Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_77


__ADS_3

Di dalam ruangan Kim, Vani berkeliling untuk melihat seisi ruangan. Setelah itu dia duduk santai di kursi kerja Kim


"Jadi masalah apa yang membawa anda datang kemari?" Tanya Vani dengan muka serius dan berwibawa


"ahaha pantes juga aku jadi bos" sambungnya sambil tertawa


"Syuttt.. syuutt.. syutt" vani menggeser geserkan kursi kerja Kim


(" Curang banget Khakim, punya tiga Komputer di hadapannya. Sedangkan aku, cuma satu doang di kamarku. mau beli nggak di bolehin lagi. Alasannya nanti kamu lupa belajar, bla bla bla. Padahal sendirinya punya tiga")


("Buka komputer ini, dimarahin nggak ya sama Khakim")


("Mana mungkin dia marah") batin Vani. dia langsung membuka komputer yang ada di hadapannya


("Njerr, kenapa ni komputer cuma isi biodata pegawai dan data data apaan ini") ucap Vani. dia mengaktifkan komputer lainnya


(" Sama aja")


("Yah, nggak seru kalau begini. Sia sia aku kesini") batin Vani. dia mematikan kembali komputer di depannya. Setelah itu Vani berjalan ke sofa dan berbaring disana


("Mau ngapain njirr")


dia mengeluarkan handphone di sakunya


"Main game dari handphone aja deh" Ucap Vani. dia memainkan game cukup lama, saat menunggu loading game yang kesekian kalinya, Vani tertidur. handphone Vani jatuh di atas badannya


Beberapa saat kemudian, Kim yang baru saja selesai rapat, masuk ke dalam ruangannya bersama Zuan. Kim terkejut karena melihat Vani tertidur di sofa ruangannya


"Kenapa bisa disini?" Ucap Kim terkejut


"Dari tadi siang, Little Van sudah menunggu Presdir Kim disini. Saya yang mengantar dia kesini" Ucap Zuan


"Little Van?" Tanya Kim


"Dia yang menginginkan saya memanggilnya nama itu, jika Presdir Kim tidak berkenan, saya bisa merubahnya" Ucap Zuan


"Tidak perlu" Ucap Kim


"Asisten Zuan, bantu saya cek data perusahaan tahun ini"


"Baik Presdir" Ucap Zuan. dia langsung pergi keluar dari ruangan Kim untuk mengecek data perusahaan


Sementara Kim berjalan mendekati Vani. dia melepaskan Jasnya dan menyelimuti Vani dengan Jas itu. Setelah itu Kim pergi duduk ke meja kerjanya


"Dasar Vani, kenapa pergi kesini. Harusnya dia langsung pulang kerumah" Ucap Kim sambil tersenyum kecil. dia melanjutkan perkerjaannya


Beberapa jam kemudian, dalam keadaan tertidur tangan Vani tidak sengaja menempel pada Handphonenya yang panas. Vani terbangun dan terkejut

__ADS_1


"hah?" ucap Vani terkejut saat bangun dari tidurnya. Kim ikut terkejut karena suara Vani


"Kenapa?" Tanya Kim


"Oh Khakim udah disini" Ucap Vani. dia melihat sumber panas. dia mengambil handphonenya dan mengeceknya


("Anjirr, aku lagi main game malah ketiduran. Hanphoneku jadi panas") batin Vani. Vani langsung mematikan data selulernya dan meletakkan handphonenya di lantai yang dingin


"Handphone kamu kenapa?" Tanya Kim


"Aku main game lupa keluar dari gamenya, jadi panas deh" Ucap Vani


"Ada ada saja kamu ini" Ucap Kim


"Kakak udah lama disini?" Tanya Vani sambil memeriksa panas handphonenya


Kim melihat jam tangannya


"sudah lima belas menit yang lalu"


Vani melihat jam di handphonenya


("Njirrr, aku kesini jam sepuluh dan sekarang udah jam lima sore. Aku main berapa jam ya")


"Yah, kalau tau Khakim selesai rapat sore, mending nggak kesini. Buang buang waktu berhargaku aja"


"Tidur itu bentuk penghargaanku terhadap waktu" Jawab Vani sambil tersenyum kecil


"terserah kamu deh" Ucap Kim. dia melanjutkan pekerjaannya sambil menanggapi Vani


"Kamu udah makan?"


"Dari tadi aku tidur, kapan makannya?" ucap Vani


"Mau makan?"


"Hm... Khakim kayaknya lagi sibuk"


"Nggak masalah, kakak bisa kerjain ini nanti" Ucap Kim


"Yah jangan dong, kalau gitu Khakim tetap disini. Aku yang beli makanannya" Ucap Vani


"Nggak mau makan di restoran?" tanya Kim


"Makan disini aja lah, Khakim bisa sambil kerja"


"Kamu berani keluar sendiri?"

__ADS_1


"Yaelah, tadi aku datang kesini sendiri. Masa ke restoran deket gitu harus di antar sih"


"Iya kakak percaya, sana gih" Ucap Kim


"Siap roger" Ucap Vani. Vani keluar dari ruangan kim dan berjalan keluar dari kantor. Setelah itu dia menuju restoran terdekat untuk membeli makanan


selesai membeli makanan, Vani berjalan kembali ke kantor Kim. Di tengah perjalanan, Vani berpapasan dengan Azka


"Woy pak Azka" Sapa Vani


("Wih, bawa Ice Cream banyak tuh")


"Oh Vani, kenapa kamu keluyuran pakai seragam?" Tanya Azka


"Hehe, aku lagi berkunjung ke kantor kakakku, jadi belum sempet pulang ganti baju" Jelas Vani


"Kakakmu kerja disini?" Tanya Azka


"Iya hehe. Btw pak Azka beli ice Cream banyak gitu mau buat apa? Setahuku kan pak Azka tinggal sendiri" Ucap Vani


"Oh ini, bapak cuma pengen aja. Kamu mau?" Tanya Azka


"Beneran pak? Jelas mau lah, kalau bisa minta dua. Buat kakakku satu hehe" Ucap Vani sambil tersenyum lebar


"Dasar kamu ini" Azka memberikan dua bungkus Ice Cream pada Vani


"Makasih hehe" Ucap Vani sambil menerima ice Cream yang di berikan Azka


"Pak Azka udah makan?"


"Belum sempet makan, habis ini masih ada tugas di sekolah" Jelas Azka


"Bapak hari ini lembur lagi? Kasihan amat nasib pak Azka" Ucap Vani


"Nih pak buat makan. Aku kebetulan beli kelebihan satu. Dari pada dibuang, mending buat pak Azka. Pak Azka belum makan kan?" Ucap Vani sambil memberikan satu kotak makanan yang dia bawa


"Nggak perlu, bapak bisa beli sendiri" Ucap Azka menolak


Vani memegang tangan Azka dan memberikan paksa makanan itu


"Udah terima aja" Ucap Vani. dia langsung berlari meninggalkan Azka


"Bye pak Azka" Ucapnya sambil menoleh ke arah Azka


"Dasar" Ucap Azka dengan senyum kecil


Setelah cukup jauh dengan Azka, Vani berhenti berlari. Dia membuka salah satu bungkus ice cream dan memakannya sambil berjalan

__ADS_1


("Hehe, dapet ice cream gratis") batin Vani senang


__ADS_2