Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_50


__ADS_3

Sesampainya dikamar Vani, Jack membaringkan Vani di atas kasur. Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan Vani. selesai memeriksa, dokter menyampaikan hasil pemeriksaannya


"Teman kalian ini baik baik saja, dia hanya pingsan karena perutnya kosong" Jelas dokter


"Lah, kok perutnya kosong? Organ dalamnya pada kemana dok? Jangan jangan pas di rumah sakit, dokter ambilin organnya buat di jual ya? dapet banyak uang nih, bagi lah" Ucap Agnes


"Bisa aja kamu ini. kalau organnya gaada, mana bisa dia hidup" Ucap dokter


"Btw wajah dokter nggak asing deh, dokter dari rumah sakit samping penyewaan mobil kan? dokter kan yang periksa aku sama Vani dulu! Pas kita luka luka abis berantem, iya kan?" Ucap Agnes


"Kalau nggak salah ingat sih iya" Ucap Dokter


"Wajah dokter juga nggak asing. Dokter ini dari rumah sakit kota sebelah kan? Yang periksa aku sama Vani pas abis kecelakaan!" Ucap Ray


"Entahlah, ingatan dokter samar samar" Ucap Dokter


"Perasaan, aku baru di periksa kemarin. masa lupa? dokter punya gangguan pengingatan ya? Kenapa nggak di periksain ke dokter?" Ucap Ray


"Dia kan dokter" Ucap Putri


"Dia dokter Lol" Ucap Awani


"Iya si, kenapa dokter nggak periksa diri sendiri aja" Ucap Ray


"di semua tempat kok pasti ketemunya sama dokter trus?" Ucap Putri


"Kalau nggak mau ketemu saya, ya jangan sakit. Lagian kalian telponnya ke nomor saya, jadi yang datang ya saya" Ucap dokter


"Karena nomor dokter yang aku punya cuma punya dokter" Ucap Agnes


"Nyesel deh, dokter kasih nomor ke kamu" Ucap dokter


"nolongin orang kok nggak tulus" Ucap Agnes


"Bukan begitu! Kalau cuma tulus, anak sama istri dokter mau makan apa?" Tanya dokter


"di kartu nama dokter. Dokter usianya dua puluh delapan tahun, emang dokter udah nikah? Kalau udah, udah punya anak berapa?" Ucap Agnes


"Kepo kamu, dokter baru menikah dua bulan yang lalu, mana mungkin saya sudah punya anak" Ucap dokter


"Kali aja hamil diluar nikah" Ucap Agnes


"Jaga bicaramu ya!" Ucap dokter ngegas


"Slow dok, jangan marah marah. ntar cepet tuanya" Ucap Agnes sambil tersenyum


"dokter sudah taruh obatnya di atas meja. nanti kalau dia siuman, kasih dia makanan trus minum obat" Ucap dokter


"Obat apa dok? Kan dia cuma kelaperan" Ucap Ray


"Itu obat nyamuk" Ucap Dokter


"dokter mau Vani mokad ya?!" Ucap Agnes


"Lagian kalian tanya mulu" Ucap Dokter


"Kan biar nambah wawasan dok" Ucap Putri


"Itu cuma pil doang" Ucap dokter

__ADS_1


"jangan jangan itu pil pcc, bisa buat orang jadi gila tuh! Dokter mau Vani gila?" Ucap Agnes


"Pcc darimananya?!" Ucap dokter yang mulai kesal


"Itu cuma pil vitamin! Udah lah, dokter mau balik kerja! dokter bisa ikut gila kalau lama lama disini"


"Dokter kok emosian" Ucap Agnes dengan muka datar


"Iya, dokter emosian" sambung Putri


"Dokter kok nggak sabaran" sambung Awani


"Dokter kok.. Paan ya, gajadi deh" Ucap Agnes


"saya pulang dulu" Ucap dokter. Dia pergi dari rumah Vani


"Kok ada ya, dokter begitu" Ucap Awani heran


"Spesies baru mungkin" Ucap Putri


"spesies baru palakau" Ucap Agnes


Setelah menunggu cukup lama, saat itu sudah malam hari. akhirnya Vani terbangun dari pingsannya, dia langsung duduk karena melihat banyak orang di kamarnya


"Ngapain kalian disini!" Ucap Vani yang terbangun dan kaget


"Syukurlah, kamu udah bangun, aku kira kamu bakal keterusan tidur sampe ke akhirat" Ucap Agnes lega


"Kamu doain aku mokad?" Ucap Vani


"becanda. Btw laper?" Ucap Agnes


"ye, kita di usir" Ucap Putri


"Kamu udah tidur dari sore, masa masih ngantuk aja sih?" Ucap Agnes


"Yah... Kalau udah di usir gini sih, pulang aja deh. toh besok masih sekolah, tugas juga belum kelar" Ucap Putri


"Aku juga belum kerjain tugas" Ucap Awani


"Aku udah selesai dari pertama di kasih tugas" Ucap Agnes sombong


"Cih... Dah tau, murid teladan mah beda" Ucap Putri


"kalian mau salin tugasku?" Ucap Agnes


"Nggak perlu, kita bisa ngerjain sendiri. Kalau besok masih belum selesai, kita salin jawabanmu di sekolah hehe" Ucap Awani


"Tugas dikit, masa iya nggak selesai" Ucap Agnes


"Iya deh, pasti selesai" Ucap Awani


"Yaudah, Van. Kita bertiga pulang dulu ya, cepet sembuh. Besok kita main kesini lagi" Ucap Putri


"Iya iya" Ucap Vani


"Eh... Bentar bentar. Kalau kita bertiga pergi, kamu sama siapa?" Ucap Putri


"ada aku sama Ray" Ucap Jack

__ADS_1


"Eh... Nggak bisa nggak bisa. Masa iya cewek sakit di temenin cowok" Ucap Putri


"Jack sama Ray juga pulang!" Ucap Vani


"Van, kamu kesambet apa sih? Kok ngusir ngusir kita?" Ucap Awani


"Aku ngantuk!" Ucap Vani


"aku yang temenin Vani, Kalian berdua pulang kerjain tugas" Ucap Agnes


"Yokay, kita out dulu ya" Ucap Putri. Putri dan Awani keluar dari rumah Vani untuk pulang mengerjakan tugas. Sementara Ray, Jack dan Agnes masih disana


"Kenapa kalian nggak pulang?!" tanya Agnes


"Pulang gimana? Rumah ku jauh. Dan keadaanku juga belum pulih" Ucap Ray


"Bilang aja mau nginep" Ucap Agnes dengan muka datar


"hm" gumam Ray


"aku juga" sambung Jack


"kalian berdua bisa tidur di kamar tamu bawah" Ucap Agnes


"Kenapa nggak tidur bareng disini" Ucap Ray


"Tidur bareng matakau!" Ucap Agnes ngegas


"Van, kamu butuh sesuatu nggak?"


"Hm.." gumam Vani


"Kamu kenapa sih? Sakit malah mogok ngomong!" Ucap Agnes


"Woy! Kalian tau nggak sih? Aku tuh laperr!" Ucap Vani ngegas


"Oh... Iya, kata dokter kamu belum makan. terus pas sadar, kita di suruh kasih kamu makan sama minum vitaminnya" Ucap Ray


"Trus kalian udah ngelakuin itu?" Ucap Vani


"Belum! Kita barusan sibuk ngapain ya" Ucap Agnes


"Mana ku tau" Ucap Vani


"Kenapa diem! cepetan pesen makanan! Mau aku mati kelaparan apa?"


"Benar kata orang! Orang kelaparan itu bisa berubah jadi macan" Ucap Jack


"Anjirrr, buruan pesen makanannya" Ucap Vani ngegas


"Iya!!" Ucap Agnes. Agnes memesan makanan


Tak lama kemudian makanan yang di pesan datang, Agnes pergi mengambilnya dan membawanya kembali ke kamar Vani. Agnes menata makanannya di meja sofa kamar Vani. Ray, Jack dan Agnes duduk di sofa


"van! katanya mau makan!" Ucap Agnes


"Bisa jalan kesini nggak?" tanya Ray


"Bisa bisa!" Ucap Vani. dia berdiri dan berjalan ke sofa

__ADS_1


__ADS_2