
sesampainya mereka berdua di depan rumah Vani, Vani langsung melangkah turun dari mobil kakaknya. sementara kakaknya tetap duduk diam di dalam mobilnya
"Nggak di tawarin masuk?" Tanya kakak Vani
"Nggak!" Jawab Vani
"Katanya mau nurut sama kakak, kok gitu?"
"Ya udah kak, mau mampir?" Ucap Vani dengan senyum paksaan nya
"Nah gitu dong senyum" Ucap kakaknya sambil tersenyum
"ayo masuk kak" Ucap Vani dengan senyuman yang lebih lebar
"Kakak ada meeting, gara gara cariin kamu meetingnya kakak undur"
"kakak pergi dulu, baik baik di rumah sendiri" ucap kakak Vani. dia melajukan mobilnya pergi dari rumah Vani. Vani masih berdiri di depan rumahnya dengan senyumnya yang lebar
"haha apa faedahnya minta di tawarin masuk?" Ucap Vani. dia langsung masuk ke rumahnya dan pergi menuju kamarnya
Di kamarnya, dia memeriksa kalender
"Hufhh.. Lusa udah ujian kenaikan kelas aja. Kemana aja aku selama ini, perasaan belum pernah ikut pelajaran" Ucapnya. dia mengambil beberapa buku pelajarannya dan menatanya di atas meja belajar
"Yosh, semangat Vani"
"waktunya.. Tidur" Ucap Vani sembari berjalan menuju kasurnya untuk beristirahat
Sementara di rumah Ray,
Ray masih saja menghawatirkan keadaan Vani. Dia mencoba menghubungi handphone Vani kembali
"Drtt... Drttt.... Drttt" dering handphone Vani. Kakak Vani tidak sengaja mendengarnya ketika sedang singgah sebentar ke apartemennya sebelum mengikuti meeting di kantor. dia menghampiri handphone itu dan mencabutnya dari charger
"dasar Vani, pasti lupa ambil handphone nya di sini" ucapnya sembari menjawab panggilan telepon
(Oh, kesambung!") batin Ray
"Hallo Van? Kemana aja kamu? Kamu udah pulang? Kamu sadar nggak, kamu buat kita khawatir!"
"Siapa?" Tanya kakak Vani
"Tut.. tut.. tut"
Ray terkejut dan langsung memutuskan panggilannya
"Suara cowok!" Ucapnya terkejut
"Siapa dia?"
Ray langsung menghubungi Jack
"Ray? Ada apa ganggu?" Ucap Jack dari telepon
"Jack! tadi handphone Vani bisa dihubungin" Ucap Ray
"beneran? apa katanya?" Tanya Jack dari telepon
__ADS_1
"bukan Vani, yang angkat suara cowok. apa dia di culik?"
"ngaco, Mana mungkin dia di culik" Ucap Jack
"Kamu tau kan? Biasanya kalau Vani berantem sama siapapun. Awalnya dia sok bisa, tapi akhirnya dia pasti butuh bantuan"
"Sekarang nggak ada yang nolongin dia, gimana nasibnya?" Ucap Ray
"hmm.. benar, setahuku Vani cuman punya temen cowok aku, kamu sama Jorhan. mungkin dia lagi sama temen sekolahnya atau nggak Jorhan" Ucap Jack dari telepon
"aku akan coba telepon Jorhan" Ucap Ray
Ray memutuskan teleponnya dengan Jack dan menghubungi Jorhan
'tutt'
"Halo Han?" Sapa Ray
"Iya Ray, ada apa malem malem telepon?" Tanya Jorhan dari telepon
"Vani sama kamu?" Tanya Ray
"enggak, emang ada apa?" Tanya Jorhan di telepon
"aku belum melihatnya dari kemarin. telepon nggak di angkat, rumahnya juga kosong" Jawab Ray
"Hm.. Begitu ya"
"Tadi pagi aku ketemu dia, dia kelihatan baik baik aja" Ucap Jorhan dari telepon
"Yang benar? Dimana?" Tanya Ray
"aku bantu kalahin copetnya. tapi abis itu, aku nggak tau. Aku tinggalin dia trus berangkat sekolah" Ucap Jorhan dari telepon
"Kenapa kamu tinggalin dia. Kalau dia di apa-apain sama copet gimana?" Ucap Ray
"Aku pergi pas copetnya pingsan"
"tapi kalau sehabis kamu pergi, copetnya bangun gimana?"
"Ah.. Malem malem telepon ganggu, cerewet kayak cewek!"
"Udah lah, urus sendiri masalahmu" Ucap Jorhan. Jorhan langsung memutus teleponnya dengan Ray
"Hallo... Hann? Jorhann?!" panggil Ray
"Sial, pake di matiin segala" sambungnya kesal. Dia meletakkan handphonenya di atas meja
Keesokan harinya, di pagi buta Vani terbangun karena seseorang
"bangun" Ucap seseorang sambil menggelitiki kaki Vani
"geli.. Siapa sih!" "Buagg!" Kaki Vani menendang sesuatu. dia langsung terbangun karena tersadar kakinya mengenai sesuatu
"Kakak! Kok disini?" Ucapnya terkejut setelah melihat kakaknya berdiri di depannya
"Adududuhh, Sakit tahu" Ucap kakak Vani sambil memegang pipinya yang tertendang
__ADS_1
"Kakak kenapa?!" tanya Vani. dia langsung menghampiri kakaknya
"sudah bagus di bangunin, bukannya terima kasih malah di tendang" Ucap kakak Vani
"Lagian! Ngapain sih bangunin segala, Alarm nya aja belum bunyi, masih pagi banget" Ucap Vani
"Kamu set alarm jam berapa?" Tanya kakak Vani
"Jam tujuh" Ucap Vani
"Jam tujuh? trus berangkatnya kapan? Masa kamu kalah sama ayam, ayam aja bangunnya pagi"
"Haish.. Masih ngantuk kak, ini masih jam enam. masih satu jam lagi" keluh Vani
"pergi mandi" Perintah kakak Vani
"Hoahh..." dengan mata yang masih mengantuk, dia berjalan menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi Vani berendam di bathtup dengan air hangat
"The best lah, pagi pagi berendam di air hangat"
"mandi cepat aja! jangan berendam" seru kakak Vani dari luar kamar mandi
"Iya iya cerewet" seru balik Vani
("Ganggu kesenangan aja")
Vani terlalu menikmati sensasi berendam di dalam air hangat, lama kelamaan dia tertidur. Dia tertidur cukup lama hingga kakaknya menggedor pintu kamar mandi dengan keras
"brak.. brak.. brak"
Vani yang sedang tertidur terkejut dan langsung terbangun
"Anjirr, ketiduran" Ucap Vani
"kamu di dalam? Keluar sekarang" seru kakak Vani dari luar kamar mandi
"Aku nggak ketiduran, ini udah selesai" seru Vani
("hmm.. dia Ketiduran") batin kakak Vani
"Iya percaya, kakak tunggu di bawah"
Vani membilas tubuhnya dengan cepat. Dia segera memakai seragam sekolahnya dan melangkah turun ke lantai dasar
"Sarapan dulu, bibi masak banyak" Ucap kakak Vani
"hmm" gumam Vani. dia berjalan menuju meja makan dan duduk di salah satu kursi. dia menoleh ke arah bibi yang sedang mencuci piring di dapur
"Bi, ikut sarapan bareng"
"Bibi nanti saja non. Non kan udah ada kakaknya non yang temani" jawab bibi
"ikut sarapan aja bi" Ajak kakak Vani sambil tersenyum
"Ahahaha, baiklah kalau begitu" Jawab bibi dengan tawa kecil. dia menghampiri ke meja makan dan duduk bergabung bersama mereka
("Hm.. Apa yang kakak miliki dan aku nggak miliki. Kok semua orang nurut sama dia, bahkan mama sama papa")
__ADS_1
("Jangan jangan, kakak punya guna guna nih")
("wah, harus Jaga jarak aman") batin Vani