
Setelah Vani meletakkan pelacak di handphone Ray, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya
"Yah... Kalau aku emang nggak dibutuhin, pulang aja deh" Vani berdiri dan pergi menuju pintu
"Bukan begitu Van" saut Ray. Vani tidak meresponnya
"Yah.. Ngambek deh" Ucap Citra
"ini demi kebaikannya dan kita semua" ucap Ray
"biarin aja"
"kayaknya dia punya rencana" Ucap Jack
"Apa maksudnya?" Tanya Ray
"Entahlah, aku belum mengetahuinya"
Vani kembali masuk ke dalam markas,
"Van? Kamu nggak jadi pulang? mau main?" Ucap Ray
"Kunci mobil mana Jack?" Tanya Vani
"di atas meja" Jawab Jack
Vani langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar dari markas. Dia menaiki mobil dan melajukannya menuju rumah Agnes. Di perjalanan, dia bicara sendiri
"Apa apaan mereka! masa aku ngga di bolehin ikut?"
"tapi sans yekan, ahahahahahaaa" Ucap Vani sambil tertawa jahat
("Hm... Aku sepertinya beneran stres, bicara sendiri, ketawa sendiri" )
("Oh ya, aku belum kasih tau Agnes kalau aku mau kerumahnya, Aku telpon deh")
(" Ga jadi, aku lagi nyetir. Nggak bisa nelpon, mending chat aja deh")
("Kalau chat tambah sulit pas nyetir, aku minggir dulu aja deh")
Vani memutuskan untuk menepikan mobilnya dan berhenti, dia memberitahu Agnes bahwa dia akan pergi main kerumahnya
Di chat
Vani : "Nes, aku main ke rumahmu"
Agnes : "Mau ngapain?"
Vani : "Ada yang mau aku bicarakan!"
Agnes : "Lewat chat aja lah"
Vani : "Aku lagi otw"
Agnes : "Njerr, naik mobil ya? lagi nyetir jangan main hp, bahaya"
Vani : "lagi berhenti"
Agnes : "kesini aja"
Vani : "sip^^"
Setelah chat berakhir, Vani kembali melajukan mobilnya. beberapa menit menyetir, dia sampai di depan rumah Agnes. Dia memarkirkan mobilnya di halaman rumah Agnes dan turun dari mobilnya. Dia memencet bel rumah Agnes
"Ting tong ting tong ting tong ting tong ting tong ting tonggg!!" Vani memencet bel berkali kali, sampai seseorang keluar dari rumah Agnes
__ADS_1
"Berisik woy!" Teriak Agnes yang menghentikan Vani memencet bel
"Hehe, kali aja nggak denger" Ucap Vani
Vani masuk melewati Agnes ke dalam rumah, dia duduk di sofa dengan santainya
"Woy, main masuk aja. Rumah orang nih!" Ucap Agnes ngegas
"Siapa bilang ini rumah setan?" Ucap Vani
"Njer, aku belum ngebolehin masuk juga. main masuk aja!" ucap Agnes
"Lah, biasanya kalau ada tamu kan. Bilangnya 'anggap aja rumah sendiri' Jadi apa salahnya ku anggap ini rumahku. Ngapain juga minta ijin masuk rumah sendiri?" Jelas Vani
"nggak gitu juga lah. Ulang dulu woy, yang bener!"
"tcih.. okeoke" Ucap Vani sambil berjalan keluar dari rumah Agnes.
Agnes menutup pintu rumahnya dan Vani kembali memencet bel. Agnes membukakan pintu
"Iya siapa ya?" Tanya Agnes sopan
(" Siapa Mata kau!") batin Vani
"ahaha, Ini aku Nes, Vani!"
("Dah tau njer") batin Agnes
"Oh, Vani! Udah lama nggak ketemu. Kamu apa kabar?"
("Padahal tiap hari ketemu") batin Vani
"Aku baik. udah lama nggak ketemu, Rumahmu banyak berubah ya. padahal dulu kamu tinggal di gubuk kan"
"Ahaha, bisa aja. masuk dulu yuk, ngobrol di dalem"
mereka berdua masuk dan duduk di sofa,
"Anjirrr barusan kita kayak orang b*go sumpah, Ahahaaa" Ucap Agnes sambil tertawa
"siapa yang suruh ulang tadi" Ucap Vani
"Biarlah, mari kita lupakan kejadian barusan" Ucap Agnes
"restart memory"
"Udah ke restart. Jangan ketawa lagi" Ucap Vani serius
"Ehem, Jadi? Apa tujuanmu kemari?" Tanya Agnes serius
"Ehem, Jadi gini. Ehem... Ehem.. Tenggorokanku Seret nih, ada minum nggak?" Tanya Vani
"Njirr minta minum" Ucap Agnes. dia berdiri dari duduknya
"Mau minum apa? apapun tersedia"
"Apa aja? kalau gitu coklat panas. Orang kaya mah beda ya, semua minuman ada"
"aduh stocknya abis. Aku ambilin soda dingin aja ya di kulkas" Ucap Agnes sambil berjalan ke dapur
"yee.. punya soda doang. Pake sok nawarin minuman lagi!" Ucap Vani pada Agnes
"hehe, biar kayak di cafe cafe!" Teriak Agnes dari dapur
"Nih" Agnes kembali dan memberikan minuman kaleng pada Vani
__ADS_1
"masa minum dari kaleng sih, tamu nih! Pake gelas dong" Ucap Vani
"Nggak mau? Sini balikin! kayak nggak biasanya aja minum dari kaleng" Ucap Agnes sambil kembali duduk di sofa
"becanda gan" Ucap Vani sambil meminum soda
"Jadi, ada masalah apa?" Tanya Agnes
"tau aja Kalau aku ada masalah"
"Karena, kamu ini tipe orang, Kalau ada masalah aja dateng, masalah hilang kamu ikut hilang"
"Jlebbb.. Akh.. Kena banget"
"Becanda, kamu nggak mungkin begitu"
"pasti dong"
"btw Besok kita libur kan?"
"Iya, kita harus istirahat"
"Abis ini, temenin aku ke kota sebelah skuy"
"Mau ngapain ke sana?"
"Aku ada urusan penting yang harus di urus. Kalau nggak bisa bahaya!"
"Masalah apa? Palingan nggak penting!"
"Beneran woy! Nanti aku kabulkan satu permintaanmu!"
"Satu doang? Mana bisa"
"Dua? Tiga?" tawar Vani
"Tiga! Oke, aku siap siap bentar" Ucap Agnes sambil berjalan pergi ke kamarnya untuk bersiap siap. Setelah selesai, dia kembali menghampiri Vani
"Kuylah" Ajak Agnes
"Ke rumahku dulu, aku mau ambil perlengkapan"
"Perlengkapan apa? senjata? bom? pistol?!"
"Wah wah.. Kamu teroriss ya?" Tanya Agnes terkejut
"Kok pistol? Kamu kebanyakan main game battle royale nih. btw, kamu udah update game battle royale terbaru?"
"ada yang baru? main aja yuk"
"Kuylah login"
"ke kota sebelah ngga jadi kan?" tanya Agnes
"oh iya! jelas jadi lah! penting juga!"
"mainnya entaran aja"
"Yah, nggak asik" Ucap Agnes kecewa
"Abis pulang dari kota sebelah, kita maraton game di rumahku!" Ucap Vani
"Okeysip" Ucap Agnes menyetujui
Agnes dan Vani keluar dari rumah Agnes dan menaiki mobil Vani. Mereka berdua menuju ke rumah Vani. Sampai di rumah Vani, mereka berdua turun dan masuk ke dalam rumah. saat itu hari sudah semakin gelap
__ADS_1