Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_49


__ADS_3

Mereka berdua terkejut karena kekompakan mereka. Sesaat mereka kembali terdiam, namun Vani tidak dapat menahan tawanya


"Ahahahaahaaa, situasi macam apa ini" Ucap Vani sambil tertawa


"Kenapa kita bisa kompak gini"


"Puftt... ahahahaaha" Ray ikut tertawa


"Ehem.. Stop stop, duduk Ray" Ucap Vani. Ray duduk di pinggiran kasur Vani


"Oh ya Ray, soal pagi tadi maafin aku ya, aku nggak bermaksud nyinggung kamu"


"aku ini emang bodoh ya, cuma ngandalin kekayaan orang tua. tanpa kekayaan mereka, aku bisa apa coba"


"Aku ngerti, maafin aku juga. nggak sepantasnya aku bentak kamu" Ucap Ray menyesal


"Nggak nggak, kamu nggak perlu minta maaf, kan aku yang salah" Ucap Vani


"Enggak, aku yang salah. karena sudah bentak kamu!" Ucap Ray


"Nggak bisa! Kan aku yang nyebab-in kamu marah. Jadi aku yang salah!"


"bukan. ada pepatah mengatakan, cewek itu selalu benar dan cowok selalu salah, jadi mungkin ini salahku" Ucap Ray


"Njirrr, apa hubungannya sama pepatah. ini kan masalah kita" Ucap Vani


"Tetap aja aku yang salah" Ucap Ray


"Ngeyel amat sih! Kan aku yang salah! kamu nggak perlu menyesal! Harusnya aku yang menyesal! bukannya kamu!"


"Tetep aja nggak bisa, cowok harus ngalah"


"mulai sekarang kmu selalu benar di mataku, jadi aku minta maaf karena aku salah" Ucap Ray


"udah udah, nggak kelar kelar ntar. anggap aja kita impas"


"eh.. Tapi tetep nggak bisa impas, tangan kamu kan hilang satu sementara tanganku masih utuh" Ucap Vani


"Jangan! Jangan! Kamu nggak perlu begitu!"


"Kamu nggak perlu ngorbanin tanganmu demi aku!" Ucap Ray


"Yee.. kamvret, Mana mau aku amputasi tanganku sendiri. demi kamu lagi!"


"Aku kira kamu bakal berkorban, ternyata enggak"


"Kamu mau aku korbanin tangan aku beneran?" tanya Vani


"Becanda" Ucap Ray


"Kamu udah makan?" Tanya Vani


"Kamu sendiri?" Tanya balik Ray


"Ini dirumahku, makan tinggal makan" Ucap Vani


"Oh ya Ray, orang tuamu gimana?"

__ADS_1


"Tentang masalah ini, mereka juga anggap ini kecelakaan. Tenang aja, mereka nggak bakal nyalahin kamu"


"Hm.. Bagus deh. Kalau aku udah mendingan, aku mampir ke rumahmu"


"Kapan aja bisa"


"Ada satu lagi yang mau aku tanya ke kamu"


"Apa?" tanya Ray penasaran


"Kamu punya pasport?" Tanya Vani


"punya, ada apa?"


"Yosh bagus deh.."


"Dua bulan lagi ujian kenaikan kelas. abis ujian kan libur panjang, kamu temenin aku ke negara A ya sekalian liburan hehe" Ucap Vani


"iya juga, aku dah lama nggak ikut pelajaran"


"kayaknya aku harus ujian susulan sendiri!" Ucap Ray


"Tenang aja! kamu kan cerdas, tinggal jalanin aja ngapain susah" Ucap Vani


"Tenang tenang! Aku pinter dari mananya? Rankingku aja nggak sampai lima besar" Ucap Ray


"Jangan ngegas juga lah ngomongnya! Slow aja napa, belajar itu gampang, nanti aku ajarin deh" Ucap Vani


"murid kelas sepuluh mau sok ngajarin anak kelas dua belas? Palingan remidi semua" Ucap Ray


"Sombong amat, emang berapa rankingmu?" tanya Ray


"satu dong"


"hebat juga kamu"


"Ranking satu dari satu murid, ahahaha"


"Kelas kamu isinya cuma kamu doang?" Tanya Ray


"enggak lah, becanda barusan" jawab Vani


"Tapi kamu beneran ranking satu?"


"Iya, aku ranking satu dari empat puluh murid di kelas, aku juga masuk pararel kelas" Jelas Vani


"kamu ikut olimpiade apa aja?" Tanya Ray


"Kalau yang begituan. pas guruku manggil aku buat ditanya kesiapan, aku sih bilang siap. Tapi abis itu dia ngurungin niat buat ngikutin aku olimpiadenya, gara gara sifatku katanya dan dia takut aku mencoreng nama sekolah" Jelas Vani


"Udah aku duga, pasti gara gara itu" Ucap Ray


"Itu apa?" Tanya Vani


"Hm.. Lupakan, kamu udah enakan?" Ucap Ray


"Udah nih, sakit terus ntar boros" Ucap Vani

__ADS_1


"ayo turun kumpul di bawah" Ajak Ray


"Bawah? Bawah kasur? mau ngapain ngumpul di bawah kasur? Kurang kerjaan banget"


"Ruang tamu!"


"lawakanmu barusan garing, super garing. aku aja sampe ikutan garing" Ucap Ray


"Ayo turun, nanti aku kasih es biar nggak garing garing amat" Ucap Vani


Mereka berdua pergi keluar dari kamar Vani dan turun ke ruang tamu. di ruang tamu, Awani dan putri terkejut melihat kedatangan Vani


"Hah?! VANI!" teriak putri


"Hai" Ucap Vani sambil melambaikan tangannya


"Kamu udah sembuh? Kapan balik?" tanya Awani


"Kalian berdua pinter drama ya, dari tadi disini tapi cuma ngabisin makanan doang" Ucap Agnes


"Niatnya mau kita samperin ke kamar. eh.. tau tau kamu udah disini aja, gajadi kekamar deh" Ucap Putri


"Nyamperin apanya? Dari tadi kalian diem di tempat" Ucap Agnes


"Woy! Diem kau monyet sialan" Ucap Putri


"U.U A.A... Ahahahaaaha" Ucap Agnes


"jadi monyet beneran!"


"monyet jadi jadian ya" Ucap Putri


"U.U A.A, Iya" jawab Agnes


"bisa tolong bawakan uang yang banyak? ntar ku kasih sesajen" Ucap Putri


"Kalau mau uang, kerja! Jangan minta sama setan!" Ucap Agnes


"Emang kamu setan?" Ucap Putri


"Aku? Oni(iblis)"


"Oni matakau!"


"Brakk"


Tiba tiba Vani yang sedang berdiri memperhatikan teman temannya roboh dan terjatuh ke lantai. Ray yang berdiri di sampingnya langsung menyadarinya


"Vani!" Teriak Ray yang membuat semua orang disana menoleh kearah Vani. Mereka mengrubungi Vani dan Ray


"Ada apa?!" Tanya Agnes


"tiba tiba dia langsung pingsan tadi" Ucap Ray


"biar aku angkat dia" Ucap Jack. dia menggendong Vani


"Nes, hubungi dokter" sambungnya. Agnes langsung menghubungi dokter dengan handphonenya, Sementara Jack membawa Vani ke kamarnya

__ADS_1


__ADS_2