
Vani dan Ray menaiki taxi untuk menuju ketempat penyewaan mobil. Mereka masuk kedalam taxi dan duduk manis di taxi
"Pak ke rumah sakit" Ucap Vani pada supir taxi
"Siap" balas supir taxi sambil melajukan taxinya
"Kenapa kerumah sakit? Bukannya kita mau ke tempat penyewaan mobil?" Tanya Ray
"Tempatnya kan di samping rumah sakit, apa salahnya sih berhenti di sana. Selain itu, Emang kamu tau nama tempat itu?" Tanya Vani
"Enggak" ucap Ray
"Ya udah nurut" ucap Vani
"hmm.. " gumam Ray
"kamu emosian"
"kamu yang bikin emosi" ucap Vani kesal
Setelah cukup lama menaiki taxi, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Mereka berdua turun dari taxi dan berjalan menuju tempat penyewaan mobil di samping rumah sakit. Setelah mereka masuk ke dalam tempat penyewaan mobil, mereka menemui pemilik tempat itu dan menceritakan kejadian yang dialami Ray
"Jadi begitu pak, kami butuh penjelasan secepatnya!" ucap Vani memaksa
"ssts.. Yang sopan.."
"Maaf pak sebelumnya, jadi kami mau tanyakan sesuatu pak. Ini menyangkut keselamatan adik saya" Ucap Ray sopan
"Iya nggak apa, adik kamu kenapa nak?" Tanya pemilik tempat penyewaan mobil
"tadi udah ku ceritain juga!" ucap Vani
"btw, Ray kamu jadi anaknya bapak itu?"
"Please Van, Kali ini aja serius. kita baru ketemu tadi siang, setiap ucapanmu tujuh puluh persen candaan doang" ucap Ray
"Hm.." vani terdiam
Ray menceritakan ulang semua kejadian yang di alaminya tadi. selesai bercerita, akhirnya pemilik tempat penyewaan itu mau membantu mereka
"Kalau gitu, kalian tau siapa yang bawa mobil itu?" Tanya pemilik tempat penyewaan
"Nah.. Makanya kita kemari lol. kenapa malah tanya kita" ucap Vani pada pemilik tempat penyewaan
"Jadi kalian gatau?" Tanya pemilik tempat penyewaan
"Iya pak" Jawab Ray sopan
"yeee, kita kesini kan mau cari informasi. Trus kenapa kami yang di introgasi?" Ucap Vani
"kalian tau nomor plat mobilnya?" Tanya pemilik tempat penyewaan
"Emmm" Vani mencoba mengingat sesuatu
"Saya tau pak, kalau nggak salah platnya 12346" Jawab Ray langsung
"wih, ingatanmu canggih juga ya" ucap Vani kagum
"ayo ikut saya, saya bisa cek siapa yang sewa mobil dengan nomor plat itu" Ucap pemilik tempat penyewaan sambil berjalan ketempat kerjanya
Setelah itu pemilik tempat penyewaan mobil mengecek data penyewa mobil dan akhirnya dia mengetahui nama dan alamat orang yang membawa adik Ray pergi
"Ini nama dan alamat rumahnya, kalian bisa langsung ke sana untuk mengecek. Kalau sudah terbukti, segera lapor ke polisi" Ucap pemilik tempat penyewaan
"Terimakasih pak, kalau gitu kami mohon pamit" Ucap Ray sopan
"thanks pak bro" ucap Vani sambil tersenyum
"Iya hati hati kalian" Ucap pemilik tempat penyewaan sambil tersenyum
__ADS_1
Vani dan Ray keluar dari tempat penyewaan mobil dan segera pergi menuju ketempat yang sudah tertulis di catatan yang diberikan pemilik tempat penyewaan mobil. di perjalanan menuju tempat itu, mereka berjalan sambil mengobrol
"Oh ya, ngomong ngomong pelakunya bodoh banget yak. Kenapa dia pake ngasih data tempat tinggal mereka. Iq mereka harus dipertanyakan nih" ucap Vani
"hmm.. aku juga menyadarinya. kalau mereka pintar, berarti tempat ini bukan tempat asli mereka. Tapi kita liat aja dulu" ucap Ray
"Iya, ayo lari. Biar cepet nyampe" Ajak Vani
"Oke" Ucap Ray menyetujui
Ray dan Vani berlari ketempat yang tertulis di catatan. Setelah berlari cukup lama, akhirnya mereka sampai ditempat itu. mereka berdua berdiri cukup jauh dari tempat itu. Di tempat itu terlihat mobil yang digunakan untuk membawa adik Ray terpakir di tengah dua rumah
"Lihat itu mobil mereka. Ternyata Iq mereka harus dipertanyakan"
"huuhh.. sungguh kebodohan yang haqiqi" Ucap Vani sambil menghela nafas
"Untung mereka bodoh" Ucap Ray
"Kalau gitu, tunggu apa lagi? Langsung sikat yuk!" Ajak Vani
"Tunggu, kita butuh rencana" Ucap Ray serius
"Apa rencanamu Ray?" Tanya Vani
"Aku punya rencana, jadi... emm... ternyata aku lupa rencananya gara gara capek lari, kalau gitu langsung aja" Ucap Ray
"Yee.. kamvret kau, kuy lah" Ucap Vani sambil berjalan mendekati rumah
"Rumahnya yang kiri apa kanan?" Tanya Vani bingung sambil menghentikan jalannya
"aku ke kanan kamu ke kiri, kalau lihat orangnya beri kode" Ucap Ray
"Siap kapten Ray" Ucap Vani sambil memberi hormat
Mereka berdua berpisah untuk mengecek rumah di sana. Ray mengecek rumah sebelah kanan, dengan perlahan dia mendekat ke rumah itu
"brakkk"
"WOYY!! BALIKIN ADIKKU!!" ucap Ray dengan lantang pada orang di sana, namun di sana tidak ada orang
"Lah.. Kosong?" Ucap Ray terheran
("memalukan") batinnya
Tiba tiba Vani menghampiri Ray di rumah itu dan memberitahukan apa yang dia lihat
"Ray, bukan ini rumahnya.. mereka di sana!" Ucap Vani panik
"Ayo ke sana" ajak Ray sembari berlari mendahului Vani
Mereka berlari ke rumah sebelah kiri dan langsung mendobrak masuk kedalam rumah. Di sana terlihat adik Ray yang sedang di sekap dan ada sekitar empat preman yang terlihat sedang berjaga
"kamu selamatkan adikku. Aku yang beresin mereka" Perintah Ray
"yokay" jawab Vani mengiyakan
"Kalian semua! Lawan aku!" Ucap Ray pada para preman di sana
"Sombong kau!" Ucap salah satu preman
Ray berkelahi melawan empat preman itu, sementara Vani melepaskan semua ikatan di tubuh adik Ray. Adik Ray terus menangis, Vani mencoba menenangkannya dengan apa yang dia bisa
"Huhuhuu.. hiks.. kakak.." Tangis adik Ray
"udah udah Jangan nangis lagi, kamu udah aman" Hibur Vani pada Adik Ray
"Huuu... Kakak..." Tangis adik Ray memanggil kakaknya
Vani memeluk adik Ray untuk mencoba menenangkannya
__ADS_1
"Iya dek, kakak disini. Jangan nangis ya cup cup.."
"Huhu... hiks, maksudnya kakak Ray.. huhu" Tangis adik Ray lagi
("Anjerrr kau bocah") Batin Vani terkejut dan langsung melepas pelukannya pada Adik Ray
"Huwaaaa....." Tangisan adik Ray semakin menjadi
"Eh...jangan nangis. Nanti kakak beliin permen deh" Ucap Vani yang panik karena tangisan adik Ray
"Nggak mau... Nggak mau" tangis adik Ray yang semakin keras
("waduh, makin kenceng. gimana nih?")
"emm.. Kalau gitu, nanti kakak beliin apapun yang kamu minta deh. Tapi jangan nangis dong" ucap Vani
"Beneran?... huhu.. Aku maunya boneka, yang imut.. huhuu" pinta adik Ray
"Iya iya.. Yang penting jangan nangis" Ucap Vani sembari tersenyum kecil
"hikss.. Iya" ucap adik Ray nurut
"Adik pintar. eh kamu tunggu dipojokan situ, kakak mau bantu kakakmu dulu. Kamu jangan kemana mana, tutup juga matamu, banyak debu disini. jangan buka matamu sebelum kakak dateng ya" ucap Vani
Adik Ray berdiam diri di pojokan ruangan dan menutup kedua matanya. Vani segera menghampiri Ray dan membantunya menghadapi preman preman di sana
"Buugg... bag.. bugg"
Ray berhasil merobohkan salah satu preman
"Bugg.. bag.. bag.. bug"
dia menendang perut preman itu hingga preman itu terpental jauh
"Ugghhh..." Suara preman kesakitan. Vani yang tidak mau kalah dari Ray juga berhasil memukul salah satu preman "buggg.."
pukulan Vani mengenai wajah salah satu preman
"Haha... Begitu aja udah K.o, preman macam apa kau" Ucap Vani sombong
"Vani jangan lengah" Ucap Ray yang sedang bertarung sembari menoleh kearah Vani. saat itu preman lain menyerang Ray dari sampingnya
"Ray awas!!!" Teriak Vani
"Buggg.."
"Akhhh" Ray terkena pukulan salah satu preman dan terpental hingga tak sadarkan diri, dia terkena pukulan keras di kepalanya
"Ray!" teriak Vani. dia segera menghabisi lawan yang tersisa
"Bugg.. bag... bugg"
Serangan demi serangan di lontarkan Vani, namun preman itu bisa menghindarinya
"woy.. Kalah napa!" Ucap Vani pada preman itu
"Haha.. Walau sama cewek, aku nggak akan ngalah" Ucap sang preman bangga
"Bugg"
Suara pukulan kayu dari belakang preman. Preman itu menghadap kebelakang nya. Ternyata adik Ray yang memukul Preman itu, namun karena tenaganya kecil, preman itu tidak terjatuh
"Woy bocah! Berani juga kamu" Ucap sang preman sambil menjambak rambut adik Ray
"Huwaaa... sakittt" Tangis Adik Ray
"Bugg"
pukulan dari Vani yang berhasil membuat preman itu pingsan
__ADS_1
"Hah!!! Kamu lengah dasar bodoh!" ucap Vani sombong