
Vani yang melihat pencuri motornya di layar monitor langsung agresif
"Woy! Itu pencurinya Ray.. Itu! Main main dia ama kita" Teriak Vani kesal
"Jangan emosian dulu lah" Ucap Ray menenangkan amarah Vani
"b*ngsad emang tuh pencuri" Ucap Vani kesal
"Hm... Coba di stop dulu pak" Ucap Ray serius
"Van, coba kamu lihat baik baik. Wajah mereka kayaknya nggak asing" Ucap Ray serius. vani mempertajam pengamatannya
"Bener juga. Kalau mereka orang asing, wajahnya nggak mungkin begitu. Bule kan beda" Ucap Vani bercanda
"Serius!" Ucap Ray ngegas
"Hehe" Jawab Vani dengan tawa kecil
"Coba Lihat, bukannya mereka karyawan di bengkel" Ucap Ray
"ya elah.. bengkel banyak woy! Mana aku hapal wajah karyawan dari bengkel satu ke bengkel lain" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Aku belum selesai ngomong, kayaknya mereka itu karyawan bengkel Saturnus di jalan kethapel" Ucap Ray
"Oh... Karyawan bengkel saturnus di jalan Kethapel!" Ucap Vani terkejut
"pufftt.. Nama jalan macam apa itu. Ketapel buat ngelemparin batu ke mukamu yak. Ahahhaa "Vani tertawa terbahak bahak dengan leluconnya
"Heh? Terserah kamu lah! urus sendiri motormu yang hilang. Aku nggak ikutan" Ucap Ray dengan ekspresi datar
"Oke Ray, maafin aku. Barusan aku becanda. Biar nggak tegang lah" Vani menyudahi leluconnya dan memilih untuk fokus ke pencarian motornya
"apa lagi Ray?"
"Hmm... habis ini kita langsung otw ke sana. Nanti kita liat apa motormu di sana atau nggak. kita pantau dari depan gedung Tiara aja" Jelas Ray
"jalan ketaphel itu dimana? Trus Gedung Tiara itu dimana? Bengkel saturnus juga dimana? Mana aku tau lah, pernah ke sana juga belum" Ucap Vani bingung
"Owh... ternyata kamu nggak tau tempatnya ya, pantes dari tadi nggak nyambung" Ucap Ray
"tempatnya mana Ray?" Tanya Vani
__ADS_1
"Hm.. Tempatnya ya di sana, nggak mungkin disini. Kan disini mini market" Jawab Ray
"kamvrett! Kenapa gantian kamu yang gaje!" Ucap Vani
"udah udah, Sekarang serius" Ucap Ray
"Oke" Ucap Vani sambil mendengarkan rencana Ray
"Tempatnya jauh dari sini, trus Kita ke sana naik apa?" Tanya Ray
"Hm jauh ya? Berapa KM?" Tanya Vani
"Kira kira sebelas KM dari sini" Jawab Ray
"what? sebelas KM? strong amat pencurinya. Mereka dorong motor sebelas KM dari rumahmu" Tanya Vani terkejut
"Nggak mungkin lah, paling mereka angkut motornya pakai pick up " jawab Ray
"Hm.. Kalau gitu, mereka niat amat nyurinya. Padahal jauh loh. bawa pick up segala" ucap Vani
"Yaa.. mana aku tau. Mungkin biar nggak ketahuan" Jawab Ray
"Lah bukannya sekarang udah ketahuan ya" Tanya Vani
"Hm... Kalau gitu bentar, aku cari jalan di Maps dulu" Vani mengecek Maps di handponenya, dia melihat arah ke jalan Kethapel yang melewati jalan rumahnya
"Ray, Ray.. Liat deh. Jalan Kethapel ngelewatin jalan rumahku, nanti kita ambil mobil dulu ya. Pakai mobil sendiri, biar bebas" Ajak Vani
"Oke" Jawab Ray setuju
"Ke rumahku pakai taxi" Ucap Vani
"Oke lagi, masalah transportasi, aku nurut" Ucap Ray
Mereka berdua langsung keluar dari mini market tersebut dan berdiri di samping jalan untuk menunggu taxi
Setelah menunggu beberapa saat, taxi datang. mereka masuk ke dalam taxi dan taxi itu melaju ke rumah Vani. Sepuluh menit di taxi, akhirnya mereka sampai di rumah Vani. Vani membayar ongkos taxi dan setelah itu mereka segera turun dari taxi. taxi itu pergi dari rumah Vani
"Tunggu bentar Ray" Ucap Vani sambil berlari menuju pintu rumahnya
Vani masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil kunci mobilnya. Setelah itu, dia mengeluarkan mobilnya dari garasi. Ray masuk ke dalam mobil Vani. Di dalam mobil mereka mengobrol
__ADS_1
"Nah, kalau pakai mobil sendiri kan cepet" Ucap Vani lega
"Haha, iya" Ucap Ray mengakhiri obrolan. vani melajukan mobilnya
Setelah berkendara cukup lama. Vani berniat memarkirkan mobilnya di depan Gedung Tiara. Namun hanya karyawan gedung Tiara saja yang bisa memarkirkan mobil di sana. Akhirnya Vani memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran yang tidak jauh dari gedung itu. Saat mereka turun dari mobil, Vani mendatangi Security dan memintanya untuk menjaga mobilnya
"Pak, jagain mobil saya bentar aja. Saya mau ambil uang di bank depan sana. Buat makan disini ntar" pinta Vani
"Oh baik baik. Selama pelanggan restoran ini. Kendaraan siapapun akan saya jaga. Asal ada fulus hehehe" Ucap security
"Sip deh. Kalau gitu tolong jagain ya" Vani dan Ray berjalan meninggalkan tempat parkiran dan pergi menuju ke gedung Tiara
mereka berdua menemukan tempat yang pas di halaman gedung Tiara untuk memantau bengkel saturnus. Mereka berhenti di tempat itu dan mulai memantau
"Itu dia bengkelnya" Ray menunjuk bengkel di sebrang gedung Tiara
"Eh.. Ray, Btw pencurinya kan ga tau motor siapa yang mereka curi. Kenapa kita harus sembunyi" Ucap Vani setelah menyadari sesuatu
"Iya juga ya, ahahahaahaaa... Kita kayak orang b*go gini" Ray tertawa dengan tindakannya sendiri
"yee..b*ngsad. Kamu yang b*go!" Ucap Vani
"Kalau gitu Kamu lebih b*go karena ngikutin orang b*go" Ucap Ray
"Ahahahhaahaaa... iya juga.." Vani dan Ray tertawa terbahak bahak karena kebodohan mereka
Setelah itu, tawa mereka terhenti karena suara seseorang di belakang mereka
"hoy, kalian berdua! Ngapain ngendap ngendap disitu? Mau nyuri ya" Ucap Seseorang dari belakang mereka
Ray dan Vani menoleh ke arah belakang dan melihat seorang satpam berdiri di sana
"Kalian berdua ngapain disini? Mencurigakan banget" Tanya Satpam curiga
"Eh... Ada pak satpam, kita berdua cuma lagi cari spot baru buat foto kok. Kita nggak ngapa ngapain deh, suerr!" Jawab Vani
"Foto kok di sini, kalau mau cari spot foto. Mending ke taman aja sana" Usir satpam
("kamvret.. minta di pites ni satpam. Beraninya ngusir aku. Tapi untuk sekarang pending dulu lah. Ada misi yang harus aku selesaikan") batin Vani kesal
"Ahahahaaa... iya pak satpam. Kita juga mau pergi, yuk Ray" Vani dan Ray meninggalkan satpam yang masih berdiri mengawasi mereka
__ADS_1
tanpa berfikir panjang mereka berdua langsung pergi ke bengkel saturnus, di sana mereka berpura pura sebagai pelanggan. Saat Ray sedang mengalihkan pandangan pemilik bengkel, Vani menyusup ke suatu ruangan dalam bengkel itu. Vani melihat motornya yang sedang di bongkar oleh seseorang
"Woyy!! motorku, jangan di bongkar woyy!" Teriak Vani pada orang yang sedang membongkar motornya