
Agnes menunggu Vani mengambil perlengkapannya dengan duduk di sofa dan menonton TV
"jangan lama lama woy!" Teriak Agnes
"Iya iya, kamu nonton satu film sampe tamat dulu. Nanti aku selesai" Teriak Vani
"Yang bener aja woy, satu film bisa sampe satu kalau nggak dua jam. Kamu mau ngapain aja?" Teriak Agnes
"Tidur wkwk" saut Vani
"Kalau gitu aku pulang nih" Teriak Agnes
"Jangan gitu lah"
"kuy berangkat!" Ucap Vani yang tiba tiba di depan Agnes
"njerr, kok kamu udah disini aja. Barusan kan masih teriak teriak dari kamar" Ucap Agnes heran
"Aku bisa teleportasi"
"gimana biar cepet nyampe, Pakai teleportasimu aja ke kota sebelahnya"
"Oh, nggak bisa. Aku barusan pake teleportasi, Sehari cuma bisa satu kali doang"
"Ngeles aja, mana ada teleportasi"
"Wkwk, dah tau begitu. Masih percaya aja"
"Kuy berangkat!" Ajak Agnes
"TV matiin dulu woy!"
"Oh iya, lupa! Btw aku belum kelar satu film loh, baru lima menit" ucap Agnes sambil mematikan TV
"Lanjut sana!" Ucap Vani
"Beneran?" Tanya Agnes
"lupakan, ayo berangkat!"
Mereka berdua masuk ke dalam mobil. di tengah perjalanan, terdengar suatu suara aneh yang membuat bulu kuduk Vani merinding
"Kruyukkk..."
Suara aneh yang terdengar
"Nes, kamu kentut ya barusan!" Ucap Vani
"Kentut pala kau! Aku belum makan dari pagi nih" Ucap Agnes
"Yaelah, ternyata perutmu toh. Makanya jangan lupa sarapan"
"Emang kamu udah makan? Belum kan?!"
"biasanya juga makan di kantin, tadi kan pulang awal"
"Tau aja. mampir ke restoran dulu deh. Lagian keperluanku juga besok"
"Sebenarnya kamu mau ngapain sih?" Tanya Agnes penasaran
"Ada deh"
"Kalau nggak kasih tau, aku turun nih" ancam Agnes
"Ya udah, turun aja sono. Malem malem di hadang setan m*mpus kau!" Ucap Vani
"hum.. Berhubung aku kasihan sama kamu. Aku temenin deh" Agnes mengurungkan niatnya
__ADS_1
"ahaha, bisa aja" Ucap Vani sambil tertawa
"Sebenarnya aku mau ngawasin orang"
"Siapa?" Tanya Agnes penasaran
"Seseorang, ya seseorang"
"Ya siapa?" Tanya Agnes
"Kita sampe, turun kuy. Laper nih" Ajak Vani sembari turun dari mobilnya
"Wohoo makan makan" Agnes yang melupakan pertanyaannya sebelumnya dan langsung menyusul Vani
("Ehehee, lupa juga kau") batin Vani
Mereka berdua pergi masuk ke dalam restoran dan duduk di salah satu kursi kosong. Agnes memesan makanan untuknya dan Vani
"Disini ada Wi-fi nggak ya" Tanya Vani
"Restoran mewah gini, masa wi-fi nggak punya sih" jawab Agnes
"Iya juga ya!" Vani mengeluarkan laptopnya dari tas
"Kamu ngapain bawa laptop segala"
"Hehe, kan aku bilang. Mau mengawasi seseorang! jadi butuh laptop lah"
"Hm.. Bikin penasaran aja!" Ucap Agnes sambil mendekati Vani
"Siapa sih?"
"Temen temenku dari komunitas"
"Kamu gabung komunitas? Wih canggih! Komunitas apa?"
"tapi kalau kita ketahuan"
"Moga ketahuan" Ucap Agnes
Vani mengotak atik laptopnya dan mencari keberadaan Ray dan lainnya. Setelah berusaha, akhirnya pelacak di hp Ray Aktif
"Hoho, berhasil dong aku!" Ucap Vani bangga
"wuhuu Selamat, walau aku nggak tau apa apa" Ucap Agnes
Setelah itu makanan datang. Vani menyimpan laptopnya kembali dan mereka berdua memakan makanan mereka. Setelah kenyang, Mereka keluar dari restoran dan kembali masuk ke mobil
"Dah kenyang, lanjut deh" Ucap Vani sambil menyalakan mesin mobilnya
"Yokay lah" Ucap Agnes
"Bensin tinggal setengah tuh, mampir pom bensin dulu. Sekalian beli cemilan di minimarketnya"
"Iya iya, bentar lagi kita lewat pom bensin" Ucap Vani sambil fokus menyetir
"Mampir lah, jangan lewat doang!" Ucap Agnes
"Tau dah!" Ucap Vani dengan ekspresi datar
Sesampainya di pom bensin, Vani dan Agnes turun dari mobil,
"Yosh, aku yang beli cemilan. Kamu isi bensin" Ucap Agnes sambil melangkah pergi ke minimarket
"Yokay" Ucap Vani
Selesai mengisi bensin, Vani menunggu Agnes di pinggiran jalan. beberapa menit menunggu, Agnes keluar dari Minimarket dan kembali ke mobil
__ADS_1
"Lama banget dan juga... Belinya banyak amat" Ucap Vani terkejut
"Makanan ringan mah, bungkusnya gede isinya dikit. Beli banyak nggak masalah" ucap Agnes sembari masuk ke dalam mobil
"Kuy jalan lagi" Agnes membuka salah satu bungkus dan memakannya
"Bagi lah" Vani merebut camilan Agnes. Agnes membuka bungkusan baru
"woy yang ini belum habis. Udah buka yang lain" Ucap Vani
"Serah aing.. Ayo jalan" Ucap Agnes
"Bentar, aku cek dulu lokasi mereka"
Vani mengambil laptopnya dan mencari lokasi Ray,
"Kamu online, masih nyambung wi-fi restoran tadi? Canggih amat. Bisa connect sampe sini"
"Iya dong. Restourant mahal mah beda"
"heh serius? Sandinya apa" Tanya Agnes kaget
"T*lol amat njerr. mana bisa begituan, Aku bawa Mi-Fi" Ucap Vani
"Becanda njirr. Jangan anggap ku nggak tau yang begituan"
"hilih" ucap Vani
"Hm.. Mereka kayaknya udah ada di markas komunitas kota sebelah. trus Hotel terdekat... Emm... Jauh njirr.. Kita tidur dimana nih"
"Tidur di mobil aja lah, kursinya tinggal di setting kan jadi kasur" Ucap Agnes
"terpaksa deh"
Agnes pergi ke kursi belakang dan menata kursi untuk di tiduri. Setelah selesai, Agnes berbaring di sana
"Nes, kita parkir dimana nih" Ucap Vani sambil menyetir, Namun Agnes tidak merespon. Vani menoleh ke kursi belakang
"yee tidur"
"Parkir dimana nih" sampai di kota sebelah, Vani berhenti di depan markas CRIFITY. dia masih memikirkan tempat yang pas untuk memantau tempat itu
"Hm.. Dimana ya?"
Dari dalam markas. Jack melihat dari jendela mobil yang berhenti di depan markas. Dia merasa mengenal mobil itu
"Mobil itu" Ucap Jack sambil berdiri
"Apa?" Tanya Ray
"Kayak kenal.." Jack berpikir keras
"Oh... Itu mobil Vani!"
"Vani?" Ray langsung berlari keluar dari markas. Namun saat itu Vani sudah menemukan tempat yang cocok untuk parkir yang tidak jauh dari markas. Vani parkir di parkiran tempat makan yang buka dua puluh empat jam
Jack mengejar Ray yang berlari keluar dari markas,
"Mungkin itu bukan mobilnya!" Ucap Jack
"Semoga bukan! Kalau beneran! Bandel amat tuh anak" Ucap Ray cemas
"Iya, mungkin kebetulan sama"
"atau aku berhalusinasi"
"Mobil Vani banyak stiker gitu, masa iya ada yang sama" Ucap Ray yang masih penasaran
__ADS_1
"coba telpon dia. kalau ada suara kendaraan, Berarti dia nggak di rumah dan kemungkinan yang barusan itu dia" ucap Jack