Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_63


__ADS_3

Kakak Vani mendatangi Vani yang sedang duduk diam di sofa. dia duduk di samping Vani


"Kamu kenapa?" Tanya kakak Vani. Vani tidak menjawabnya


("Kenapa, Matakau!") batin Vani kesal


"Di tanya kakak sendiri, diem aja. Maunya apa?"


"Trus aku harus bilang apa!" Ucap Vani kesal


"Apa salah kakak?"


"Banyak! Kakak udah mulai ngebatesin kebebasanku! Dulu pas kakak belum disini, aku bebas. Kakak disini, serasa di penjara! padahal belum juga mulai! Mending kakak tetap di negara C deh!"


"Vani, Jaga bicaramu. Kakak udah salah manjain kamu selama ini"


"Manjain dimananya?! Aku selama ini selalu hidup sendiri!"


"Uang yang selama ini, mama sama papa transfer ke kamu itu apa?" Ucap kakak Vani


"Ya tetap uang, emang apa lagi?"


"Mending aku nggak punya kakak, daripada punya kakak kaya kamu!" Ucap Vani ngegas. Saat itu kakak Vani terdiam


"Vani, Kamu renungin apa kesalahanmu disini. Kakak pergi" Ucap kakak Vani. dia pergi keluar dari rumah orang tua mereka


Beberapa saat kemudian, Vani juga keluar dari rumah orang tuanya. Di depan rumah itu, Vani terhenti karena melihat lingkungan yang asing baginya


"Dimana ini!"


("Pas di mobil tadi aku nggak merhatiin jalan. Ternyata ini bukan rumah lama mama sama papa!")


("Lokasinya walau masih satu kota, tapi jauh juga dari rumahku") batin Vani saat dia melihat tanda nama tempat di seberang jalan. dia mencari handphone di sakunya


("waduh, handphoneku di carger di apartemen kakak lagi. Nggak mungkin juga aku kesana")

__ADS_1


("Kakak B*ngsad itu juga ninggalin aku!")


("Tcih.. dompet di mobil. Nggak bawa uang sepeserpun lagi!")


Vani memutuskan untuk jalan kaki. dia menelusuri jalanan yang asing baginya. Beberapa jam kemudian dia merasa kelelahan karena terus berjalan, dia berhenti dan duduk di kursi umum


("Haish.. Dimana ini! mau balik ke rumah mama nggak tau tadi lewat mana aja. Capek banget lagi, Mau beli minum gaada uang, Lengkap sudah penderitaanku") batin Vani. dia yang merasa lelah akhirnya tertidur di kursi itu


Beberapa saat kemudian, dia terbangun dari tidurnya. Saat itu hari sudah mulai gelap, dia langsung berdiri dari kursi yang dia duduki


"udah gelap!" Ucapnya terkejut. dia mengamati keadaan sekitarnya


("Jalan ini sepi banget, serem! Padahal tadi siang banyak yang lewat")


"Akh, tenang Vani. Hari gini nggak mungkin ada setan. Mending lanjut jalan deh, biar cepet sampe rumah" Ucap Vani bersungguh sungguh. Dia kembali melanjutkan perjalanan


Beberapa saat kemudian, dia berhenti di sebuah perempatan jalan, dia memutuskan untuk berbelok ke kanan. Setelah perempatan itu, Vani hanya terus menelusuri jalan lurus yang sangat panjang. Di tengahnya berjalan, dia mendengar sebuah suara dari arah belakangnya


"Gukk.. gukkk.. gukkk" gonggongan anjing dari arah belakang Vani. dia langsung menoleh ke arah anjing itu


Setelah merasa aman, Vani berhenti berlari


"Hosh.. hosh... Anjirrr! Ada anjing!" Ucap Vani sembari menoleh ke arah belakangnya


"Untung lariku cepet, jadi nggak kekejar"


"Yosh, lanjut jalan deh" dia melanjutkan perjalanannya. di tengah perjalanan, dia kembali terhenti karena melihat sesuatu


"makam!" Teriak Vani terkejut saat melihat pemakaman yang tidak jauh dari dirinya berdiri


("Gimana ini! ada setan beneran nanti! Kalau aku putar balik, ada anjing! nanti gigit") batin Vani cemas


("jalan ini satu satunya lagi! Akh.. Sial amat sih")


("Yosh, gaada setan di sini. Pasti aku bisa ngelewatin pemakaman ini, cukup dengan lari!")

__ADS_1


Vani langsung berlari dengan cepat melewati pemakaman itu


("Kenapa nggak ada ujungnya sih!") batin Vani merasa takut


di tengah berlari, dia terhenti di tengah pemakaman karena mendengar sesuatu


"Tin!!"


Vani merasa sangat ketakutan. Dia langsung menutup mata dan kedua telinganya


"Plis setan, pergilah, jangan ganggu aku! Aku cuma mau lewat!" Ucap Vani panik


"Vaa niiii" bisikan lirih dari arah belakangnya


"Jangan plis!" Ucap Vani semakin panik. Vani langsung jongkok ketakutan


"lagi ngapain malem malem di pemakaman gini? Mau cari pesugihan?" Tanya seseorang dari arah belakangnya. Vani langsung menoleh asal suara


dia merasa sedikit lega melihat kakaknya berdiri tidak jauh dari dirinya. dia langsung berlari ke arah kakaknya dan memeluknya dengan erat


"Kakak" Teriaknya senang


"hust.. jangan nangis, kakak disini" Ucap kakak Vani


"Hiks.. Kakak, tadi ada suara. Suara setan manggil aku kak, Tolongin aku" Ucap Vani sambil menangis tersedu sedu


("Itu suaraku") batin Kakak Vani


"Udah. Oh ya, bukannya kamu masih marah sama kakak ya? Kalau gitu kakak nggak ganggu kamu deh" Ucap kakak Vani sambil melepas pelukan Vani. Saat itu Vani langsung berhenti menangis dan mengusap air matanya


"Kamu hati hati ya disini. Kakak nggak bakal ganggu kamu, kamu kan nggak mau di atur sama kakak. Jadi kamu bisa bebas" Ucap Kakak Vani sambil berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Vani langsung mengejarnya dan menarik baju kakaknya dari belakang, langkah kakak Vani terhenti dan dia menoleh ke arah Vani


"Oke kak, aku bakal turutin kemauan kakak. Plis bawa aku keluar dari tempat ini" pinta Vani


"berubah pikiran secepat itu? Bagus deh, begini baru adik kakak. ayo pulang"

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke mobil. kakak Vani mengantar Vani pulang ke rumahnya


__ADS_2