
pagi hari Keesokan harinya, kakak Vani menjemput Vani di rumahnya. saat itu Vani sudah selesai siap siap
"Kuy kak, berangkat" Ajak Vani sambil memakai sepatunya
"Ada yang lupa dibawa?" Tanya kakak Vani
("Dasar, masa sekolah nggak bawa tas" )
"Em.. Gaada tuh" Ucap Vani sambil memperhatikan dirinya sendiri
("Tas segede itu masa nggak ketahuan kalau dia nggak pakai") batin kakak Vani
"Coba cek ulang"
"Apanya kak? Ayo berangkat, udah siang ini" Ucap Vani
"Ya ampun, tasmu mana?" tanya kakak Vani
"Oh tas, Aku emang niat nggak bawa" Ucap Vani
"Sekolah nggak bawa tas? Mau main?" tanya kakak Vani
"Lagi ulangan, ngapain bawa tas? cukup ini hehe" Ucap Vani sambil menunjukan bolpoin di tangannya
"Cuma satu pulpen?" Tanya kakak Vani
"Kakak cerewet amat sih, kayak cewek aja" Ucap Vani
"nanti kamu pulang Jam berapa?" Tanya kakak Vani
"Jam sepuluh udah pulang kayaknya" Ucap Vani
"Oke, nanti kakak langsung jemput kamu"
"Aku harus belajar kak, di perpus hehe"
"Belajarnya nanti kakak bantu. Kakak mau kamu ketemu pacar kakak dan bantu nilai dia" Jelas kakak Vani
"Kakak baru beberapa hari disini, udah punya pacar?"
"Dan juga yang punya hati kan kakak, kenapa minta saranku? Lagian bagiku nggak penting kakak mau pacaran sama siapapun" Ucap Vani sembari menoleh ke arah kakaknya, kakaknya menatap balik dengan tajam
"Oh oke kak, laksanakan. Belajar mah bisa nanti" Ucap Vani
"Bagus" Ucap kakak Vani dengan senyuman kecil di wajahnya
("Haish, ekspresinya dingin trus tatapannya tajam banget. Kita saudara kok nggak ada mirip miripnya ya") batin Vani
“nanti pas ketemu dia, jangan panggil kakak. panggil kak Kim oke?" Ucap Kim
__ADS_1
"Oke khakim" Ucap Vani pada kakaknya
"Ayo berangkat" Ajak Kim. Vani mengikuti kakaknya keluar dari rumahnya
("Hm.. Perasaan aku panggil dia khakim, kok nggak marah si? Apa dia nggak denger ya") batin Vani
"Khakim" Panggilnya
"kenapa?" Tanya Kim sambil menoleh ke arah Vani
("Hm.. dia nggak marah") batin Vani
"Nge tes doang hehe"
Mereka menaiki mobil dan menuju ke sekolahan. Sesampainya di sekolahan, Vani turun dari mobil kakaknya
"Bye khakim" Ucap Vani sambil melambaikan tangannya
("Hehe, khakim? rasanya aneh banget")
"bye bye" Ucap Kim. dia pergi melajukan mobil ke kantornya. Semetara Vani masih berdiri di depan gerbang
("Anjirr, khakim hehe") batin Vani. dia masuk ke sekolahnya dan berjalan menuju kelasnya
Agnes mengetahui kedatangan Vani
"Oh, Oke" Ucap Vani. dia berlari menghampiri Agnes yang sedang duduk di kursi depan kelas. dia ikut duduk disampingnya
"Kamu nggak bawa tas?" Tanya Putri
"Jeng jeng" Ucap Vani sambil menunjukan pulpennya
"Kebiasaan cuma bawa pulpen" Ucap Putri
"Udah belajar?" Tanya Awani
"Gampang itu mah. Oh ya, aku punya cerita yang bisa bikin aku ngakak" Ucap Vani
"Apaan?" Tanya Agnes penasaran
"Mau tau?" Tanya Vani dengan senyum lebarnya
"Iya, iya" Ucap Putri bersungguh sungguh
"Tadi pagi tuh, kakakku masa minta aku panggil dia kak Kim, trus aku panggil dia khakim, dia nggak respon. Ahahahaa, ngakak sumpah. Dari tadi aku nahan tawa gara gara nama khakim. aneh banget padahal" jelas Vani sambil tertawa terbahak bahak. ketiga temannya hanya memperhatikan Vani yang sedang tertawa dengan ekspresi datar
"Njirr, dia udah gila" Ucap Agnes dengan muka datar
"Di mana letak lucunya njerr" Sambung putri
__ADS_1
"hahaha, lucu sekale Van. Selera humormu receh" Sambung Awani
"Ahahahahaa, IQ humor kita beda" Ucap Vani sambil tertawa keras. Saat Vani melihat ketiga temannya hanya diam karena leluconnya, dia berhenti tertawa
"Ehem.. Lupakan yang barusan"
(" Mereka nggak tau lucunya panggilan khakim")
("Khakim khakim di dinding diam diam merkayap, datang seekor sapi, hap lalu tertendang awokawok. M*mpus kau tertendang sapi")
"Ahahahahhahaaa" Tawa Vani secara tiba tiba
"Njerr, ketawa tanpa sebab. bahaya bro" Ucap Agnes
"Ding dong, Waktu Ujian segera dimulai, peserta ujian di harap masuk ke ruang ujian" Suara bel
"Udah masuk Woy!" seru Vani
"Ayo masuk" Ajak Agnes. Mereka berempat masuk ke ruang ujian. Pengawas datang dan membagikan soal ujian. Mereka berempat mulai mengerjakan soal mereka
"bsst.. yang terakhir keluar, traktir makan" Bisik Vani
"Siap" Jawab Agnes, Putri dan Awani mengangguk
"Kalian berempat! Jangan saling menyontek!" Teriak pengawas. Mereka berempat hanya mengangguk kecil
("Siapa yang nyontek njer") batin Vani
Setengah jam kemudian, Vani selesai mengerjakan soal ujian itu. Dia pergi ke depan kelas untuk mengumpulkannya. Di depan, dia menyerahkan jawaban dan soalnya pada pengawas
"Masih ada waktu satu jam, yakin mau di kumpulin sekarang?" Tanya pengawas
"Saya sangat yakin dengan kemampuan saya bu" Ucap Vani bersungguh sungguh
"Ya sudah, nilai tergantung kemampuanmu" Ucap pengawas. Vani keluar dari tempat ujian dan duduk di kursi depan kelasnya
Sepuluh menit kemudian, Agnes selesai mengerjakan ujian dan dia mengumpulkannya, Awani yang melihat Agnes selesai ikut mengumpulkan soal ujian. Saat itu Putri yang tak mau kalah langsung berlari mengumpulkan soal ulangan dan langsung pergi keluar ruangan ujian, Agnes mengejar Putri keluar. Sementara Awani masih mengumpulkan jawaban di depan kelas
("Yah, aku kena deh") batin Awani
"Kalian nggak sopan langsung lari larian begitu" Teriak pengawas
"Maklumkan bu, mereka keburu mau beli cilok" Ucap Awani
"Nyelesaiin soal ujian cepet cepet cuma gara gara cilok? Kalian nggak niat banget" Ucap pengawas
"Jangan remehkan kami bu, kami memang baru di SMA, tapi.. Tapi.. intinya jangan remehkan kami hehe, saya permisi bu" Ucap Awani. dia langsung berlari kecil keluar dari ruang ujian
("Njirr, udah keren tapi lupa mau ngomong apaan")
__ADS_1