Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_14


__ADS_3

Yukki merasa senang dengan kehadiran Vani dirumahnya, dia menarik tangan Vani dan mengajaknya bermain di kamarnya


"Kak ayo main!" Ajak Yukki senang


"Hoho, pengen banget main sama kakak ya?" Tanya Vani menggoda


"ihh... Kakak, ayo main!" Ajak Yukki memaksa


"Iya Iya.." Vani menuruti Yukki dan mereka pergi ke kamar Yukki bersama


Saat berjalan ke kamar Yukki, Vani berpapasan dengan Ray yang sedang berjalan menuju ke dapur rumahnya


"Eh.. Van, kapan nyampe? Kok nggak bilang aku" Tanya Ray menghentikan jalan Vani


"barusan aja, trus diajak main Yukki" Jawab Vani


"Kak, buruan!" Ajak Yukki kesal


"kamu temenin Yukki, nanti aku nyusul bawain minuman" Ucap Ray


"Oke deh"


"Yukki ayo!" Vani dan Yukki pergi ke kamar Yukki


Saat masuk kedalam Kamar, Vani terkejut melihat kamar Yukki yang berisi barang barang serba Pink. dia merasa Bersalah karena sudah membelikan boneka pada Yukki dengan Warna yang tidak sesuai. dia membelikan Yukki boneka dengan Warna Biru muda


("Waduh... Salah pilih warna") Batin Vani


"Hm... Yukki, kalau kamu nggak suka warna bonekanya. Nanti kakak ganti sama yang warna pink deh"


"kakak beneran beliin Yukki boneka?" Tanya Yukki terkejut


"Iya, warnanya salah. Kakak milihnya yang biru, hehe. Trus paketnya juga pasti besar, ngerepotin deh" Jawab Vani


"Yess horee... Paket isi boneka itu ternyata milik Yukki!!" Yukki melonjak lonjak kegirangan


"Kamu kenapa?" Tanya Vani keheranan


"Jadi, kemarin paket itu datang. Mama Yukki kira itu paket salah kirim. Jadi sampai sekarang belum dibuka deh, masih disimpan. Barangkali ada pemiliknya yang ambil, tapi ternyata itu milik Yukki "


"yeyyy.." Jelas Yukki senang


"Ahahaha, salah kakak juga. Nggak kasih tau nama pengirimnya" Vani tersenyum kecil


"Kalau gitu, ayo kak. Bantu Yukki pindahin kotak paket di kamar kak Ray ke kamar Yukki! Ayo kak" Ajak Yukki


"Iya iya, arahnya kemana?" Tanya Vani


"Ke sana" Yukki menuntun Vani hingga sampai ke kamar Ray


Sampai di kamar Ray, Vani langsung mengangkat kotak yang berisi boneka itu


("Kotaknya besar amat njerr, pasti berat nih") batin Vani

__ADS_1


"wihh.. ringan. hmm.. isinya kan cuma boneka" Vani mengangkat kotak itu dan membawa ke kamar Yukki


"Ayo kak, cepetan bawa" seru Yukki senang


("dasar nak kecil, walau ringan. Ukurannya gede tau. Susah bawanya") batin Vani


Sampai dikamar Yukki, Vani meletakkan paket kotak itu di lantai dan saat itu pula, Yukki langsung membuka paket kotak itu. melihat isinya, Yukki merasa terkejut


"Wuahhhh, bonekanya besar banget" Ucap Yukki senang


"Hehe, iya dong" Vani mengeluarkan boneka itu


"ahahaha, lebih besar dari kamu"


"Makasih kakak! boneka ini yang paling beeeesar diantara boneka Yukki yang lain" Ucap Yukki senang


"Masa sih?" Tanya Vani


"Iya, beneran. Liat boneka boneka Yukki di atas kasur. Semua kecil kecil" Ucap Yukki sedikit murung


"Jangan sedih gitu dong, boneka Yukki kecil, tapi kan ada banyak"


"Iya kak, mereka selalu nemenin Yukki tidur juga" Ucap Yukki senang


"Bagus deh, yang akur sama bonekanya ya. Oh.. jangan lupa kenalin boneka barunya ke boneka lain"


"Iya kak. Oh iya, nama boneka ini siapa kak?" Tanya Yukki


"Em... Nama ya..." Vani memikirkan nama boneka


"Bagus kak, kalau gitu aku ajak Niyu ketemu yang lain dulu ya kak"


"Oke deh" Jawab Vani


Yukki berlari ke kasurnya dan menyeret Niyu si boneka. Di kasur, Yukki bermain dengan boneka bonekanya dan seketika melupakan Vani


("seru juga ngobrol ama nak kecil")


("hum.. nak kecil kalau udah ada mainan, asik sendiri ya. Biarin aja deh") batin Vani


Vani duduk di kursi belajar Yukki dan melihat Yukki bermain boneka. Setelah itu Ray datang membawa minuman dan camilan. Ray meletakan minuman dan camilan diatas meja belajar Yukki


"Kalau mau ambil aja" Tawar Ray


"iya, ntar aku ambil" Jawab Vani


Ray terkejut melihat paket kotak yang sudah terbuka lebar dan langsung menoleh ke arah Yukki. Ray memarahi Yukki


"Yukki!! Udah dibilang jangan buka paketnya. Masih bandel aja. Kalau yang punya datang mau ambil paketnya gimana coba!!" Bentak Ray


"Huaaa... huhu... huhuhuhuuu" Yukki menangis keras karena terkejut di bentak Ray


"Ray! anak kecil jangan dibentak gitu dong" bentak balik Vani sambil berdiri dari kursi

__ADS_1


"Yukki salah! dia udah main buka paket itu. Padahal sudah dilarang berkali kali" ucap Ray kesal


"Woy! Paket itu milik dia, apa salahnya dia yang buka!" ucap Vani yang ikut terbawa emosi


"Hah?" Ray tiba tiba terdiam setelah mendengar ucapan Vani


("njerr, suaraku habis gara gara marah marah nggak jelas") batin Vani


"Kamu bilang apa barusan?" Tanya Ray


"Aku yang beli paket itu buat Yukki, lain kali jangan langsung emosian dong. Kasihan Yukki" Jawab Vani sambil berjalan mendekati Yukki


"Huaaa...." Yukki masih menangis


"Udah Yukki, kakak kamu cuma salah paham. Dia udah nggak marah lagi" Hibur Vani sambil memeluk Yukki


"Beneran kakak nggak marah hiks..." Ucap Yukki yang masih menangis kecil


"Kakak minta maaf Yukki, kakak salah nggak percaya sama Yukki. Harusnya kakak percaya" sesal Ray


"Huaaa.... Kakak...." Teriak Yukki sambil berlari menghampiri kakaknya


"Yukkiiii.." Teriak Ray sambil memeluk Yukki


Vani duduk di kasur Yukki dan melihat drama kecil yang terjadi di sana


("ahahaha.. ni kakak beradik lebaynya minta ampun dah") batin Vani


Setelah berpelukan cukup lama, tangisan Yukki berhenti dan Yukki kembali tersenyum. Vani memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dia berdiri dari duduknya dan berpamitan pada Ray


"Kalau gitu, aku pulang aja ya" Pamit Vani


"Kenapa buru buru. Kamu kan disini baru sebentar" ucap Ray


"Ummm.... Aku ada.. Urusan.. hehe"


"Ya udah, aku antar sampai depan"


"Yukki, kamu main dulu ya. Kakak mau antar Kak Vani ke depan"


"Iya kak. oh ya kak Vani, Makasih bonekanya trus juga lain kali main kesini lagi ya" Ucap Yukki sambil tersenyum


"Hm..." Vani tersenyum


Vani dan Ray keluar dari kamar Yukki dan berjalan menuju pintu depan rumah Ray. Saat berjalan, Ray mengajak Vani mengobrol


"maaf tadi aku bentak kamu dan juga terimakasih buat bonekanya" Ucap Ray


"hmm.. not problem. nggak sepenuhnya salah kamu kok, aku juga salah disini. Maafin aku juga" Ucap Vani


("omegot barusan aku ngomong apaan? ah Lebay banget. Mukaku serasa mau copot") batin Vani menggelora


di pintu depan rumah Ray,

__ADS_1


"Kalau gitu aku pulang ya" Vani melangkah menghampiri motornya. saat hendak menaiki motornya, dia terkejut


"njirr... Motorku.. Motorku kemana?!!" Vani terkejut karena motornya tidak ada di tempat dia parkir sebelumnya


__ADS_2