Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_52


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah sakit. Jack langsung turun dari mobil dan memanggil suster


"Suster! Tolong sus, keadaan genting" seru Jack


"Genting matamu!" ucap Vani sembari turun dari mobil. Ray dan Agnes ikut turun dengannya


"Genting di atap"


"kenapa panggil suster?" Tanya Ray


"Lidah Agnes kegigit" Jawab Jack


"Njirr, cuman lidah kegigit mau panggil bantuan?" Ucap Vani


"cuman katamu? Kasihan Agnes" Ucap Jack murung


"hum, Aku nggak butuh belas kasihan orang" Ucap Agnes


"Kuy Nes, tinggalin aja Jack" Ajak Vani. Mereka berdua berjalan meninggalkan Jack dan Ray yang masih saja berdiri di samping mobil


sesampainya di depan pintu rumah sakit, Vani berbalik


"Woy, kalian mau tetep disitu? kita masuk duluan!"


"Maaf kak, di rumah sakit jangan teriak keras keras" Ucap Satpam yang berjaga di samping pintu


"Ahahaa, saya kira ini alam bebas. jadi saya teriak" Ucap Vani dengan tawa kecil


"oh, jadi kakaknya kesini mau periksa mata ya? Silahkan masuk" Ucap Satpam sambil tersenyum


"Njirrr, maksud pak satpam mata saya nggak beres?" tanya Vani ngegas


"Kan emang gitu, jelas jelas di rumah sakit bilangnya di alam bebas" Ucap Satpam


"di ajak becanda dikit malah diseriusin" Ucap Vani


"kakaknya sendiri yang serius, saya becanda loh" ucap Satpam


"Emm... emm... em..." Gumam Agnes sambil mencoba menarik Vani masuk ke dalam rumah sakit


"Teman kakak bisu ya, semoga cepat sembuh" Ucap satpam


Vani yang sedang berjalan terhenti karena ucapan satpam itu. dia langsung berbalik dan menghampiri satpam itu kembali


"Woy! jaga ya mulut anda. Anda mau ngajak saya ribut? Ayo! Siapa takut!" Ucap Vani ngegas


Agnes langsung menghampiri Vani dan kembali menariknya


"Eemmm... emmmm" Gumam Agnes dengan maksud agar Vani menghentikan debatnya


"Apaan si? Kok kamu mendadak jadi orang bisu beneran!" Ucap Vani


"Em..!!" gumam Agnes ngegas


"woy! anda belum minta maaf sama teman saya"

__ADS_1


"anda sudah mencemari harga diri teman saya!" Ucap Vani kesal. satpam lain datang menghampiri mereka


"Eee.. cukup kak cukup" Ucap Satpam lain menghentikan bicara Vani


"kakak mau marah marah sampe kehabisan suara dia nggak bakal tau maksud kakak itu apa"


"Apa urusannya sama anda?! jangan ikut campur di masalah ini!" Ucap Vani ngegas


"Maafin dia kak, setelah mengalami kecelakaan dia sering menganggap sebagian orang bisu"


"telinganya jadi korban pas kecelakaan, dia tuli jadi bicaranya ngawur" jelas satpam


"ko bisa gitu?! kenapa dia masih jadi satpam!" ucap Vani


"pihak rumah sakit masih mempertahankannya karena kasihan dengan keadaan keluarganya"


"Kasian amat" Ucap Vani


"ya udah saya permisi, maaf sudah bentak bentak tadi"


"Iya kak, hati hati" Ucap satpam lain


"Hm.." gumam Vani. dia dan Agnes berjalan pergi meninggalkan kedua satpam disana. Di perjalanan, Vani memikirkan sesuatu


("Kasihan amat dia, jadi orang tuli. Pasti susah mau komunikasi, harus pakai tulisan kalau nggak pake gerakan tangan aneh. em... namanya apa ea")


tanpa sengaja Vani mendengar suara kedua satpam itu. Dia kembali berhenti dan menguping


"Makasih ya, udah selamatin aku dari cewek gila barusan" Ucap Satpam


"Santai aja, aku punya banyak cara buat nanganin orang kayak mereka" jawab satpam lain


"Ideku banyak, hehe"


Vani yang mendengar dan melihat kejadian itu hanya mendatarkan wajahnya


("Hm... G*blok kali aku barusan. Pake percaya sama cecungguk macam mereka")


("Kenapa aku bisa ketipu ya! Padahal dari awal, percakapanku sama satpam itu lancar, gaada tanda tanda dia tuli. Tapi kok aku barusan percaya ya")


"Woy satpam kamvret!" Teriak Vani. kedua Satpam yang mendengar teriakannya langsung menoleh kearahnya dan terlihat terkejut


"Hah! Kenapa dia masih disini"


kedua satpam langsung berlari kabur entah kemana. Vani dan Agnes sudah mencoba mengejarnya namun tidak menemukannya, Vani memutuskan untuk menghentikannya


"Satpam kok kabur njirr" Ucap Vani


"Emm!" Ucap Agnes sambil menarik narik Vani


"Kamu lagi! Kenapa nggak ngomong aja si?!"


"Am em am em doang!" Ucap Vani ngegas


Saat itu Ray dan Jack mendatangi mereka

__ADS_1


"Kenapa kalian lari larian?" Tanya Ray


"Barusan kita ngejar anj*ng" jawab Vani


"Anjing? Disini mana ada anjing" Ucap Jack


"Maksudnya satpam Anj*ng! Beraninya mereka ngibulin kita berdua" Ucap Vani


"hmm.. ayo Masuk" Ajak Jack


"Ayo" Ucap Vani. Agnes, Vani, Ray dan Jack masuk ke dalam rumah sakit


Mereka berempat berpisah di sana. Vani menemani Agnes di periksa dokter, sementara Jack mengantar Ray memeriksakan keadaan tangannya


Setelah masuk ke ruang periksa. Agnes duduk di kursi dan Vani berdiri disampingnya, dokter datang menemui mereka dan menanyakan permasalahannya


"Jadi? Apa masalahnya?" Tanya Dokter


"Maaf dok, kami disini mau periksa bukan mau curhat tentang suatu masalah" jawab Vani


"Maksud saya apa permasalahan sakitnya?" Ucap Dokter


"Sakit kok dipermasalahin, apa maksudnya dok?" Ucap Vani


"Kamu itu aneh sekali!" Ucap Dokter


"Hehe, becanda dok!" Ucap Vani sambil tersenyum


"Jadi kamu sakit apa?" Tanya dokter


"Dia untuk sementara nggak bisa ngomong dok" Ucap Vani


"Sementara?" tanya dokter bingung


"Jadi dia sakit apa?" Tanya Dokter


"Loh kok dokter tanya saya sih? Kan dokter yang dokter!harusnya dokter yang tau penyakitnya" Ucap Vani


"Aaaaaa... huuuuu... sabar sabar" Ucap dokter sambil menghela nafas


"Kalau gitu, apa keluhannya?" Tanyanya sambil senyum


"Tanya yang sakit lah, Mana saya tau dia sakit apa! orang dia yang ngerasain" Ucap Vani ngegas


"hey! yang benar saja! Katanya dia nggak bisa ngomong! Kamu sebagai temannya harusnya bantu dia jelasin keluhannya dong!" Ucap Dokter ngegas


"Woy! Dok! Kenapa ngegas" Ucap Vani


"Kamu yang bikin saya emosi!" Ucap Dokter


"Eh?" Tiba tiba Vani terdiam. dokter kebingungan melihat Vani yang tiba tiba diam


"Dokter kan yang pernah periksa aku sama Agnes di rumah sakit kota A. trus dokter juga periksa aku sama Ray di rumah sakit kota B. trus katanya juga kemarin dokter yang periksa aku dirumahku kan? Dan sekarang dokter mau periksa Agnes? Dokter ini dokter apa sih?" Ucap Vani setelah menyadari sesuatu


"Ehem... Perkenalkan, Saya dokter Doni, saya dokter multifungsi hehe" Ucap Dokter Doni sambil tersenyum

__ADS_1


"Njerr, emang ada dokter multifungsi" Ucap Vani


"Nah.. Udah? Sekarang, saya periksa temen kamu dulu! Mendingan kamu duduk di sofa trus diem ya" Ucap Dokter Doni


__ADS_2