Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_66


__ADS_3

Saat Vani berjalan di lorong kelas, dia berpapasan dengan seseorang. orang itu menyapanya


"kamu Vani kan? yang biasanya suka buat onar. Kemana aja selama ini? tumben disini tentram" Ucap orang itu


("Njerr buat onar") batin Vani kesal


"Kalau nggak salah, kamu ini yang di poster itu kan? ketua osis ya"


"misal aku hajar ketua osis, pasti bakal kena masalah serius nih. Tapi sekali kali nggak masalah lah"


"Ahahaa, baru ketemu ngajakin berantem" Ucap ketua osis dengan tawa kecil


"Lagian kamu baru ketemu udah bilang aku tukang buat onar" Ucap Vani kesal


"Lah, benar kan? Kamu juga udah dapet tiga surat peringatan" Ucap ketua Osis


"Tcih.. julukan darimu buruk" Ucap Vani. dia langsung mencoba menghajar muka ketua osis, namun saat itu ketua osis berhasil menghentikan tangan Vani


"Wih, lumayan juga ya kamu" Ucap Vani


Ketua osis memlintir tangan Vani


"Akh.. woy woy! lepas.. Sakit Anjink" Teriak Vani kesakitan


"Oh sorry" Ucap ketua osis sambil melepaskan tangan Vani


"Akh... Sakit tau!" Ucap Vani sambil mengerutkan alisnya


"Itu peringatan buatmu, Jangan buat onar lagi di sekolah ini ya" Ucap ketua osis sambil tersenyum. dia pergi meninggalkan Vani


"F*ck You!" Ucap Vani dengan suara lirih. dia pergi menuju kelasnya


saat masuk ke dalam kelas, tiba tiba ketiga temannya datang dan memeluknya


"Vani" Teriak Putri


"he? Kalian kesambet apa?" Tanya Vani kebingungan


"Apa benar yang Ray katakan?" Tanya Agnes


"Tentang apa?" Tanya Vani


"Katanya orang tuamu maksa kamu melakukan pernikahan perusahaan!" Ucap Awani


"Ahahahahahaaaa" Vani tertawa dengan kerasnya


"Ehem.. Ini rahasia kita berempat, jangan bilang ke Ray ataupun ke Jack. Aku cuma bercanda soal itu"


"Lagian seorang Vani, mana mungkin mau nikah begitu. Toh umurku masih lima belas tahun juga" Jelasnya


"Sudah kuduga" Ucap Putri sambil tersenyum


"lupakan aja deh. Selamat datang kembali ke kelas Van" Ucap Awani


"Em.. Aku pulang semuanya" Ucap Vani sambil tersenyum


"Baru berangkat, masa udah mau pulang aja" Ucap Agnes

__ADS_1


"Yee, anjirr. Nggak bisa di ajak kompromi nih, Kelas kan rumah kedua bagiku" Ucap Vani


"ya udah tinggal di kelas gih" Ucap Putri


"Tinggal di kelas, bahaya dong" Ucap Agnes


"Mana mungkin aku tinggal kelas. Dalam sejarahku ya, aku selalu dapat pararel satu di sekolah" Ucap Vani sombong


"Sombong amat" Ucap Putri


"Pararel satu tapi belum pernah dapet nilai seratus" ejek Agnes


"Aku emang sengaja nggak dapet seratus. Seratus itu terlalu sempurna. Dan kesempurnaan itu hanya milik Tuhan" Jelas Vani sambil tersenyum


"Daebak" Puji Putri sambil bertepuk tangan


"Sugoii" Puji Agnes yang ikut bertepuk tangan


"Mantab kali kata katamu nak" Ucap Awani bangga


"Oh, btw aku belum dapet materi pelajaran buat ujian besok" Ucap Vani dengan muka datar


"Tenang Van, nanti istirahat kita bantu minta materinya ke guru guru deh" Ucap Agnes


"Sip mamank" Ucap Vani


"Mau sampe kapan kalian berdiri di depan pintu?" Tanya ketua kelas yang hendak masuk ke kelas


"Oh, sorry gan" Ucap Vani. Vani dan ketiga temannya duduk di bangku mereka. Setelah itu, mereka mengikuti pelajaran seperti biasanya


Tak lama kemudian jam istirahat berbunyi


"Time to Eat!" Teriak Awani dengan keras


"Eat matakau! Kita mau cari materi" Ucap Putri


"Yah, mission failed" Ucap Awani murung


"Tenang teman temanku, masih ada istirahat kedua. Kita bisa makan sepuasnya" Ucap Vani


"Ayo cari materi" Teriak Agnes


"Ayo!" Teriak Putri dan Awani


"Kalian berempat, Berisik" Ucap Ketua kelas


"B*cod kau! Sirik ya?" Ucap Vani


"Tcihh" Ucap ketua kelas


"bweee.. Sirik sirik" ejek Vani


"Tcih" Ucap ketua kelas


"Udah udah, ayo keluar" Ajak Putri. Mereka berempat keluar dari kelas


saat baru keluar dari kelas mereka terkejut dengan kehadiran kakak kelas yang pernah berulah dulu

__ADS_1


"Anjirr, k*parat yang dulu" Ucap Vani terkejut


"Hah! Masih berani ya kamu nampangin diri ke kita" Ucap kakak kelas


"Yee, ini kan kelasku. yang dateng kesini kan kalian sendiri" Ucap Vani


"Kita cuma lewat" Ucap ketua kelas


"Lewat? kok baris gini. Ngehadap ke kelasku lagi, kalian kepiting? Jalan miring" Ucap Vani


"Ahahhaaaaa, kepiting" Ucap Agnes sambil tertawa


"Diam!" teriak kakak kelas


"Eh, pak Azka. Mau kemana pak" Ucap Putri sambil tersenyum


"Mau ke kantor, Kalian ngumpul ngumpul di sini mau ngapain?" Tanya Azka yang terlihat murung


"Itu pak mereka mau cari.. emm!" Ucap Vani terhenti karena salah satu kakak kelas membungkam mulut Vani


"Emmm.. Em... emmmm" gumam Vani karena mulutnya terbungkam


"Itu pak! Kita mau cari Vani. Dia udah nggak sekolah lama banget, ahahahaaa" Ucap Kakak kelas


"Oh, begitu. Jangan buat masalah lagi" Ucap Azka dengan muka kusutnya. dia pergi meninggalkan segerombolan anak itu


"Lepas anjirr" Ucap Vani sambil melepas tangan kakak kelas


"Mau lanjutin perkelahian kita di atap? Waktu itu ke ganggu sama pak Azka" Ucap Kakak kelas


"Suka amat ngajak gelud" Ucap Agnes


"Owh di atap ya, terakhir kali Agnes sama Vani babak belur. terus kalian berdelapan luka luka kan" Ucap Awani


"Emang ada apa?" Tanya Putri yang masih polos


"Kamu sih. Malah asik ikut pelajaran, jadi gatau kan" jawan Awani


"Aku cuma tau pas Agnes sama Vani sakit" Ucap Putri


"Dulu aku babak belur gara gara luka di punggungku belum sembuh! Kalau aku lagi nggak sakit, mungkin kalian semua yang babak belur" ucap Vani


"Ayo kita buktikan! Siapa yang lebih kuat di sekolah ini" Ucap kakak kelas sombong


"Siapa takut!" Ucap Vani dengan senyum menyeringai


"Kamu dulu selamat gara gara pak Azka datang kan" Ucap Ketua kelas


"Sebenarnya aku yang manggil pak Azka hehe" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Tunggu, Ngomong ngomong tentang pak Azka. Kalian liat nggak tadi? Muka pak Azka kusut banget kayak orang mati rasa. Dia kenapa ya" Ucap Agnes


"Entahlah, padahal kemarin aku liat dia senyum senyum sendiri liat handphonenya" Ucap kakak kelas


"Jadi penasaran nih. kalau pak Azka lagi begitu, kita berantemnya gaada yang misahin dong" Ucap Vani


"Hm benar, nanti bisa bisa kita semua bonyok" Ucap Kakak kelas

__ADS_1


"Ayo selidiki masalah pak Azka. buat pak Azka berenergi lagi! Supaya kita semua lancar berantem!" Teriak Agnes


"Ayo!" Teriak orang orang di sana menyetujui


__ADS_2