Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_18


__ADS_3

Setelah berkendara cukup lama. Pukul sembilan malam Mereka sampai di rumah Ray. Ray turun dari mobil Vani dan mengajak Vani mampir ke rumahnya


"Van! Masuk dulu, makan bareng. Dari pada di rumah sendirian" Ajak Ray


"Udah malem boy" Jawab Vani


"Masuk dulu yuk" Ajak ibu Ray yang tiba tiba keluar dari dalam rumah. mereka berdua menoleh ke arah Ibu Ray


"eh.. tante..."


"Enggak tan, udah malem hehe" Tolak Vani dengan lembut


"Udah.. ayolah" Ibu Ray mendatangi Vani yang masih duduk di mobil dan menariknya keluar


"srekkk"


"Aw.." Tangan Vani tergores bagian pintu mobil yang agak lancip dan berdarah


"Nariknya jangan kenceng kenceng dong ma" Ucap Ray


"Aduhh, maaf maaf.. tante nggak sengaja"


"kamu nggak apa kan. Ayo masuk biar tante obatin" ucap ibu Ray panik


("wadohh... Kalau gini, gimana cara nolaknya") batin Vani


"Ayo masuk" Ajak ibu Ray


"Oh, iya deh" Vani ikut masuk ke rumah Ray


di dalam rumah Ray, Vani duduk di ruang tamu dan Ray memberikan bungkusan makanan yang dia bawa ke ibunya. ibu Ray pun menyiapkan makanan yang sudah Vani dan Ray beli


"Ray.. kamu ambil kotak medis trus obatin luka dia"


"mama mau siapin makanan buat kalian" Ucap ibu Ray


"iya ma siap" jawab Ray


"tolong ya Ray" ucap Ibu Ray. dia pergi ke ruang makan untuk menyiapkan makanan. sementara Ray pergi mengambil kotak medis dan kembali. Ray duduk di samping Vani


"Kamu nggak apa?" tanya Ray perhatian


"ya elah.. gini doang mah nggak kerasa" Jawab Vani sombong


"Punggung kamu juga pasti sakit kan? gara gara abis di pukul kenceng tadi siang" Ucap Ray khawatir


("kalau yang itu.. tau aja kalau punggungku nyut nyutan") batin Vani


"Hah? Punggung? Udah nggak kerasa apa apa tuh" Jawab Vani bohong


"Yang bener?" Tanya Ray sambil membalut luka di tangan Vani


"iya.. beneran" Jawab Vani


"Nah selesai" Ray selesai membalut luka Vani dan Vani merasa terkesan dengan balutan Ray yang begitu rapi


"Wihh, kamu pinter juga ya. Kok Bisa serapi ini" Tanya Vani takjub


"Aku di CRIFITY juga tim medis" Jawab Ray


"Btw punggungmu udah nggak sakitkan?"

__ADS_1


"bug..."


Ray menepuk pelan punggung Vani menggunakan tangannya


"B*NGSAD, SAKIT WOY!" Teriak Vani kesakitan


("astaga... Tante denger nggak ya barusan") sambung batinnya. dia langsung menoleh ke arah meja makan dan tidak menemukan ibu Ray di sana


"Katanya nggak sakit" Ucap Ray dengan ekspresi datar


("Mukulnya pas banget sama bekas pukulan tadi siang lagi, sakit banget woyy anjerr") batin Vani kesakitan


"Mukulmu kenceng banget woy" Ucap Vani kesal


"Kenceng darimananya? Orang pelan gitu kok" Jawab Ray


"Kenceng astagaa" Ucap Vani yakin


"Coba.. aku liat luka di punggungmu" ucap Ray


"Woy! Yang bener aja!! Mau aku tendang kau? atau sekalian aku bacok? hah?" Jawab Vani ngegas


"Tapi lukanya harus diobati, pasti memar memar. Dipegang dikit aja, kamu kesakitan gitu" Ucap Ray


"Tadi mukul kenceng gitu kamu bilang megang? yang bener aja" ucap Vani


"Ray, makanannya udah siap" Teriak ibu Ray dari ruang makan


"Udah.. mending makan dulu" ucap Ray


"Hmm..." Vani dan Ray pergi menuju ruang makan dan duduk di kursi meja makan


"Ayo dimakan, jangan sungkan sungkan" ucap ibu Ray ramah


"Woo... iya tante" Jawab Vani ramah


"Ma.. Makanan ini yang beli tuh dia" bisik Ray pada ibunya


"Oh... Begitu ya.. Kamu malu maluin mama tau. kenapa nggak bilang dari tadi" Bisik balik ibu Ray pada Ray


"Yukki mana tante?" Tanya Vani yang menghentikan bisik bisik antara Ray dan ibunya


"Dia udah tidur, besok senin. Kan harus sekolah" Jawab ibu Ray


("oh iya!!") batin Vani terkejut


"Oh, aku besok juga sekolah. Nggak bisa lama lama disini nih" sambungnya


"Kalau gitu, habisin makananmu dulu. Nanti biar Ray yang antar kamu pulang" Ucap ibu Ray


"Iya Van, nanti aku antar kamu, tapi kamu antar aku lagi" Ucap Ray bercanda


"Ahahhaaahaa, bisa aja kamu" Jawab Vani sopan karena dihadapan ibu Ray


"Loh Van? Kok sifatmu berubah gitu?" Tanya Ray pura pura terkejut


"Ting... tingg.. tingg.." Vani mengedipkan sebelah matanya untuk memberi kode pada Ray


"puftt.. Matamu kenapa kok kedip kedip begitu?" Tanya Ray sambil menahan tawanya


("Ray b*ngsad") batin Vani

__ADS_1


"aduh.. kayaknya mataku kemasukan debu" ucap Vani berpura pura


"Kamu nggak apa? Biar tante tiup sini" Ibu Ray mendekati Vani dan berniat membantu meniup matanya yang kemasukan debu


"Ahahahahaa" Ray tertawa melihat akting Vani


"Ray, pacar kamu lagi begini. Kamu malah ketawa begitu" Ucap Ibu Ray. saat mendengarnya, tawa Ray terhenti


"Hah? Pacar? Pacar siapa ma?" Tanya Ray kaget


"Jahat banget kamu Ray..."


"kamu jangan sedih ya punya pacar kayak Ray" Ucap ibu Ray


"Ha? Aku sama Ray emang nggak pacaran kok. Kita cuma temen main" Ucap Vani


"Oh... Ahahahahaaa. tante kira kalian pacaran" Ibu Ray tertawa kecil setelah mengetahui fakta tersebut


"Oh ya Ray, walau dia bukan pacarmu. Tapi kamu harus tetap antar dia loh ya" Ucap ibu Ray


"iya ma" Jawab Ray singkat


"Van, nanti aku antar kamu jalan kaki ya" sambungnya bercanda


"Oh.. Nggak perlu repot repot, aku bawa mobil kok" Ucap Vani menolak


"Oh iya, nama kamu siapa?" Tanya Ibu Ray


"Oh! Maaf tante, aku lupa kenalin diri"


"Kenalin tante.. namaku Vani" Ucap Vani ramah


"Ternyata Vani toh, dari tadi bingung tante mau manggil apa" Ucap ibu Ray tersenyum


"duh udah jam sebelas nih tante, aku pamit pulang dulu ya" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya


"Udah larut loh, nggak mau nginep disini aja?" Tawar ibu Ray


"Nggak tante terimakasih, di rumah kasihan yang nungguin aku tante" Ucap Vani menolak


"Kalau gitu hati hati dijalan ya" Ucap ibu Ray


"Ma, aku antar Vani ke depan" Vani dan Ray pergi ke pintu depan rumah Ray dan keluar. di halaman rumah Ray, Mereka mengobrol


"Kamu barusan sopan banget loh, aku suka kamu yang begitu" Puji Ray dengan senyuman di wajahnya


"Wohoo.. iya dong. Kamu juga, b*ngsad banget tadi. nggak bisa diajak kompromi" Ucap Vani kesal


"Nah.. Sekarang udah balik lagi" Ucap Ray yang sedikit kecewa


"Enakan jadi diri sendiri lah" Ucap Vani


"Oh ya... kamu di rumah sendiri kan? trus siapa yang nunggu kamu?" Tanya Ray penasaran


"Komputerku yang nunggu aku buat mainin dia hehew" Jawab Vani


"udah lah... Kalau gitu aku pulang ya" Vani berjalan menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobil


"hmm.. Bye.."


"hati hati di jalan" Ucap Ray

__ADS_1


"okeysip!" jawab Vani. dia melajukan mobilnya pulang kerumahnya


Jam satu malam dia sampai dirumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, dia masuk ke dalam rumah dan pergi menuju kamarnya. Namun saat itu dia belum mengantuk dan memilih duduk di depan komputernya untuk memainkan game. Vani memainkan Game hingga pagi hari menjelang


__ADS_2