Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_22


__ADS_3

mendengar penjelasan Agnes dan Awani. Mereka bertiga langsung berlari menuju atap, ditengah berlari Vani terhenti karena sesuatu


"Stop stop" Vani menghentikan lari Agnes dan Awani. mereka berdua menoleh ke arah Vani


"Ada apa?" Tanya Agnes


"Kalian ijin kemana sama guru dikelas?" Tanya Vani penasaran


"Ke toilet" Jawab Agnes


"Ijin Ke toilet kok bisa tau kejadian di atap?" tanya Vani curiga


"Mampir lah, hehe" Jawab Awani


"toilet samping kelas kan ada. Kenapa sampai ke atap" Tanya Vani


"Abis dari toilet, niatnya mau balik ke kelas ehh... Malah nyasar ke atap" Jawab Awani


"Njerrr... mana ada sejarahnya. Kelas di samping toilet trus kalian mau balik ke kelas nyasar sampe ke atap"


"padahal tinggal keluar dari toilet trus belok kiri, kelas udah keliatan" jelas Vani


"Hehe... Sebenarnya ke atap niatnya mau bolos, trus main game. Malah liat rame rame, ga jadi deh" jelas Awani


"Udah, jangan b*cod mulu, kasihan yang di atas" Ucap Agnes sambil meneruskan larinya


"Tunggu woy" Awani dan Vani mengejar lari Agnes


Mereka berhenti berlari setelah sampai di ujung anak tangga. Dari lubang fentilasi atas pintu, mereka mengintip anak kelas satu yang sedang ditindas anak kelas tiga di luar atap


"Lihat itu, nggak adil banget satu anak di kroyok satu, dua tiga... tujuh anak" ucap Vani lirih sambil mengintip dari lubang fentilasi


"Ada tujuh anak, bisa kita selesaiin nggak nih?" Tanya Agnes


"Hum, kalian bisa berantem kan?" Tanya Vani yang masih fokus mengintip


"Aku bisa silat, kalau Awani entah lah" Ucap Agnes


"Aku sih, nggak bisa. kalau gitu aku yang jaga di pintu, Hehe" Ucap Awani sambil tersenyum


"Oke Aw, ku serahkan penjagaan pintu ini padamu" Ucap Vani


"Kalau gitu Nes, udah siap?"


"hmm" Agnes mengangguk


"Brakkk"


Vani menendang kencang pintu dengan kaki kanannya, Hingga orang orang di atap menoleh kearahnya


"Bisa nggak buka pintunya pelan aja, kaget aku" ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Biar keren kayak di film film lah" jawab Vani dengan senyuman di wajahnya


"Siapa kalian?" Teriak salah satu kakak kelas di sana

__ADS_1


"Woy! Kalian ini ternyata pengecut ya. Bisa bisanya nindas adik kelas sampai babak belur begitu. Nggak malu apa?!" Teriak balik Vani


"B*cod!" Jawab kakak kelas


"Atas dasar apa kalian nyeramahin kita?! Kita ini lebih senior daripada kalian!"


"Bukannya kita mau nyeramahin kalian. Cuman yang kalian lakuin ini salah. Kalau posisi kalian ada di anak itu gimana?" Tanya Vani nyolot


"Van, kata katamu hebat. Tingkatkan" puji Agnes lirih


"Bisa jadi motivator nih, hehe" ucap Vani bangga


"Kalian cuma dua cewek, sedangkan kami berdelapan! Masih berani?" Tanya Kakak kelas


"Njerr, kok delapan sih? Kamu bisa ngitung nggak?" Bisik Agnes


"Lagian orang satunya jongkok, jadi ketutup sama orang didepannya" Bisik balik Vani


"Kalian mau lepasin dia atau kalian nggak akan pulang dengan selamat"


("njay, kata kataku lebay sangat") batinnya


"Bhakkss" tawa kecil Agnes


"Kenapa ketawa?" ucap Vani dengan tatapan sinisnya


"Kata katamu bikin ngakak, ahahhaahaa" Ucap Agnes sambil tertawa


"Ahahahahaa, temenmu aja ketawa gitu. Kamu masih mau ngelawan kita?" Tanya kakak kelas


"Kamu malu maluin aku" ucap Vani lirih


"Mau coba?" tantang Vani


"Kalau kena, jangan nangis ya" Ucap kakak kelas yang menerima tantangan Vani


Salah satu kakak kelas dan Vani maju. Mereka berdua mengadu kemampuan berkelahi mereka dalam pertandingan satu vs satu


"Buuggg.. baggg.. bugg.. bagg"


dalam beberapa serangan, kakak kelas berhasil menepis serangan yang Vani luncurkan


"buagg"


Vani tertendang dan sedikit terpental


("Anjirrrr, ni orang jago juga. harus lebih hati hati lagi") Batin Vani


"Apa? Udah mau nyerah? segitu doang kemampuanmu ya?" ejek Kakak Kelas dengan sombong


Tiba tiba dari belakang kakak kelas


"buggg"


Agnes menendang kakak kelas sampai terdorong jatuh ke lantai atap

__ADS_1


"Akhh" Kakak kelas terjatuh dan langsung pingsan setelah menerima tendangan Agnes


"Hajar cewek itu!" Ucap salah satu kakak kelas lain sambil berlari mendekat untuk menyerang Agnes dan Vani


"Bugg.. bagg.. buggg"


Satu persatu dari tujuh kakak kelas yang menyerang Agnes dan Vani berhasil di kalahkan. Saat semua kakak kelas babak belur karena Vani dan Agnes. Agnes merasa lelah dan dia duduk bersandar di tembok atap


"Ah, capek juga berantem begitu" Ucap Agnes


"Ahahahaaa, katanya kalian kuat? Mana? Omong doang kalian! Sampah" ejek Vani pada kakak kelas yang sudah babak belur


"Kamu, anak kelas satu kan? Kamu ke UKS sana, obatin luka lukamu" ucap Vani pada anak kelas satu yang babak belur


"Terimakasih kak, tapi aku kelas dua" Anak itu langsung berlari kecil pergi dari atap dan menuju ke UKS untuk berobat


"njerr, logo kelasnya belum ganti" ucap Vani dengan ekspresi datar


Di sana, Vani memamerkan kekuatannya pada salah satu kakak kelas, namun tiba tiba kakak kelas lain mengambil batu yang besarnya sekepal tangan dan melemparkannya pada Agnes yang sedang duduk


Vani yang mengetahuinya langsung berlari kearah Agnes dan melindungi Agnes dengan punggungnya


"AWAS! VANI!" teriak Agnes terkejut


"Buggg"


"Akkhhh"


Teriak Vani saat batu itu mengenai punggung Vani yang belum sembuh total. Punggung Vani mulai kumat, seluruh tubuhnya menjadi panas dan punggungnya serasa berdenyut


"Akhhh"


("Anjerr, sakit banget sumpah") keluh batin Vani


"Kamu nggak papa Van?" Tanya Agnes cemas


"Nggak papa, apanya B*ngsad!" jawab Vani kesakitan


"Woyy kalian! Serang punggung cewek itu! sepertinya punggungnya bermasalah!" Perintah salah satu kakak kelas


satu persatu kakak kelas menghampiri Vani dan menyerang punggung Vani


"Bugg.. Baggg.. buggg"


Agnes mencoba melindungi Vani, namun dia sudah merasa lelah dan dengan mudah berhasil dikalahkan kakak kelas. Vani dan Agnes terus terusan di pukuli kakak kelas hingga Vani jatuh pingsan karena tidak bisa menahan sakit di punggungnya, Awani yang melihat kejadian itu langsung terkejut


"Anjirr, kenapa malah kalah si? terpaksa harus keluarin jurus terakhir nih" Ucap Awani sambil berlari kekantor guru untuk memanggil guru


"brakkk!"


"Pak, gawat. Di atap ada yang berantem pak! Mereka semua babak belur" Ucap Awani saat baru sampai di kantor


"Dimana?" Tanya Azka sambil berdiri dari duduknya


"Udah bilang di atap Woy! Cepetan!" Awani menarik tangan Azka dan membawanya berlari menuju atap

__ADS_1


Sampai di atap, Azka melihat delapan kakak kelas yang sedang memukuli Vani dan Agnes. Saat itu Vani pingsan dan Agnes masih dalam keadaan sadar


"KALIAN BERHENTI!" Teriak Azka menghentikan tindakan mereka


__ADS_2