Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_46


__ADS_3

Taxi itu melaju melewati Agnes yang sedang membeli minuman


"Woy! Anj*nk! Aku ditinggal" teriak Agnes kesal sambil membanting kaleng coffe yang dia beli


"Eh, mubazir" Ucapnya sambil memungut kembali minuman yang dia banting


Agnes menghela nafasnya,


"Hufh.. Mereka itu benar benar"


"Telpon Vani deh. Eh.. dia sekarat, Jack aja deh" dia membuka handphonenya dan mencari nomor Jack


"Telpon di samping jalan gini nggak bakal kedengeran, chat aja deh" sambungnya. Agnes mengirim Chat pada Jack


Di chat


Agnes : "p"


Agnes : "p"


Jack : "apa?"


Agnes : "Jack! Kmu dmna?"


Jack : "rumah sakit, jalan ke kamar Vani. Ada apa?"


Agnes : "yosh bagus, kamu ke kamar Vani dulu. chat aku kalau nyampe"


Lima menit kemudian,


Di chat


Jack : "Vani gaada di kamar, Kamarnya kosong"


Agnes : "Loh, kok bisa?"


Jack : "Aku barusan tanya Suster, katanya pasien hilang"


Agnes : "Kok bisa hilang?"


Jack : "Bentar, ada update"


Di rumah sakit Jack bertanya pada Suster tentang keberadaan Vani. Suster menghubungi rumah Vani untuk mencari informasi


"Halo, dengan kediaman Vani Osamu?" Ucap Suster di telpon


"Iya, saya pembantu disini. Ada apa ya?" Tanya bibi


"Kami dari rumah sakit ingin bertanya. Apakah pasien atas nama Vani ada dirumah?" Tanya suster di telpon


"Iya benar, katanya sudah bisa keluar dari rumah sakit" Ucap Bibi


"Mohon maaf, pasien ini kabur. Mohon perwakilan untuk mengurus kepulangan pasien terlebih dahulu" Ucap Suster


"Oh iya iya, nanti saya sampaikan" Ucap Bibi


"Terima kasih atas Waktunya" Suster memutuskan telponnya. Dia menjelaskan situasi pada Jack


"Pasien atas nama Vani sudah pulang ke rumahnya"


"Oh, begitu ya. Kalau boleh tau, kapan pulangnya?" ucap Jack


"Untuk lebih rincinya, pihak rumah sakit belum tahu karena pasien ini kabur dari rumah sakit dan pulang kerumahnya" Ucap Suster


"Dasar Vani" gumam Jack. dia mengirimkan Chat pada Agnes


Di chat

__ADS_1


Jack : "Vani di rumahnya"


Agnes : "Kok bisa sih, waktu itu kan dia masih sekarat"


Jack : "Waktu itu? Pas kamu jenguk bareng rombongan kelas?"


Agnes : "iya"


Jack : "Udah lama! Masa iya sekarat terus"


Agnes : "Iya juga ya, kamu mau ke rumah Vani?"


Jack : "Iya. Aku udah pesen taxi"


Agnes : "yosh, kita balapan sampe rumah Vani. Sampai jumpa di garis finish"


Jack : "okay"


Agnes memesan taxi online. Tak lama kemudian, taxi itu datang dan dia menaikinya. lima belas menit berlalu, dia sampai di rumah Vani. Dia turun dan langsung berlari masuk ke dalam rumah Vani


"Brakk" Agnes membuka pintu rumah Vani


"Siapa?" Tanya seseorang dari dalam rumah Vani. orang itu datang menghampiri Agnes


"Oh temennya non Vani, bibi kira penjahat. Orang buka pintunya di dobrak gitu"


"Hehe, Aku rasa seru aja gitu kalau masuk dobrak pintu" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Bibi darimana? atau mau kemana? Kok rapi amat?"


"Tadi bibi ambil barang barangnya non Vani di rumah sakit" Jawab Bibi


"Trus sekarang? Buru buru mau kemana lagi? Ada yang masih ketinggal?" Tanya Agnes


"Anak bibi juga lagi sakit, bibi harus langsung pulang" Ucap Bibi sedih


"Ada temennya di sana, jadi bibi bisa pergi dengan tenang" Ucap Bibi sambil tersenyum


"Anjirr, pergi dengan tenang. kata kata bibi serem amat" Ucap Agnes


"Bibi pulangnya naik apa?"


"Kamu ini, banyak tanya ya. Bibi serasa di introgasi gini" Ucap Bibi


"yaudah, hati hati bi! Awas ada kerikil, ntar kesandung" Ucap Agnes


"dasar"


"jagain non Vani ya" bibi pergi dari rumah Vani dan pulang kerumahnya


Agnes sudah mengetahui siapa yang menemani Vani saat itu, Dia berjalan ke kamar Vani


"Dua monyed itu pasti udah ada disini! awas aja kalian! Udah ninggalin aku!"


Sesampainya di depan kamar Vani. Agnes bersiap membuka pintu kamar dengan gayanya


"Satu... Dua..."


"Brakkk"


Agnes mendobrak pintu lagi. Orang orang di dalam kamar terkejut


"Woy! Kalian berdua! Beraninya ninggalin aku" teriaknya dengan keras. Agnes menyadari bahwa Awani dan putri tidak ada disana


"Hee? Kok gaada? Awani sama putri kemana?" Tanya Agnes. disana hanya terlihat Vani seorang diri


"Aku yang lagi sakit! Yang ditanya malah Awani sama putri!"

__ADS_1


"Trus juga buka pintu selow aja napa"


"Aku kan ngikut kamu, kayak pas di atap dulu" Ucap Agnes sambil tersenyum. dia berjalan ke kasur Vani dan duduk di sampingnya


"Oh ya! Awani sama Putri ngumpet dimana?" Bisik Agnes pada Vani


"Mereka berdua? Belum kesini" Ucap Vani


"Trus kata bibi. Udah ada yang nemenin kamu, Siapa?"


"Oh itu Jack, dia lagi mandi di kamar mandi"


"heh? kapan dia sampai?" Tanya Agnes


"Sepuluh menit sebelum kamu masuk dobrak pintu" jawab Vani dengan ekspresi datar


"Kalau gitu aku sembunyi, buat ngagetin dia" Ucap Agnes. dia bersembunyi di samping sofa


Tak lama kemudian Jack keluar dari kamar mandi


"Ceklekk"


dia membuka pintu kamar mandi dan berjalan menghampiri Vani


"Wih rapi amat kamu! Kayak mau kemana aja" Ucap Vani


"Agnes mau kesini, setidaknya aku sedikit wangi" Ucap Jack


("wtf. Mau ketemu aku, pake wewangian segala. Dikira aku setan apa") batin Agnes heran


"Woy! Agnes disini" Bisik Vani


"Dimana?" Bisik balik Jack


"Hustt.. Bentar lagi dia keluar"


"Kamu pura pura aja keluar dari kamar" Bisik Vani


"Van aku keluar dulu, buat minuman" seru Jack


"Ahahaha, Iya Jack" seru Vani


"cklekk.."


"brakk.."


"Nes, Jack udah gaada"


"Hufhh.." Agnes berdiri dari persembunyiannya. dia terkejut karena melihat Jack masih ada di dalam kamar Vani


"heh?! Katanya udah keluar kamar"


"Typo hehe" Ucap Vani


"Kamu dari tadi di situ?" Tanya Jack


"Em.. Iya hehe" Ucap Agnes


"Kamu denger semua pembicaraanku sama Vani?" Tanya Jack


"Oh.. Nggak nggak nggak! Aku tadi pake earphone jadi nggak kedenger" Ucap Agnes


("denger semua")


"syukurlah, Aku nggak perlu ngaku sekarang" Ucap Jack lega


"Ngaku apa?" Tanya Agnes

__ADS_1


"Bukan apa apa" Jawab Jack


__ADS_2