
"Lima vs dua puluh, ayo! Siapa takut!" Tantang Vani
"Kamu ingat terakhir kali kita ketemu? Kamu mohon mohon padaku biar di lepasin, sekarang kamu mau ngulang kejadian itu?" tanya Ketua Osis
"Tcihh.. Dulu aku sendiri, sekarang aku bersama empat temanku" ucap Vani bangga
"dulu aku juga sendiri, sekarang ber dua puluh. masih yakin menang?" Tanya ketua osis
"ya elah, ngeremehin kita ya? Asal kamu tau.. Bukan, asal kalian semua tau. walau berlima, tapi kita udah berkali kali nuntasin berandalan kayak kalian" jawab Vani
"Bos, langsung bat bet aja!" Ucap anak Jalanan
"Baiklah, kalian semua. Selesaikan mereka berlima disini!" Perintah ketua Osis pada Anak jalanan lainnya
lima belas anak jalanan langsung berlari untuk menyerang kelima anggota CRIFITY. Namun kelima anggota CRIFITY sudah siap menghadapi mereka semua. Di tengah jalan perumahan, mereka semua berkelahi dengan hebatnya
"Bug.. bag.. buagg!!" member CRIFITY mengalahkan kelima belas anak jalanan dengan mudahnya. Kelima belas anak itu bergeletakan di jalanan dengan kesakitan yang mereka dapatkan. kelima Anggota CRIFITY merasa kelelahan setelah perkelahian itu
"Bos, mereka semua kalah" Bisik anak jalanan
"Hebat, Hebat.." Ucap ketua kelas sambil menepuk tangannya dengan keras. pandangan kelima anggota CRIFITY langsung tertuju padanya
("Anjir, apa maksudnya?") batin Vani penasaran
"Kalian berlima tampak kewalahan ngadepin mereka" Ucap ketua osis
"Siapa bilang?! Mereka semua lebih mudah di kalahkan dari pada bayanganku" Ucap Jorhan
"Asal kalian tau, mereka berlima belas itu memang belum pernah ada pengalaman berkelahi. hanya merusuh tanpa mendapatkan perlawanan. Tapi kita berlima sudah menang berkali kali melawan orang orang seperti kalian" Ucap ketua osis
"Ayo! Lima vs lima, kita buktikan siapa yang terkuat diantara kita" Tantang Jorhan
Kelima anggota CRIFITY maju terlebih dahulu menyerang kelima anak jalanan itu. Vani berkesempatan berhadapan dengan ketua osis
"Buggg.. Bag.. Buagg!" Mereka berdua saling menangkis serangan satu sama lain
"Hah! Ternyata kemampuanmu sama kayak mereka semua" "Buagg..." Ucap Vani sambil menyerang ketua osis
__ADS_1
"Siapa bilang?" "Swoshh" Jawab ketua osis sembari menghindari serangan
"Buaggg.. Bugg.. baggg" Saat ketua osis lengah, Vani langsung menghajar wajah ketua Osis dan langsung menendangnya dengan kencang. "Buag.." Ketua osis terlempar cukup jauh. keempat anggota CRIFITY lainnya berhasil menyudutkan keempat anak jalanan disana
"Tcihh" Ucap Ketua osis Saat dia melihat posisinya yang tidak di untungkan, ketua osis langsung kembali bangkit dan menyerang Vani
Saat Vani hendak menghajar wajah ketua osis kembali, ketua osis menangkis serangan Vani dengan tangannya. Ketua osis langsung membalikkan tubuh Vani dan memlintir tangan Vani seperti yang dia lakukan sebelumnya
"Akhh...." Teriak Vani kesakitan
"Kalian semua berhenti! atau tangan anak ini ku patahkan" Ucap ketua osis dengan lantang
"Akh... Jangan woy!" Teriak Vani
("tangan Ray tinggal satu, masa aku juga sih") batin Vani
keempat anggota CRIFITY berhenti menyerang anak jalanan di sana, keempat anak jalanan mundur menghampiri ketua osis
"Lepasin Vani!" seru Ray
"Cih.. Kita nggak bakal nyerah" Ucap Vani
"Krakk.." "Akhhh" Ketua osis memlintir tangan Vani lebih kuat
"Baik, kami menyerah! lepaskan dia" Ucap Jack pada ketua Osis
"Bagus, kalian tetap berdiri di situ" Perintah ketua osis
Ketua osis berjalan mundur dan membawa Vani sebagai tawanannya. Setelah cukup jauh, ketua osis melepaskan Vani dan "buaggg.." dia langsung memukul wajah Vani hingga Vani pingsan. dia bersama empat anak jalanan pergi meninggalkan kelima belas anak jalanan lainnya
"Vani" Teriak Ray saat Melihat Vani jatuh. dia langsung berlari kencang menghampiri Vani
"Apa yang terjadi!"
"Kamu kan liat sendiri Ray, kalau Vani di hajar sampai pingsan" Ucap Citra
"Aku bawa dia" Ucap Ray
__ADS_1
"bagaimana caranya? Minggir, biar aku yang bawa" Ucap Jack. dia mengangkat Vani dan membawanya kembali ke mobil mereka
"Han, Cit.. Kalian ikat mereka semua dan hubungi polisi" Ucap Jack
"Oke, serahkan pada kami" Jawab Citra. Jorhan dan Citra segera membereskan kejadian di sana. Sementara Jack dan Ray membawa Vani kembali ke markas CRIFITY
sampai di markas, Ray membukakan pintu mobil dan Jack mengangkat Vani keluar dari mobil. Saat Berjalan menuju markas, Vani tersadar dan dia melihat wajah Jack
"Anjirrr, Jack! Lepasin" Ucap Vani terkejut. Jack yang terkejut langsung melepaskan Vani saat itu juga
"Bragg" Vani terjatuh ke tanah
"Akh.." Ucap Vani kesakitan
"Apa yang kamu lakukan Jack" Ucap Ray. dia membantu Vani berdiri
"Dia yang minta" Ucap Jack
Saat Vani berdiri dia menyadari sesuatu, dia mengambil handphone di sakunya
"What the.. F*ck! Handphone ku retak" Ucap Vani terkejut. Dia mencoba menyalakan handphonenya
"Oh, masih nyala tapi Lcdnya rusak separuh"
Vani melihat jam di handphonenya, dia terkejut karena saat itu sudah menjelang sore. Tiba tiba dia teringat janjinya pada kakaknya, dia membuka chat dari kakaknya
Di chat
Khakim: "eternal glorious restaurant"
("dimana ni restoran") batin Vani
"Jack, bisa liat handphonemu bentar? Handphoneku buriq" Pinta Vani. Jack memberikan handphone nya pada Vani. Setelah melihat Maps, Vani mengembalikan handphonenya pada Jack
"oh, deket"
"Yosh, makasih Jack. aku duluan" Ucap Vani. dia berlari menuju ke restoran itu
__ADS_1