
Vani dan putri berjalan menuju ruangan Azka. Saat di perjalanan, mereka berdua mengobrol
"Van, beneran kita mau ke sana?" tanya Putri
"Ya iya lah. kita yang berbuat, Kita juga yang harus tanggung" Jawab Vani sambil terus berjalan
Vani dan putri sampai di depan ruangan Azka. Saat mereka hendak masuk ke dalam ruangan Azka, Seseorang menghentikan langkah mereka
"Kalian mau ngapain?" Tanya seseorang dari samping Vani dan putri. mereka berdua langsung menoleh ke asal suara
"Oh, pak asing yang tadi" Sapa Vani sambil tersenyum
"Kok pak asing sih, saya itu punya nama" Ucap guru asing itu
"Nama bapak siapa?" Tanya putri penasaran
"Nama saya Gibran, panggil aja pak Ran" Ucap Gibran
"Kenapa nggak pak Gib? Kalau nggak Bran? Bran kayaknya bagus" ucap Vani
"Terserah kamu aja. Kalian disini ngapain" Tanya Gibran penasaran
"Kita ada keperluan sama pak Azka" Jawab putri sambil tersenyum
"Oh gitu, Kalian udah sampaikan pesan buat Vani sama Putri kan?" Tanya Gibran
("bjir.. nih guru kocak amat. padahal kan ada badge name di seragam kita") batin Vani heran
"Udah pak, mereka berdua nanti kesini"
"Kalau gitu ayo masuk, bapak juga ada keperluan sama pak Azka" Ajak Gibran
"Oke pak" Mereka bertiga memasuki ruangan Azka, Azka yang mengetahui kehadiran Gibran, Memutuskan untuk mengutamakan guru dari pada murid. Azka menyuruh Vani dan Putri untuk menunggu
"Vani, Putri, Kalian duduk di kursi itu dulu" Perintah Azka
"Vani?! Putri?!" tanya Gibran bingung. dia langsung menoleh ke arah Vani dan putri
"Jadi kalian Vani sama Putri?"
"Iya pak" Jawab Vani santai
"Kenapa tadi nggak ngaku di kelas?" Tanya Gibran
"A... suka suka ahahahaaa" Jawab Vani sambil tertawa
"nice.. ahahahahaa" Putri ikut tertawa
__ADS_1
"hmm.. Dasar kalian ini" Ucap Gibran
"Emang mereka ngapain bapak?" tanya Azka penasaran
"Mereka nggak ngaku kalau orang yang sedang saya cari itu mereka" Jawab Gibran
"Mereka bikin masalah apa sama pak Azka?"
"Mereka buat saya pingsan trus mereka selimutin saya kayak mayat di UKS" jawab Azka
"Greget juga kalian" Ucap Gibran sambil menoleh ke arah Vani dan Putri
"Terimakasih atas dukungannya pak" Ucap Vani senang
"ya ampun" Ucap Azka
"Oh ya pak, lupain mereka dulu. Nanti tolong tanda tangani berkas ini trus antarkan langsung ke ruang kepala sekolah" Gibran menyerahkan sebuah berkas ke Azka dan Azka menerimanya. Setelah itu Gibran pergi dari ruangan Azka tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun
"yah, kita dilupain" ucap Vani kecewa
"Iya, parah parah" sambung putri kecewa
"Kalian jangan ngobrol mulu. Kalian belum minta maaf sama bapak" Ucap Azka tegas
"Buat apa?" Vani dan Putri berjalan mendekati Azka dan duduk di kursi hadapannya
"Lah salah bapak sendiri kan" Ucap putri
"Lagian, pak Azka main masuk aja. Trus juga udah tau cewek lagi nggak pakai baju, malah diliatin" Ucap Vani kesal
"Ah.. Kalau masalah itu, saya minta maaf" Ucap Azka malu
"Pak Azka ini, apa udah lupa sama istri sendiri" Ucap putri
"Loh put, kok sampai istri segala" Bisik Vani heran pada Putri
"Serah aku njay, ada yang ingin aku cari tahu" Bisik balik putri
"Asal kalian tahu, Saya belum punya istri. Umur saya juga baru dua puluh lima tahun" Jelas Azka
"Hoho.. jadi ini yang ingin kamu cari tahu? Umurnya pak Azka ea" Bisik Vani pada putri
"yoi hehe, kakakku udah lama naksir sama dia" Bisik balik putri
"Kalian di bilangin nggak tau di bilangin ya. Malah bisik bisik begitu" Ucap Azka kesal
"Emang bapak bilang apa?" Tanya Vani bingung
__ADS_1
"Kalian mau minta maaf atau mau saya hukum?" Tawar Azka
"Kalau kami minta maaf, kami bakal di bebaskan, kan pak?" Tanya putri
"Trus kami bisa balik ke kelas kan?" sambung Vani
"Iya, akan bapak lepaskan untuk kali ini" Ucap Azka
"Kalau begitu kami memilih untuk tidak minta maaf" Ucap Vani serius
"Iya pak, hukum saja Kami" pinta Putri
"heh? Otak kalian udah kegeser ya?" ucap Azka heran
"baiklah jika itu keputusan kalian, Kalau gitu kalian sapu seluruh taman sekolah sampai benar benar bersih"
"taman? hm... Oke pak, kami terima hukuman ini" Ucap Vani sambil tersenyum. Vani dan Putri langsung keluar dari ruangan Azka. Mereka berjalan menuju ke taman sekolah.
"Kita beneran bersihin seluruh taman?" Tanya putri
"Tenang aja, lihat tuh. Taman kan selalu bersih, jadi kita nggak perlu ngapa ngapain deh" Jawab Vani senang
"Wahh.. Bener juga, Kita jadi nggak perlu ikut pelajaran juga" Ucap Putri senang
Vani dan putri menghabiskan waktu dengan main game online di taman sampai jam pulang sekolah berbunyi
"Udah bel aja, udahan kuy" Ajak Vani pada putri yang masih fokus main game
"Aku main solo sekali lagi" Ucap putri menolak
"Ya udah, aku ambil tas dulu. Sekalian aku bawain tas kamu deh" Ucap Vani sambil berjalan pergi meninggalkan putri yang masih main game
Vani berjalan menelusuri lorong menuju kelasnya. Ditengah jalan dia berpapasan dengan Azka yang baru selesai mengajar. Azka menanyakan beberapa hal pada Vani
"Gimana hukumannya? Enak?" Tanya Azka
"Enak banget pak! Sering sering deh suruh bersihin taman" Ucap Vani
"Dihukum kok seneng" Ucap Azka heran
"Saya capek pak, mau langsung pulang. bye pak" Vani melanjutkan perjalanannya ke kelas. Di depan kelasnya terlihat Agnes dan Awani yang sudah menunggu Vani dan putri sambil membawakan tas mereka
"Woho.. Thanks gan" Ucap Vani dengan senyuman di wajahnya
"Putri mana? Kok nggak bareng?" Tanya Awani penasaran
"Dia lagi nge-game di taman. Kamu samperin dia gih. Aku sama Agnes langsung pulang, ngantuk nih" Ucap Vani
__ADS_1
"Yokay, kalian hati hati" Awani pergi menghampiri putri di taman, sementara Vani dan Agnes langsung pulang ke rumah