas nggak bicara sama nggak bisa di ajak ngobrol, pasti kamu datangnya pas aku tidur" Ucap Vani


"Loh, kamu tidur? Tidur kok matamu masih kebuka?" tanya Jorhan


"Aku dari kecil emang kadang begitu"


"Begitu gimana?" Tanya Jorhan


"Aishh.. Lupakan!" Ucap Vani


"kamu berangkat sana. Udah siang, Telat m*mpus kau"


"oh iya!"


"aku pergi dulu!" Ucap Jorhan


"Yokay, hati hati Han" Ucap Vani. Jorhan berjalan pergi menuju ke sekolahnya


"Van, aku serahkan copetnya padamu" seru Jorhan dari kejauhan


"Oke!" seru balik Vani. Jorhan kembali melanjutkan perjalanannya. Sementara Vani merasa bingung harus mengapakan copet itu

__ADS_1


"Haish! Copet copet. Nyusahin orang aja"


"Telpon Polisi deh" Vani mengambil handphone di sakunya, namun handphone itu tidak berada di sakunya


"astaga! handphonenya aku tinggal di mobil gara gara lowbat. Gimana telponnya nih"


("Angkat? Pasti berat, nggak deh. Daerah ini juga termaksud daerah sepi, orang jarang ada yang lewat")


("Oh, aku ada ide") batin Vani


Vani mengambil tas hasil copetan pencopet. dia mengambil kertas kecil di sakunya dan menuliskan surat. Dia menaruh surat itu di samping copet yang pingsan, setelah itu dia pergi meninggalkan copet itu dan kembali ke restoran


sesampainya di depan restoran, Vani bertemu dengan orang yang tercopet


"Ini milik ibu?" Tanyanya


"Iya itu, iya! Itu punya saya" Ucap orang yang tercopet dengan senangnya


"Kalau gitu ini, lain kali lebih hati hati" Ucap Vani sambil memberikan tas yang dia bawa


"Makasih nak" Ucap orang yang tercopet sambil menerima tas dari Vani


"Wah.. Masih utuh"


"Iya pastinya"


"ya udah bu, saya permisi dulu" Ucap Vani sembari berjalan masuk ke restoran


"Eh.. Tunggu bentar..." panggil orang yang tercopet. dia mengambil sejumlah uang di tasnya


"Nggak perlu bu, saya nolongin ibu tanpa mengharap apapun bu, simpan saja uang itu" Ucap Vani menolak


"Eh? Apa maksudnya? Saya cuma mau minta tolong beliin pizza di dalam"


"anak saya suka banget makan pizza, Saya mau ke toilet dulu" Jelas orang yang tercopet


"Oh! Ahahahaaa, begitu ya. kalau gitu ibu ke toilet aja, nanti saya belikan. Uang itu ibu simpan aja" Ucap Vani sambil tersenyum kecil. dia berjalan masuk ke dalam restoran sedangkan orang yang tercopet pergi ke toilet

__ADS_1


("Anjirr, malunya bukan main") batin Vani


Vani mengambil pesanannya


"Kak, pesanan saya udah jadi?"


"Oh, iya sudah"


"ini" Ucap pelayan sembari memberikan pesanan Vani


"sama satu lagi, Pesan pizza big size favorite"


"trus tolong nanti pizza ini di kasih ke ibu ibu di depan. Dia pake baju coklat sama bawa tas merah" Jelas Vani


"Oh iya, biaya ongkirnya juga termaksud ya" Ucap pelayan sambil tersenyum


"Di depan restoran pake ongkir?!"


"Ya udah oke. tolong total semuanya, saya buru buru" Ucap Vani


"Totalnya tiga ratus ribu" Ucap Pelayan


Vani memberikan kartu Debitnya. Selesai membayar, dia mengambil pesanannya dan pergi keluar dari restoran. Dia kembali masuk ke mobilnya


"Parah Parah. Aku kira ibu tadi mau kasih aku uang, tapi nyatanya ahaha"


dia melajukan kembali mobilnya ke apartemen kakaknya


Sementara itu, pencopet yang pingsan, akhirnya sadar. Saat dia terbangun, dia melihat sebuah catatan dan beberapa uang di sampingnya. Dia melihat surat itu


*To Pencopet*


Saya nggak tau apa alasan anda jadi pencopet. Mungkin anda juga tau kalau mencopet itu tidak baik. Tapi saya tau bahwa anda punya alasan tersendiri untuk menjadi pencopet. Saya saranin ya, anda cari pekerjaan yang lebih baik dari pada mengambil hak orang lain. Kalau anda ketangkep trus masuk penjara, gimana nasib keluarga anda kelak?. Sebelum menyesal, pikirkan baik baik. Oh ya, saya ada beberapa uang, tapi tidak sebanyak hasil mencopet. Dan juga yang pasti itu uang halal, jadi anda bebas pakenya


Pencopet itu hanya terdiam setelah melihat surat itu, dia mengambil uang di samping surat itu dan memasukkannya ke saku. Pencopet itu membuang surat yang baru saja dia lihat. Dia melangkah pergi dari tempat itu


"Surat apaan lagi! Nggak tau apa? aku buta huruf. Tapi kalau baca uang sih bisa!"

__ADS_1


"hehe lumayan banyak juga nih" Ucap Pencopet senang


__ADS_2