Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_65


__ADS_3

Selesai sarapan, Vani dan kakaknya keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil kakak Vani


"Kak, mobilku di kemanain?" Tanya Vani


"Tenang aja, mobilnya kakak simpan"


"kelas tiga, kakak balikin" jawab kakak Vani


"Yah Kak, kelas tiga masih lama"


"Lagian kalau mobilnya nggak di pake, mesinnya ntar rusak" Ucap Vani


"tenang aja, nggak akan terjadi"


dia melajukan mobilnya menuju sekolahan Vani


"kamu nggak kehilangan sesuatu?"


"Kehilangan? Apa? Kayaknya enggak deh" jawab Vani


"Oh begitu ya. Barang yang berharga bagimu? Ada yang hilang?" Tanya kakak Vani


"Barang yang berharga, aku kan nggak punya. Jadi gaada" jawab Vani


"Haduh handphonemu mana, ada nggak?!" tanya kakak Vani ngegas


"Wih, udah bisa ngegas aja nih" Ucap Vani bangga


"Emang handphoneku kenapa?"


"ADA NGGAK?!"


"Jangan teriak teriak juga kali. Cukup ngegas aja" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Soal handphone si, aku tinggal di apartemen kakak. kakak tau ngga?"


"kalau ngga, berarti dari kemarin pagi sampe sekarang pagi lagi, aku charger. meledak nggak ya"


"nih" Kakak Vani mengeluarkan handphone Vani dan memberikannya padanya


"Kok bisa sama kakak si? Kan aku baru ngasih tau barusan kalau handphoneku di apartemen kakak" Ucap Vani


"Tadi malem ada yang telpon ke handphonemu"


"untung deh ada yang telpon. kalau nggak handphone ini pasti masih di charger sampai sekarang"


"Kamu punya pacar?" Tanya kakak Vani


"Apa? Pacar? Ya jelas, gaada" Jawab Vani


"telpon tadi malem, suaranya cowok"


"dia kayaknya khawatir sama kamu, siapa dia?" Tanya kakak Vani


"Hm.. Cowok ya, ku nggak deket sama temen sekolahan. ada beberapa anak yang ku save nomornya. tapi cuman yang main game, kita kontakan cuman bahas game. nggak mungkin mereka"

__ADS_1


"selain mereka berarti Kalau bukan Jack, pasti Ray. kalau bukan keduanya, itu Pasti Jorhan"


"temen cowokku cuma mereka bertiga" Jelas Vani


"kamu beneran nggak punya pacar kan?" Tanya kakak Vani


"Beneran kak. Lagian aku masih ingin menikmati kebebasan, tapi sayang kebebasan itu di rampas kakak" jawab Vani dengan senyuman kecil


"demi kebaikanmu"


Beberapa menit berkendara, mereka sampai di depan sekolah Vani. Vani dan kakaknya turun dari mobil


di sisi lain, seperti biasanya Jack dan Ray berangkat sekolah menggunakan Motor Jack. Saat hendak melintasi sekolah Vani, mereka terhenti karena melihat Vani keluar dari suatu mobil


"Stop Jack, Itu Vani" Ucap Ray


"Citt..." Jack mengerem motornya mendadak


"Bahaya tau" Ucap Jack


"Mana Vani?"


"Di depan gerbang!" Ucap Ray


"dia kelihatan baik" Ucap Jack


"Tapi dia sama cowok!"


"Mungkin dia ayahnya"


"oh ya, kenapa Vani nggak bawa mobil sendiri? biasanya dia kemana mana selalu bawa mobilnya"


"Mana ku tahu"


"Vani kan orang kaya. biasanya orang tua mereka melakukan perjodohan perusahaan biar perusahaan mereka lebih maju" Jelas Jack


"nggak mungkin! Mana mungkin Vani mau ngelakuin begituan" Ucap Ray


Vani dan kakaknya masih berdiri di depan gerbang sekolah


"nanti kakak Jemput kamu disini"


"Besok ada ujian kan? jangan pergi main" Ucap kakak Vani


"Siap kak" Ucap Vani sambil tersenyum


"Belajar yang rajin" Ucap kakak Vani sambil mengacak acak rambut Vani


"hey! jangan rusak rambutku" Ucap Vani sambil melepas tangan kakaknya di atas kepalanya


"Yaudah.." Ucap kakak Vani. dia mengecup kening Vani


Vani langsung memegangi keningnya


"kak! Ini kan tempat umum!"

__ADS_1


"Apa salahnya? Aku kan kakakmu"


"Iya deh iya, kakak berangkat gih. Pergi sana" Ucap Vani sambil mendorong kakaknya masuk ke mobil


"Bye bye kak" sambungnya sambil melambaikan tangannya


"Kakak kan belum pergi" Ucap kakak Vani sambil tersenyum


"Ah bodoamat, aku mau masuk" Ucap Vani. dia berjalan meninggalkan kakaknya. Kakak Vani melajukan mobilnya pergi dari sekolah Vani


Ray dan Jack yang mengamati Vani dari kejauhan, masih terkejut setelah melihat seseorang mengecup kening Vani


"Dia pacarnya Vani!" Ucap Jack


"Di tempat umum, main kecup kening sembarangan!" Ucap Ray


"samperin Jack!"


"oh, Oke" Jawab Jack. dia mengendarai motornya sampai di depan gerbang sekolah Vani


"Vani!" Teriak Ray yang masih duduk di atas motor. Saat mendengarnya, Vani menoleh ke asal suara


"Jack ama Ray? Ngapain mereka" Ucap Vani lirih. dia berjalan menghampiri mereka berdua


"Ada apa?"


"Vani, dengarkan aku. Kalau kamu memang nggak mau perjodohan itu, aku bisa bantu kamu untuk bilang ke orang tuamu!" Ucap Ray serius


"Perjodohan apa?" Tanya Vani bingung


"Perjodohan untuk mempererat ikatan perusahaan" ucap Ray


("Perjodohan dimana nya njerr") batin Vani


"Kami bisa bantu kamu. Kalau kamu mau, kami bisa bantu kamu kabur dari rumah, kamu bisa tinggal di rumah Jack" Ucap Ray serius


("oh, mereka berdua pasti salah paham gara gara kakakku tadi") batin Vani


"Aku tinggal di apartemen" Ucap Jack


"Iya Van, kita bagi dua buat bayar sewanya" sambungnya


("Mereka ngomongin apa si? Serius amat. Plesetin dikit nggak masalah lah") batin Vani


"Maafkan aku, aku tidak bisa menghindarinya. Mungkin ini terakhir kali kita bisa ketemu, aku bakal tinggal di negara A dengan orang itu" Ucapnya dengan Wajah murung


"jangan putus asa, Kita pasti bantu" Ucap Jack serius


"Maafkan aku Jack, Ray. Kemanapun aku pergi, mereka pasti bisa menemukanku dengan mudah, mustahil untuk kabur" Ucap Vani


"Kalian berdua, terima kasih sudah mau jadi temanku. Tolong sampaikan berita ini ke yang lainnya, mungkin aku nggak bakal balik ke Crifity"


"jaga kesehatan kalian, Bye bye"


dia berjalan pergi meninggalkan Jack dan Ray

__ADS_1


("pen lihat apa yang bakal mereka lakukan hehe")


__ADS_2