
Saat mobil Vani melaju menerobos hujan. dia melihat nenek nenek yang sedang duduk di halte bus menunggu bus sendirian di tengah hujan yang deras. Vani yang masih memiliki rasa simpati langsung menghentikan mobilnya didepan halte bus dan turun dari mobilnya membawa payung. dia menghampiri nenek itu dan menawarkan tumpangan
"Nek mau kemana?" Tanya Vani
"Apa nak? Nggak kedengaran" Ucap Nenek dengan suara khas nenek
"MAU KEMANA NEK??" Tanya Vani dengan suara lebih keras
"Hehehe Nenek nggak tuli nak, jangan keras begitu" Ucap nenek bercanda
("wih.. gokil juga nih nenek") batin Vani
"Ahahaha" Vani tertawa mendengar ucapan nenek itu
"Nenek mau kerumah cucu nenek, tapi dari tadi nunggu bus nggak lewat lewat" Ucap nenek dengan wajah murung
"Rumah cucu nenek dimana?" tanya Vani
"Di jalan kenanga nomor dua" Ucap nenek
("hmm.. arahnya berlawanan sama jalan ke CRIFITY, ga masalah deh") Batin Vani
"kebetulan kita searah nek, ayo bareng"
"Tapi arah kamu jalan sama tujuan nenek berlawanan" ucap sang nenek
("njer tau aja") Batinnya
"Enggak nek, aku nanti juga lewat jalan kenanga kok" Ucap Vani jujur
("Lewat jalan kenanga terus putar balik deh") Batin Vani
"Hehe" Vani tertawa kecil karena merasa lucu dengan rencana kecilnya
"Kenapa kamu ketawa nak?" Tanya nenek kebingungan
"Enggak nek, ayo ku bantu masuk ke mobil" Ucap Vani sambil menuntun dan memayungi nenek itu sampai masuk ke dalam mobil
Setelah itu Vani memasukkan payungnya ke dalam mobil dan dia juga masuk kedalam mobil. Didalam mobil Vani memasangkan sabuk pengaman di kursi nenek
Vani melajukan mobilnya dengan pelan karena hujan semakin lebat. Di dalam mobil, nenek mengajak Vani mengobrol
"Untung ada kamu nak, hujannya lebat banget di luar" ucap nenek
"Nggak nek, kita cuma kebetulan searah. Jadi apa salahnya kasih tumpangan" Ucap Vani sambil tersenyum
"Kamu kelas berapa nak, kayaknya masih muda udah nyetir mobil" Tanya nenek penasaran
"aku udah kuliah nek. Cuma tampang aja yang keliatan muda, tapi aku udah cukup umur buat nyetir kok" jawab Vani
("Tapi bohong awokawok") sambung batinnya
"Hehe" Vani tertawa kecil
"Kenapa ketawa lagi nak?" tanya nenek
"Enggak ada nek, oh ya kita hampir sampai nih"
__ADS_1
beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Tidak di sangka ternyata rumah cucu nenek ini berada di depan rumah Ray pas. Vani sedikit terkejut saat menyadarinya. dia menuntun turun nenek dari mobilnya dan mengantarnya sampai ke depan teras rumah cucu nenek itu
"Terimakasih nak atas tumpangannya" Ucap nenek sembari tersenyum
"Iya nek, kalau gitu aku pergi dulu"
"Nggak masuk dulu apa?" Tawar Nenek
"Buru buru" Ucap Vani sambil masuk ke dalam mobilnya
"bye bye"
Vani langsung melajukan kendaraanya dan putar balik di ujung jalan, saat melewati jalanan yang sama. nenek itu mengetahui bahwa barusan mobil Vani yang lewat. Nenek itu masih berdiri di depan teras dan melihat mobil Vani yang baru saja melintas
"Sudah jarang anak begitu sekarang" Ucap nenek. nenek itu masuk ke rumah dan bertemu cucunya
Karena hujan sudah tidak terlalu deras. Vani melajukan kendaraannya dengan cepat agar dia bisa cepat sampai di CRIFITY
Sesampainya di CRIFITY, Vani memarkirkan mobilnya dan turun tanpa menggunakan payung. dia langsung berlari dan masuk kedalam ruangan komunitas. Di Sana Vani melihat keempat anggota sedang berkumpul dan menikmati kopi panas
"waduh.. hujannya deres banget" Ucap Vani
"Oh Vani, sini duduk" Ajak Jorhan
"Okeoke" Vani langsung duduk di sofa
"Mau kopi?" Tawar Ray
"boleh"
Ray pergi membuatkan Vani kopi dan kembali membawa kopi untuk Vani. Ray meletakan kopi itu di atas meja
"Iya tau" Ucap Vani
"Kalian udah makan?"
"Belum sih, makanan yang kita sediain tadi udah abis ludes dimakan member lain dan malah kurang katanya" Ucap Jorhan sedih
"Kalau gitu pesen pizza aja yuk" ucap Vani
"Dana CRIFITY belum cair, jadi untuk sementara jangan boros dulu" Ucap Citra murung
"Lah, nggak masalah. Aku yang traktir deh" tawar Vani yang membuat orang orang di sana senang
" Wih... Beneran nih?" Tanya Jorhan
"hmm.. lagian aku juga lapar" Ucap Vani
"Kalau gitu aku pesen sekarang"
Setelah menunggu beberapa saat, terdengar suara orang memencet bel dari pintu markas komunitas. Vani langsung membuka pintu itu. Di depan pintu terlihat pengantar pizza yang mengantarkan pesanannya. dia menandatangani pesanan dan langsung membawa pizza itu masuk kedalam ruangan dan meletakkannya di atas meja
"Pizzanya udah datang" Ucap Vani
Ray, Jorhan, Citra dan Jack langsung mengerubungi meja dan mereka berlima menyantap bersama pizza yang hangat di hari yang hujan
di tengah makan bersama, Jack mendapatkan notifikasi misi dari server pusat melalui teleponnya. dia langsung memberitahu member lainnya
__ADS_1
"Oh nanti malem ada misi " Ujar Jack
"Misi apa?" Tanya Citra
"Di jalan Jombrang utara ada sekelompok preman yang suka memalak orang yang sedang melintas. Hal ini meresahkan penduduk yang tinggal di sana dan juga orang yang melewati jalan itu. Preman itu hanya beraksi di malam hari" Jack membacakan pesan dari server
"Hm.. Jalan Jombrang cukup jauh dari sini. Mobil Komunitas lagi di servis. Kalau kita jalan kaki bakalan lama nih" Ucap Jorhan
"Pakai mobilku aja, aku bawa didepan" tawar Vani
"Beneran kamu bawa?" Tanya Ray
"Iya beneran"
"Bawanya di angkat? apa dijinjing?" Tanya Ray bercanda
"yee.. B*ngsad" Jawab Vani datar
"kamu toxic?" ucap Ray
"hehe"
"Wih.. Kamu emang penyelamat" Puji Citra sambil tersenyum
"Ahahaha" Vani tertawa senang
"kita berangkat jam enam sore!" Ucap Ray
"Yokay" Ucap semua member menyetujui
Jam enam sore hujan sudah berhenti namun jalanan masih basah. Mereka berlima langsung keluar dari markas CRIFITY dan menaiki mobil Vani. Jack yang mengendarai mobil Vani karena saat itu hanya dia yang sudah memiliki SIM
Saat melaju tiba tiba mobil Vani terhenti di tengah jalan. Saat di cek ternyata bensin mobil Vani habis
"Bensin abis" Ucap Jack dengan muka datar
"Hehe, maaf kemarin sama tadi abis aku bawa keliling. Lupa isi bensin" Ucap Vani dengan tawa kecil
"Oh didepan ada yang jual bensin eceran tuh" Ucap Citra sambil menunjuk ke warung yang menjual bensin
"Apa? eceran?" tanya Vani
"aku beli dulu, Kalian tunggu disini" Ucap Ray sambil turun dari mobil Vani. Ray berlari ke warung bensin dan kembali membawa bensin
"Cuma segitu?" Tanya Vani
"Tinggal satu doang, udah abis" Jawab Ray
"Mana cukup kamvret"
"Satu KM Lagi ada pom bensin, kita bisa isi di sana" Ucap Citra
"Oke deh, ayo lanjut" Ajak Vani
Setelah melewati satu KM, mereka berhenti di pom bensin dan mengisi bensin hingga penuh
mereka melanjutkan perjalanan ke Jalan Jombrang
__ADS_1
pukul 19.30, Mereka sampai ke tempat tujuan. Dari jarak lumayan jauh mereka memantau empat orang preman yang sedang menjaga jalan dan menunggu orang lewat untuk dipalak
Jorhan turun dari mobil dan berpura pura akan melewati jalan yang sedang di jaga preman