
Setelah Vani bergabung, Agnes meletakkan makanannya di atas meja dan mereka memakannya bersama
"kalau lagi laper suka ngegas ya" Ucap Ray sambil mengunyah makanan
"Makan dulu yang bener!" Ucap Agnes
"Hm.." Ray melanjutkan makannya
Setelah mereka berempat selesai makan, Agnes mengumpulkan sampah makanan dan membuangnya
"cocok jadi calon istri, rajin bersih bersih" Ucap Jack dengan senyum kecil
"Jangan mau Nes! Dia mau nikahin kamu cuma buat suruh kamu bersih bersih doang" Ucap Vani
"Yee, siapa yang mau nikah sama orang kayak kamu" Ucap Agnes
"M*mpos kau tertolak!" Ucap Vani
"Ehem... Aku belum menyerah" Ucap Jack
"Suka suka kamu lah" Ucap Vani
"Hm.. Udah malam Van, lebih baik kamu tidur" Ucap Ray
"Tidur? Aku belum ngantuk" Ucap Vani
"Kalau begadang nggak ngapa ngapain bosen lah" Ucap Agnes
"gimana mabar game?" Ajak Jack
"Yosh" Agnes dan Vani langsung menyetujui usulan Jack, Namun Ray yang tidak bisa main game menolaknya
"Nggak bisa! Kalau kalian main game! Aku main apa?" Ucap Ray
"Kamu tidur" Ucap Jack
Ray menerimanya dengan lapang dada dan dia memutuskan untuk berbaring di sofa kamar Vani sembari menunggu game mereka selesai. tak lama kemudian, dia tertidur karena mengantuk. mereka bertiga merasakan hal yang sama dengan Ray
"Ronde terakhir" Ucap Jack sembari menguap
"Hoah! Iya" ucap Vani
"Kalian nggak kuat begadang ya?" Ucap Agnes
karena menunggu match dengan musuh terlalu lama, mereka tertidur dan melupakan gamenya
di pagi harinya, mereka terbangun karena suara alarm Vani. Agnes yang pertama menyadari alarm dan terbangun dari tidurnya
"Astaga! kaget!" Ucap Agnes terkejut. dia mematikan alarm itu dan mengamati sekitarnya
"Tadi malem, ketiduran ya" dia mengambil hpnya yang tergeletak di sisinya
"Anjirrr, panass!" Agnes meletakan kembali hpnya. Ray terbangun karena suara Agnes
"Ada apa, pagi pagi berisik" Ucap Ray
"Pagi darimananya?! alarmnya aja bunyi jam sepuluh" Ucap Agnes
"Yang bener?" Ucap Ray terkejut. Ray langsung bangkit dari tidurnya
"Jack sama Vani belum bangun. Kamu juga pagi pagi kenapa teriak teriak?"
__ADS_1
"udah di bilang siang juga"
"Handphone ku panas banget" Ucap Agnes
"Mana?" Ucap Ray. dia mengambil handphone Agnes untuk mengeceknya
"Pantes panas, data seluler aktif trus kamu masih di dalam Game. matiin data selulernya, abis ini taruh di lantai biar adem"
"Kalau gitu, handphone Vani sama Jack pasti juga iya" Ucap Agnes
"aku ambil" Ucap Ray. dia mencari handphone Vani dan Jack. Setelah ketemu, Ray mematikan data seluler dan meletakkannya di lantai
"kamu yang bangunin mereka berdua"
"okeysip" Ucap Agnes. dia mendekatkan mulutnya ke telinga Jack
"Woy! Bangun Jack!" Teriaknya dengan keras
"Hah?!"
"Dugg.."
Jack langsung bangkit dan kepalanya menyundul dagu Agnes
"Akh!" teriak Agnes saat dagunya tersundul Jack. Agnes langsung mundur dan memegangi dagunya dengan kedua tangannya
"Akh, sakit woy. Lidahku kegigit"
Vani terbangun dan langsung menyadari keadaan disana
"Ada apa"
"Eh?" Jack merasa bingung dengan apa yang terjadi
"Li.. dah ku ke je jit.." Ucap Agnes sambil menjulurkan lidahnya
"Ngomong apa si?" Tanya Ray
"Li.. ah. Ke.. ji.. jit" Ucap Agnes yang masih menjulurkan lidahnya
"Apa sih?" Tanya Ray bingung
"LIDAHKU KEGIGIT WOY!" Teriak Agnes
"Bisa ngomong jelas gitu. Ngapain di buat buat" Ucap Ray
"Akh.. sakit njerr" Ucap Agnes yang masih kesakitan
"Sini liat" Ucap Vani. Agnes menghampirinya dan dia memeriksa lidah Agnes
"Lidahmu kegigit, sobek dikit"
"kamu pikir lagi makan daging? sampe lidah kegigit" sambung Jack
"Gara gara kamu woy!!" Ucap Agnes
"aku?" tanya Jack
"Kamu yang sundul aku trus lidahku kegigit" Ucap Agnes
"Yang bener?" Tanya Jack
__ADS_1
"Iya, kamu yang buat lidahnya kegigit" jawab Ray
"heh? ayo periksa. Lidah sobek, kamu nggak bisa makan sembarangan" Ucap Jack
"Kuy, aku juga mau periksa keadaanku" Ucap Vani
"Kamu juga ikut Ray, kamu perlu di periksa juga"
"Aku? Periksa apa?" Ucap Ray
"Periksa kejiwaanmu" Ucap Vani
("Dah tau tangan hilang satu! masih tanya")
"Ayo buru" Ucap Agnes
"Tunggu tunggu, kita ke sana gimana?" Ucap Jack
"Naik mobilku lah" Ucap Vani
"mobilmu rusak" Ucap Jack
"Kata siapa mobilku rusak?" Ucap Vani
"Mobilmu kan hancur gara gara kecelakaan itu" Ucap Jack
"Hm.." gumam Vani
"Kemarin, aku nggak liat ada mobil di garasimu. Cuma ada motor, apa kita berempat naik satu motor aja?" Ucap Jack
"yang bener aja!"
"Udah lah, kuy jalan" ajak Vani. Vani berjalan keluar dari kamarnya. Ray, Jack dan Agnes mengikutinya. Sesampainya di depan garasi, Jack terkejut dengan apa yang dia liat
"Hah? mobilmu balik?!" Ucap Jack terkejut
"kok bisa si? Meski di perbaiki, pasti nggak bakal semulus ini" sambung Ray
"trus juga, kalau mobil baru! Kenapa stikernya sama persis sama yang dulu" sambung Agnes
"Hehe, apa sih yang mustahil bagi Vani" Ucap Vani sombong. dia langsung masuk kedalam mobil dan membuka kaca mobil
"Kuy naik!" Ajaknya sambil tersenyum
"Nggak nggak! Jangan kamu yang nyetir, nanti aku celaka lagi, bisa bisa tanganku hilang semua" Ucap Ray
"Yaelah, trauma amat naik sama aku" Ucap Vani
"aku yang nyetir" Ucap Jack
"Mobil siapa juga" Ucap Vani
mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Jack melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang
"Kenapa pelan amat sih?" Ucap Vani
"Keselamatan utama" Ucap Jack
"Yah, ngebosenin" ucap Vani
"ini mobil baru kan Van" Ucap Agnes
__ADS_1
"Iya, kemaren aku minta sama om" Ucap Vani