Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_53


__ADS_3

Vani Menuruti apa kata dokter untuk duduk di sofa. Saat dokter Doni hendak memeriksa Agnes, Vani menyelanya


"Eh dok, Dia ada masalah di lidahnya" Ucap Vani


"Kamu tau masalahnya? Kenapa nggak kasih tau dari tadi?" tanya dokter Doni


"Hehe, basa basi dikit nggak masalah kan" Ucap Vani sambil tersenyum


"Huh.. Dasar" Ucap Dokter Doni sembari menghela nafas


Dokter Doni kembali memeriksa keadaan Agnes. Dia menyuruh Agnes untuk membuka mulutnya agar dia bisa mengetahui secara jelas masalah yang Agnes Alami


"Buka mulut Aaaa.." Ucap Dokter Doni


"Aaaaaa" Agnes membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Dokter Doni mengambil Senter dan melihat Lidah Agnes, dia langsung mengetahui masalah yang di lidahnya


"Oh..!" Ucap Dokter Doni setelah melihat lidah Agnes


"Sudah, tutup mulutmu"


"Jadi dok? Apa kesimpulannya?" Tanya Vani


"Kamu bilang dia nggak bisa bicara?" Tanya balik Dokter Doni


"Benar Dok, kalau nggak percaya tanya aja dia" Ucap Vani


"Hm... Kamu nggak bisa bicara?" Tanya dokter Doni


"Emmm... emmm.. em!" Gumam Agnes


"Ya ampun" Ucap Dokter Doni sambil menepuk dahinya


"Kenapa dok?" Tanya Vani


"Kalian berdua salah masuk rumah sakit. Saya nggak sanggup nyelesaiin masalah ini" Ucap Dokter Doni


"Kenapa dok? Segawat itu kah? Kemana kita harus pergi dok?" Tanya Vani


"Kalian harusnya masuk rumah sakit Jiwa buat Konsultasi tentang kejiwaan Kalian!" Ucap Dokter Doni


"Njerr, kami nggak gila!" Ucap Vani


"Cuma sakit begitu? Di bawa ke rumah sakit?"


"Dan satu lagi, cuma sakit begitu? Nggak bisa ngomong?" Tanya dokter Doni


"Itu luka parah Dok! Gara gara lidahnya kegigit. Dia harus rela nggak makan makanan favorite nya" Ucap Vani


"Cukup!" Ucap Dokter Doni

__ADS_1


"Kamu! Kamu udah bisa ngomong sekarang! Kamu sudah sembuh, tinggal pemulihan"


"Ahhh, leganya. Akhirnya aku bisa bicara lagi, btw dok, Kok lidah saya masih sakit?" Ucap Agnes


"yeyy Selamat atas kesembuhanmu, hehe" Ucap Vani


"Kan saya sudah bilang, tinggal pemulihan" Ucap Dokter Doni


"Berarti saya harus di rawat di rumah sakit ini dok? Yes, besok aku bisa libur dong" Ucap Agnes senang


"Hm... Lidah kegigit nggak perlu di rawat di rumah sakit, cukup jalanin keseharian kamu seperti biasanya" Ucap Dokter Doni


"Yah.. Kok nggak di rawat dok?" tanya Agnes kecewa


"Iya dok, kasihan dia. Kalau di kantin sekolah dia nggak bisa makan apa apa gimana? Kalau abis itu dia mati kelaparan gimana? Dokter mau tanggung Jawab?" Ucap Vani


"Iah, Ngeri amat ceritamu" Ucap Agnes


"Nggak bakal kejadian yang begitu. Kalau beneran kejadian ya bagus, beban saya bisa ngurang satu" Ucap Dokter Doni


"Jahad kali dokter ini" Ucap Vani


"Becanda becanda. Kamu udah bisa pulang, Tapi ingat, jangan makan yang pedas pedas nanti radang. Kalau radang, luka di lidahnya nggak cepat kering" Jelas Dokter Doni


"Oke dok" Jawab Agnes mengangguk


"Dok? Lidah kan selalu basah. Mana bisa kering!" Ucap Vani


"Oh begitu ya, kalau gitu kalau kita ada luka langsung di ludahin aja ya dok?" Ucap Vani


("Bahaya nih anak, kalau ada orang yang jatuh trus luka, nanti bisa bisa dia ngeludahin orang itu. Trus dia kena marah, bawa bawa aku. Bisa sial nanti") batin Dokter Doni


"Jangan, jangan! Bukan begitu maksud dokter!"


"Trus?" Tanya Vani kebingungan


"Akh.. Udahlah. pokoknya bukan begitu, Kamu jangan ludahin luka orang ya. Kalau gitu dokter mau cek pasien lain"


"Dan satu lagi, tentang manfaat ludah bagi luka di lidah, kalian bisa searching aja" Ucap Dokter Doni. Dia pergi meninggalkan Vani dan Agnes di ruang periksanya


"kok dia yang pergi? Kan ini ruangannya. Bukannya kalau ada pasien, pasiennya yang datang kesini? kenapa kebalik ya" Ucap Vani kebingungan


"Dia pusing kali" Ucap Agnes


"Widih, Udah bisa ngomong, seneng ya" Ucap Vani


"Hehe, pastinya" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Padahal tadi dia cuma senterin lukamu. Kok kamu udah bisa ngomong aja" Ucap Vani

__ADS_1


"Iya juga ya, mungkin dia punya kekuatan goib. kalau nggak senter itu, senter penyembuhan" Ucap Agnes


"Mana ada yang begituan. Tapi entahlah, aku juga penasaran" Ucap Vani


"udahan, ayo samperin Ray sama Jack" Ajak Agnes


"Yokay" Ucap Vani menyetujui. Mereka berdua pergi ke ruang pemeriksaan Ray. di sana mereka bertemu Jack di depan pintu pemeriksaan


"Yoww, Jack" Sapa Vani


"Kalian sudah selesai?" Tanya Jack


"Iya"


"jeng jeng.. sekarang Agnes udah bisa bicara" Ucap Vani gembira


"Bukannya dari dulu udah bisa bicara?" tanya Jack


"Kan gara gara kamu tadi dia nggak bisa bicara. Tapi berkat bantuan senter ajaib Dokter Doni, dia balik normal" Jelas Vani


"Lidah kegigit bukannya keringnya lama?" tanya Jack


"Kalau itu, belum sembuh. kata dokter Doni, semua butuh proses" Ucap Vani


"Kapan dokter Doni ngomong begitu?" Bisik Agnes pada Vani


"Entahlah, aku asal ngomong barusan" Bisik balik Vani


"Trus kalian seneng gara gara apa? Kan lukanya belum sembuh" Tanya Jack penasaran


"Kan udah dibilang, Kalau Agnes udah bisa bicara lagi. Asal kamu tau ya, penyembuhan Agnes itu luar biasa. Masa iya, cuma di senterin sama dokter Doni, Agnes langsung bisa bicara normal lagi" Jelas Vani


"Betul tuh" Ucap Agnes menyambung


"Emang kamu tadi nggak bisa ngomong gimana?" Tanya Jack


"Emmm.. emmm.. Emmm!!!" Gumam Agnes


"Njerr, kumat lagi ya?" Tanya Vani


"Barusan Praktekin doang" Ucap Agnes


"Bagus deh kalau begitu" Ucap Vani lega


"ga tau deh, apa isi otak kalian" Ucap Jack dengan senyum pahitnya


"kamu nggak ada gangguan bicara, cuman otakmu bermasalah"


"Jadi? Selama ini, mulutku baik baik aja?" Ucap Agnes

__ADS_1


"Iya. asal kalian tau, Kalian ngeluarin duit banyak cuma buat minta dokter Doni nyenterin lidahnya Agnes" Ucap Jack


"hm.. mari kita lupakan masalah ini" ucap Vani dengan ekspresi datar


__ADS_2