
Di pagi hari, alarm Vani membangunkannya yang sedang tertidur lelap
"Kringgg... kringg..." Suara alarm. Vani membuka matanya dan langsung mematikan alarm
"Masih ngantuk njirr" Ucap Vani. dia langsung bangun dari tidurnya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. Setelah selesai bersih bersih, Vani mengambil kunci mobil dan handphone nya di atas meja
"Haduh.. Tadi malem lupa nggak charger handphone" Ucapnya saat mencoba menyalakan handphone nya yang mati.
"Nanti charger di apartemen aja lah" sambungnya sambil memasukkan handphone ke sakunya. dia keluar dari rumahnya dan menaiki mobil. dia melajukan mobilnya ke apartemen kakaknya
Sementara itu Jack pergi menjemput Ray di rumahnya. sampai di rumah Ray, Ray terlihat sudah menunggunya di depan rumah
"Lama" Ucap Ray
"Sorry, biasanya aku berangkat mepet"
"sekarang sepagi ini, masih ngantuk" Ucap Jack
"Pagi pagi gini udah ngantuk aja. Mandi nggak sih?" Ucap Ray
"Mandi, cuman tadi malem main game sampai pagi"
"Pantes. Udah lah, ayo berangkat!" Ucap Ray
"Siap! ke rumah Vani kan?"
"Iya lah, Mau kemana lagi!"
"Pakai seragam, ya ke sekolah" Ucap Jack. dia mengendarai motornya dan pergi ke rumah Vani. Sesampainya di sana, Ray langsung turun dari motor Jack dan berlari ke pintu rumah Vani
"Wowowo.. Santai bro!" Ucap Jack yang melihat Ray tergesa gesa
"Ting tong..." Ray membunyikan bel rumah Vani sekali, namun tidak ada Respon
"Ting tong ...Ting tong...Ting tong.." Ray membunyikan kembali bel rumah Vani, namun masih saja tidak ada respon. Jack datang menghampirinya
"Kenapa?" Tanya Jack
"Gaada orang!" Ucap Ray
"Mungkin dia udah berangkat sekolah"
"Mana mungkin, dia tipe orang kayak kamu. Suka berangkat telat"
"Mungkin aja dia mau nyalin tugas yang belum dia kerjain"
"Dia itu pintar. Mana mungkin nyalin tugas orang!"
"Kamu care banget ke dia. jangan jangan?" goda Jack
"Mana mungkin! Aku cuma khawatir, kemarin dia nangis gara gara kena marah mamaku!" Jelas Ray
"Emang aku mau bilang apa?" Tanya Jack
__ADS_1
"Kamu mau bilang, jangan jangan aku suka sama Vani kan?" Ucap Ray
"Yee, kata siapa aku mau bilang begitu?"
"Yaaa biasanya kan gitu" Ucap Ray ngeles
"ngomong ngomong soal nangis, dia bisa nangis?" tanya Jack
"Aku juga nggak percaya kalau yang nangis kemarin Vani" Ucap Ray
"Lah, terus siapa?"
"Entahlah, yang kemarin aku liat, dia itu keliatan polos trus juga kalem, cengeng, nggak banyak bicara. Nggak kayak Vani yang biasanya emosian, marah marah, kata katanya juga buruk banget" Jelas Ray
"Wah, benar. Mulut Vani emang kotor"
"berarti yang tadi malem bukan Vani, Kamu salah orang" Ucap Jack
"Ahahahaa, mungkin aja" Ucap Ray sambil tertawa
"Coba telpon dia"
"Oh, iya!" Ucap Ray. dia membuka handphonenya dan menelpon Vani
"Nomor yang anda tuju.."".tut.." Ray memutuskan panggilannya
"Nggak aktif!"
"Telpon temennya" Ucap Jack
"Oh, Agnes" Ucap Jack. dia langsung menelpon Agnes
Di telpon
"Hallo Nes?" Ucap Jack
"Iya Jack, ada apa?" Tanya Agnes di telpon
"Vani sama kamu? Kalau iya kasih telponnya ke dia, aku mau bicara!" Ucap Jack
"Dia belum berangkat. Ada masalah apa?" Tanya Agnes di telpon
"Oh, gitu ya. Bukan apa apa" Ucap Jack. dia memutuskan panggilannya
"Apa katanya?" Tanya Ray
"Dia belum di sekolah" Ucap Jack
"Jangan jangan...." Ucap Ray panik. dia langsung berlari ke garasi Vani. Dia melihat mobil Vani yang tidak ada di garasi itu
"Mobilnya gaada! dia juga nggak mungkin ke sekolah bawa mobil. Dia belum punya SIM" Ucap Ray
"Jangan jangan, kemarin sehabis dari rumahmu. Dia belum pulang" Ucap Jack
__ADS_1
Sementara itu, Vani yang sedang dalam perjalanan ke apartemen kakaknya, menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Dia turun dari mobilnya dan masuk ke restoran
("Hm... Beli apa ya") batin Vani
("Wih ada pizza!")
"Kak, pizza dua kotak medium size. Yang satu jangan pake beef, chiken aja, extra cheese. Di bungkus!" Ucap Vani
"Baik, tunggu sebentar ya, silahkan duduk duduk dulu" Ucap pelayan
Saat Vani duduk di kursi samping pintu masuk, dia melihat keramaian di depan restoran
"Copeett!!" Teriak seseorang dari luar restoran
"Copet?" Ucap Vani terkejut. dia langsung berdiri dari duduknya
"Tolong jaga pesanan saya sebentar!" Ucap Vani pada Pelayan. Vani langsung berlari keluar dari restoran itu dan mengejar copet
Jarak antara Vani dan copet itu cukup Jauh, namun Vani tidak berhenti mengejarnya. Saat melihat copet itu berbelok ke kanan, Vani langsung mendapatkan ide
"Oh, cegat!" Ucap Vani. dia berbelok di gang sebelumnya. Saat sampai di pojok gang, Vani berencana menghadang copet itu di gang sebelah kiri. Namun saat copet itu melihat keberadaan Vani di gang kiri, copet itu berlari ke gang kanan
"Anjirrr, salah jalan woy! kesini!" Teriak Vani. dia kembali mengejar copet itu
"Berhenti kau copet br*ngsek! Woy! K*parat!"
Vani melihat copet itu berhenti karena sesuatu. Saat copet itu hendak putar balik, Vani sudah ada di belakangnya
"Hehe, mau kemana kau!" Ucap Vani dengan senyum menyeringai
"Hey, kau, cewek kecil. Awas! Aku mau lewat! jangan menghalangiku" Ucap Copet. Copet itu berusaha menerobos Vani
"Et.. Mau kemana kau!" Ucap Vani sambil menghadang copet itu
"Awas! Kalau nggak mau celaka!" Ucap Copet ngegas
"Balikin dulu tas itu!" Ucap Vani
"Jangan ikut campur!" Bentak Copet
"Bugg..." Seseorang dari belakang copet itu memukul punggung copet itu dengan balok kayu. Copet itu langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Vani terkejut melihat kejadian itu
"Hah??" Ucapnya terkejut saat melihat copet itu jatuh pingsan di hadapannya. dia menoleh ke arah orang yang memukul copet itu
"Jorhan? Kenapa kamu bisa di sini?"
"Vani? Aku yang harusnya tanya, kenapa kamu di sini? Ini kan jalan perumahanku" Ucap Jorhan
"Aku dari restoran depan!" Ucap Vani
"Kamu nggak sekolah?" Tanya Jorhan
"kenapa kamu pukul copet itu!" Tanya balik Vani mengganti topik pembicaraan
__ADS_1
"Pas lewat gang, nggak sengaja denger ada yang teriak copet. Jadi aku ambil balok kayu itu buat mukul" Jelas Jorhan
"Yaelah, aku udah lama nggak berantem, otot ku kaku. Niatnya kejar dia buat ngelenturin otot lagi, malah sekarang udah pingsan aja" Ucap Vani