
Tiga jam kemudian Jack datang ke rumah sakit. Dia masuk ke dalam ruangan Vani, Namun saat itu Vani sudah tertidur lelap
"hmm.. dia tidur" Ucap Jack ketika melangkah masuk ke dalam kamar. dia berjalan ke sofa dan berbaring di sana
"Kayaknya ada urusan, tapi apa ya.."
"udah lah tidur" dia memejamkan matanya dan tertidur lelap
Sementara itu, di ruangan Ray. Ray dari sore sampai malam masih saja menghawatirkan keadaan Vani. Dia menunggu kabar dari Jack yang mengejar Vani, namun Jack lupa memberitahunya dan malah tertidur lelap di kamar Vani
"bagaimana keadaannya? apa dia baik baik saja?"
"kenapa mereka belum kembali dari sore?"
"Jangan jangan terjadi sesuatu dengan mereka"
"Aku perlu cek mereka!" Ucapnya cemas sambil bangun dari tidurnya. dia melihat ke arah jam dinding
"udah larut malem. Mereka pasti sudah kembali"
"sebaiknya aku beristirahat" dia kembali berbaring dan tidur lelap
Setelah tertidur beberapa saat, ditengah malam Jack terbangun dan teringat sesuatu
"Oh! Ray" Ucap Jack saat bangun dari tidurnya. dia terduduk di sofa
"Dia pasti belum tidur gara gara khawatir. Aku harus ke kamarnya sekarang" Jack berdiri dari duduknya dan pergi ke ruangan Ray
"cklek" Jack mendorong pintu kamar Ray terlalu keras, Ray terkejut dan terbangun dari tidurnya
"heh?!" Teriak Ray
"Ray, kamu belum tidur? Pasti kamu cemas dengan keadaan Vani"
"Vani baik baik saja, dia udah tidur di kamarnya" ucap Jack
"Iya, aku tidak bisa tertidur. Syukurlah kalau dia baik baik aja, woaahh..." Ucap Ray sambil menguap
"Kamu keliatannya capek, mending tidur. Nggak perlu cemas, aku jaga dia"
"Iya, tolong ya" Ray kembali memejamkan matanya dan tertidur
"Heh? Udah tidur aja?!" Ucap Jack. Jack keluar dari kamar Ray dan kembali ke kamar Vani untuk tidur
__ADS_1
Pagi hari menjelang, Vani dan Jack terbangun dari tidurnya. Vani duduk di atas kasur dan Jack duduk di sofa
"Woahh.. Pagi juga kamu bangun" Ucap Vani sambil menguap
"aku harus ke sekolah" Ucap Jack
"Kamu sekolah? Kemarin kenapa kamu nggak bilang? Kalau kamu bilang, aku nggak bakal maksa kamu tidur disini"
"Nggak apa, aku bawa seragam di tas. Tinggal ganti"
"Nggak mandi? ih... Mending jauh jauh deh" Ucap Vani
"Mandi pulangnya, nggak bawa alat mandi" Ucap Jack
"Njerr, nggak bawa? kemarin dari rumah emang udah niat nggak mandi ya?"
"di kamar mandi ada alat mandi punyaku, pake aja sana. Tapi sikat giginya jangan" Ucap Vani
"hmm.. mana mungkin aku pakai sikat gigimu" Ucap Jack sambil berjalan ke kamar mandi
"oh, kayaknya di sediain sikat gigi deh dari rumah sakit, cari di kamar mandi pasti ada. Pake itu aja" Ucap Vani
Sambil menunggu Jack mandi, Vani mencoba berdiri dan berjalan. Dia sudah bisa berjalan tanpa harus berpegangan pada tembok, namun langkahnya masih sangat pelan. Dia melatih kakinya dengan berjalan ke sana kemari di kamarnya
"Oh, aku belum pesen sarapan buat Jack sekalian Ray deh. Kalau pesen makanan online, mereka bisa antar ke rumah sakit nggak ya. Kayaknya bisa, coba pesen deh kalau gitu" Ucap Vani sambil mengambil handphone di atas meja. Dia memesan makanan
Sepuluh menit kemudian, makanan yang di pesan Vani datang. dia menerima makanan itu dan membayarnya. Setelah itu Vani meletakkannya di atas meja dan duduk di sofa
"Jack lama banget mandinya ya, dari pertama sebelum aku pesen makanan sampai makanannya dateng, belum keluar keluar. lagi ngapain tuh anak" Ucap Vani penasaran
"Samperin deh" dia berjalan perlahan mendekat ke pintu kamar mandi. dia menggedor gedor pintu kamar mandi
"tok tok tok tok"
"Woy! Jack, lama banget! Udah jam delapan lol" seru Vani
"eh?!" Jack yang saat itu tertidur di bathtup, terbangun karena gedoran pintu dari Vani
"berisik!" sautnya
"Sekolah woy! Ngapain aja di dalem!" saut Vani dari luar kamar mandi
"berendam, jangan ganggu" seru Jack
__ADS_1
"Woy! yang bener aja! Pagi pagi mau sekolah malah berendam segala! Telat woy!" Teriak Vani
"Lagian di kamar mandi rumah sakit ada bathtup segala, bikin betah" saut Jack
"Jelas dong, kamar VVIP" seru Vani sombong
"yang bayar bukan kamu, jangan sombong"
"Lah, orang tua ku yang bayar, sama aja kali"
"Udah woy keluar! Niat sekolah nggak sih! aku dah pesen sarapan nih, kalau nggak keluar aku habisin ya!" seru Vani
"Jangan" Jack langsung berdiri dari bathtup dan dia menyelesaikan mandinya dengan cepat
Vani berniat pergi ke kamar Ray dan mengajaknya untuk sarapan bersama. Dia keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Ray. Sampai di depan kamar Ray, langkah Vani terhenti karena sesuatu. dia mengintip dari kaca pintu kamar Ray
Di dalam kamar, Ray terlihat sedang bersama dengan Citra. Citra terlihat membawakan Ray makanan dan mereka sedang sarapan bersama. Citra menyuapi Ray karena tangan Ray yang hilang. Mereka berdua makan sambil mengobrol dengan senangnya, Vani yang melihat kejadian itu merasakan suatu perasaan aneh
"Hm.. Udah makan, bagus deh" Ucap Vani pelan dengan muka datar
"Kenapa juga pake disuapin?! Makan kan pake tangan kanan, Tangan kanan Ray juga masih ada!"
"Cihh, ngobrol sambil ketawa tawa gitu kayak orang gila tau nggak!"
("Kok nyesek yak, liatinnya") sambung batinnya
"lagi ngapain" seru seseorang dari belakang Vani
"Anjerr!" Vani menoleh ke belakangnya
"ngapain?" Tanya Jack
"Oh enggak, tadi niatnya mau ajak Ray sarapan. Tapi yaa.. Sudahlah, kuy balik. kita sarapan berdua aja" Ajak Vani sambil berjalan kembali ke kamarnya
"mukamu kusut? Ada apa?" Tanya Jack sambil berjalan di samping Vani
"Sebenarnya...." Vani berhenti berjalan dan Jack ikut berhenti
"nggak ada, hehe" sambungnya sambil tersenyum
"Udah ku bilang, kalau nggak mau senyum jangan di paksain. Senyum paksaan bikin muak tau nggak!" Ucap Jack
"oke fine! mulai sekarang aku nggak bakal senyum ke kamu lagi!" Ucap Vani dengan muka serius
__ADS_1