Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_76


__ADS_3

sampai di depan kelas, semua murid sudah masuk ke dalam kelas dan siap melaksanakan ujian. Vani dan Awani masuk ke dalam ruang ujian


"Maaf kami telat, tadi macet di jalan" Ucap Vani


"Macet dimananya?" Bisik Awani


"Iya, sana duduk. Besok berangkat lebih awal biar nggak kena macet" Ucap pengawas


"Baik pak" Ucap Vani. Vani dan Awani duduk di tempatnya masing masing


"Dasar tukang ngibul" Bisik Awani


"Yee anjirr kau" Ucap Vani


"Jangan berisik, lagi ujian" Ucap Pengawas


_____LIKE_____


Setelah beberapa saat, seperti biasa Vani selesai mengerjakan soal ujian lebih awal. Dia mengumpulkan jawabannya dan keluar dari ruang ujian. Saat itu Awani, Agnes dan Putri sedikit lebih lama menyelesaikan soal tersebut


"Kelamaan mereka, mau ngapain kalau sendiri" Ucap Vani sambil berjalan di lorong kelas. Dia mengambil handphone di sakunya dan mengirim chat ke grup teman temannya


Di chat


Vani : "agan agan sekalian, aku pulang dulu ya. Kalian kelamaan sih"


Vani : "see you wkwk><"


Vani menelpon Kim untuk memintanya menjemputnya


"Tutt.. Nomor yang anda tujui.. Tut" Vani memutus panggilannya


"Sibuk? Lagi ngapain ya" Ucap Vani


"Samperin ke kantor deh, selama ini aku belum pernah ke kantornya, di ruangan Khakim pasti ada komputer, bisa buat main game" Ucap Vani. dia memutuskan untuk pergi ke kantor Kim


Dia pergi ke kantor dengan menaiki taxi. Setelah sampai, Vani turun dan masuk ke dalam kantor


("Kantor sebesar ini, ruangan Khakim dimana ya. Tanya deh") batin Vani. dia pergi ke meja informasi dan bertanya pada petugas di sana


"Permisi kak, ruangan Khakim dimana ya?" Tanya Vani


"Tunggu sebentar ya" Ucap petugas. Petugas itu mencari daftar nama karyawan di komputer


"Maaf karyawan atas nama Khakim tidak terdaftar di kantor ini" Ucap petugas


"Mana mungkin nggak ada, masa iya aku salah masuk kantor" Ucap Vani ngegas. Tiba tiba dia teringat sesuatu

__ADS_1


"Oh iya, mana ada Khakim haha. Maksud saya Kak Kim. Kim doang, ruangannya dimana ya?" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


"Kalau boleh tau, ada urusan apa ya ketemu presdir Kim?" Tanya Petugas


"Em.. Nggak ada keperluan sih, cuma mau main disini" Jawab Vani


"Maaf, kantor bukan tempat untuk bermain. Lebih baik anda main di luar" Ucap Petugas


"Tinggal bilang ruangannya dimana?" Tanya Vani


"Jika tidak ada keperluan, silahkan keluar" Ucap petugas


"Bilang dulu woy! Dimana ruangannya Kak Kim?!" Tanya Vani ngegas


"Silahkan keluar atau saya panggilkan satpam, anda telah mengganggu ketertiban di sini" Ucap Petugas


"Njerrr, mau di panggilin satpam. Slow kak slow dulu, Bentar dulu bentar ya.. Tenang" Ucap Vani sambil membuka handphonenya. dia kembali menghubungi Kim


"Yes kesambung!" Ucap Vani


"Halo kak, Khakim dimana?" Tanya Vani


"Ini dengan adiknya Presdir Kim?" Tanya Seseorang dari telpon


"Oh, ini pasti Asisten Zuan ya? Khakim sering ceritain asisten Zuan ke aku" Ucap Vani


"Jadi gini, sebenarnya aku ada di kantor. Mau masuk nggak di bolehin. Asisten Zuan bisa jemput saya? Btw saya masih pake seragam sekolah" Ucap Vani


"Oh baiklah, saya akan segera ke sana" Ucap Zuan. dia memutuskan telponnya dan pergi ke bawah untuk menjemput Vani. Di lobi kantor, Vani mengamati sekitarnya


("Asisten Zuan kayak apa ya mukanya")


("Njirr, kapan ketemunya kalau begini") batin Vani sambil mengamati sekitarnya


"Nona Vani?" panggil seseorang dari belakang Vani. Vani terkejut dan menoleh ke asal suara


"Asisten Zuan?" Tanya Vani


"Iya, saya Asisten Zuan. Mari saya antar ke ruangan Presdir" Ucap Zuan


"Tunggu bentar" Ucap Vani. dia berjalan ke meja informasi


"Ehem" Ucap Vani


"Anda lagi, maaf tapi anda tidak di perbolehkan bertemu dengan Presdir Kim" Ucap Penjaga


"Siapa bilang aku nggak boleh ketemu Presdir Kim? Buktinya Asisten Zuan ngebolehin. Yakan Asisten Zuan" Ucap Vani

__ADS_1


"Iya benar, Nona Vani adalah adik dari Presdir Kim" Ucap Zuan


"Maafkan atas kelancangan saya Nona, Saya tidak mengetahuinya. Saya harap Nona bisa memaafkan saya" Ucap Penjaga bersungguh sungguh sambil menundukkan kepalanya


("Serasa jadi bos besar disini hehe") batin Vani


"Ehem.. Baiklah, kali ini aku maafkan. Jangan ulangi kejadian ini untuk kedua kalinya"


"Baik" Jawab Petugas


"Oh satu lagi, jangan panggil aku Nona. Itu terlalu norak, panggil aja Vani" Ucap Vani


"Mari nona Vani, saya tunjukan jalannya" Ucap Zuan


"Njerrr, kamu juga jangan panggil aku nona, geli tau dengernya" Ucap Vani


"Baiklah, Vani" Ucap Zuan. Vani berjalan mengikuti Zuan menuju ke ruangan Kim


("Bahasanya Formal amat njerr") batin Vani


"Oh ya, kalau Asisten Zuan aku panggil kak Zuan boleh nggak? Kalau Asisten Zuan pengucapannya terlalu panjang" Ucap Vani


"Tidak masalah bagi saya" Ucap Zuan


"Hehe Kak Zuan. Btw kenapa handphone Khakim ada sama Kak Zuan?" Tanya Vani


"Saya hanya menjaga handphone Presdir Kim saat Presdir sedang ada keperluan, siapa tau ada telpon penting" Jelas Zuan


"Barusan telponku juga penting ya, kan diangkat sama Kak Zuan hehe" Ucap Vani sambil tersenyum


"Ahahahaaa, Nona Vani cukup lucu" Ucap Zuan sambil tertawa kecil


"Udah dibilangin kan" Ucap Vani


"Maaf, memanggil atasan dengan nama langsung. Bagi saya kurang sopan" Ucap Zuan


"Atasan? Di kira aku baju apa, atasan segala. Btw aku bukan atasanmu, kerja aja belum masa udah jadi atasan sih" Ucap Vani


"gimana kalau panggil aku Little Van?" Tanya Vani


"Baik, nama itu cocok untuk anda" Ucap Zuan


"Yosh, udah di putuskan" Ucap Vani


"Baiklah Little Van, kita sudah sampai di ruangan Presdir Kim" Ucap Zuan sambil membuka pintu ruangan Kim. Vani masuk ke dalam ruangan itu


"Kalau begitu, saya permisi dulu" Ucap Zuan. dia menutup pintu dan pergi meninggalkan Vani

__ADS_1


"Wah, canggih juga ni ruangan" Ucap Vani saat melihat ruangan Kim


__ADS_2