
Adik Ray langsung menghampiri Ray yang pingsan dan mencoba membangunkannya. Sementara Vani sibuk menyeret satu persatu preman yang pingsan dan mengumpulkan preman preman itu menjadi satu untuk mengikatnya
"berattt.." gumam Vani
"Hah.. Kalian semua payah" Ucap Vani pada preman preman yang pingsan
Setelah itu Vani menghubungi polisi agar segera datang ke TKP. Saat Polisi datang, Vani dimintai kesaksiannya di kantor polisi. Ray yang pingsan dan adiknya juga di bawa kekantor polisi bersama dengan preman preman itu juga
Sesampainya di kantor polisi. Ray dibaringkan di kursi dan adiknya yang terlihat begitu cemas terus berada disisinya. selesai memberikan kesaksian, Vani di perbolehkan pulang. Namun Ray masih saja pingsan, Vani memesan taxi untuk mengantar Ray dan adiknya pulang ke rumah mereka
Setelah taxi datang, polisi membantu Vani mengangkat Ray dan membaringkannya di kursi belakang taxi. Vani duduk di samping supir dengan memangku adik Ray. di dalam taxi Vani menanyakan alamat pada adik Ray
"Rumah kamu mana?" Tanya Vani
"Rumah aku nggak dibawa, kan berat" Jawab adik Ray dengan polosnya
("ya elah, ni bocah. Kecil kecil pintar ngelawak") batin Vani
"Maksudnya alamat rumah kamu dimana dek?"
"Nggak tau"
"Hm.. oke, Kalau gitu kita ke jalan sasageyo nomor lima pak!" Ucap Vani pada supir taxi
"baik"
Akhirnya mereka pulang ke rumah Vani. Saat sampai di depan rumah Vani, supir membantu Vani mengangkat Ray yang masih tidak sadarkan diri dan menidurkannya di kamar tamu
"Ini dimana? bukan rumahku" Tanya adik Ray bingung
"Ini rumahku, anggap aja rumah sendiri ya" Jawab Vani dengan senyuman kecil
"Jadi ini sekarang jadi rumah ku?"
"hiyey.. aku punya rumah besar" ucap adik Ray kegirangan
("bjir.. imutnya, Dasar bocah") batin Vani
"Ahahahaha... oh ya, Nama kamu siapa?" Tanya Vani ramah
"Aku Yukki" Jawab adik Ray
"Nama yang indah. Yukki artinya salju, dan di negara kita ga ada salju. Orang tua kamu hebat dalam soal menamai ya" Ucap Vani sambil tersenyum
"Iya.. Mamaku terbaik, papa juga" ucap Yukki bangga
("Jadi inget papa sama mama, lagi apa ya mereka") batin Vani dengan wajah murung
"Kenapa kakak sedih?" Tanya Yukki
"Nggak ada.."
"kamu laper nggak?" tanya balik Vani
"Iya.. Tapi kalau keluar rumah nanti diculik lagi" Ucap Yukki takut
"eh.. Nama kakak siapa?"
"Panggil aja Kak Vani, hehe" ucap Vani
"Kak Ray kenapa, kok nggak bangun bangun" Tanya Yukki cemas
"Tenang aja, kakakmu cuma ketiduran. Pasti capek abis nyelametin kamu" Jawab Vani
"Iya.. Kalau ada kak Vani, aku nggak takut" Ucap Yukki sambil tersenyum manis
("wuahh.. kawaii") batin Vani sambil memalingkan wajahnya
__ADS_1
"ehem.. Yukki tungguin kakak Yukki dulu ya. kalau Yukki ngantuk, tidur aja di sampingnya"
"Iya kak" Jawab Yukki
Yukki langsung naik ke atas kasur dan tertidur di samping Ray.
("hm.. langsung tidur?") batin Vani
Vani meninggalkan kamar tamu dan keluar dari rumah untuk mencari makan. Karena hari sudah mulai menjelang malam, dia mencari makanan di restoran terdekat dari rumahnya. selesai membeli makanan, dia kembali ke rumahnya
Vani membuka pintu kamar tamu dan masuk. dia mencoba membangunkan Ray dan Yukki
"Bangun ouy Ray, Yukki" teriak Vani keras membangunkan Ray dan Yukki
Ray terbangun dan merasakan pusing di kepalanya
"Akhh..." Suara Ray kesakitan sambil memegang kepalanya
"eh? Kenapa?" Tanya Vani
"Nggak.. Mungkin kebanyakan tidur, kepalaku jadi sakit" Ucap Ray
"dimana ini?
"Yukki.. Mana Yukki" Tanya Ray khawatir
"Itu di sampingmu, butaa?" tanya balik Vani
"Syukurlah, Yukki kamu selamat" Ucap Ray sambil mengelus rambut Yukki
"Udah, Bangunin Yukki trus ajak ke ruang makan. Makan dulu, kalian belum makan apa apa dari tadi sore"
"oh ya, ruang makan ke lorong kiri" Ucap Vani sambil berjalan meninggalkan kamar tamu
"Tunggu Van" Ucap Ray menghentikan langkah Vani
"Terimakasih udah selamatin Yukki dan juga aku" Ucap Ray sembari tersenyum
"Hah... Kita impas, siang tadi kamu juga selamatin aku. Walau aku nggak butuh sih" Ucap Vani berlagak sombong
"Ayo cepat, keburu makanannya dingin. Bawa Yukki juga"
"Iya" Ucap Ray menerima ajakannya
Ray membangunkan Yukki dan membawa Yukki ke ruang makan. Mereka bertiga makan bersama sambil mengobrol
"Kamu boleh pakai kamar itu untuk malam ini" ucap Vani
"Nggak usah, kami mau langsung pulang" Ucap Ray menolak dengan halus
"Cih... Kamu aja masih lemas gitu, Yukki juga udah ngantuk. Pakai aja dulu, jangan keras kepala!" Ucap Vani memaksa
"Baiklah. Tapi pinjami aku telepon, aku harus kabari orang tuaku" Pinta Ray
"hmm.. Pakai aja telepon rumah itu" Ucap Vani sambil menunjuk telepon rumah di sudut ruangan
"terimakasih" ucap Ray
Setelah mereka bertiga menghabiskan makanan mereka. Vani mengajak Yukki untuk tidur di kamarnya. sementara Ray sibuk memberitahu orang tuanya kalau dia tidak bisa pulang karena menginap di rumah temannya dengan Yukki
di kamarnya, Vani tidak bisa tertidur. dia menyelimuti Yukki yang berada di sampingnya. dia meninggalkan Yukki dan pergi ke ruang tamu. Diruang tamu Ray sedang duduk menonton televisi sendirian. Vani menghampiri Ray dan duduk disampingnya
"ah maaf soal menyalakan televisi tanpa izin" ucap Ray
"nggak masalah"
"Kamu belum tidur?" Tanya Vani
__ADS_1
"Aku udah cukup istirahat, kamu kenapa nggak tidur? Kamu kan belum istirahat dari tadi" ucap Ray
"Tanpa tidurpun aku bisa" Ucap Vani sambil berbaring di sofa
"Dimana orang tuamu? Kamu tinggal sendiri?" Tanya Ray
"Orang tuaku tinggal di negara A"
"Kenapa bisa kamu disini?"
"Karenaa... Aku ingin tinggal disini"
"Ahahahaa... Dasar kamu ini" ucap Ray sambil tertawa
"Kamu tidur gih!"
"Belum ngantuk, nonton film seru kayaknya" Ucap Vani sambil mengganti channel tv
Mereka berdua menonton tv sampai film selesai. Ray berniat menyuruh Vani untuk ke kamarnya, Namun Vani sudah tertidur lelap di sofa. Akhirnya Ray mengambil selimut dari kamar tamu dan menyelimuti Vani. Setelah itu dia juga berbaring di Sofa sebelah sofa yang ditiduri Vani. dia ikut tertidur
beberapa jam tertidur, pagi hari menjelang. Vani terbangun dari tidurnya, begitu juga Ray
"Kenapa aku bisa tidur disini!" Tanya Vani keheranan
"udah bangun?"
"Kemarin disuruh tidur ke kamar nggak mau, kamu nonton film sampai ketiduran di sofa" Jelas Ray
"Oh gitu, kamu juga ketiduran disini?"
"Iya, mana bisa aku tidur dikamar sedangkan yang punya rumah tidur di sofa"
"Ahahahaa... Tinggal tidur apa susahnya" Ucap Vani sambil tertawa
"aku bangunin Yukki dulu" Ucap Vani sembari berjalan menuju kamarnya
Vani membangunkan Yukki dan mengajaknya pergi keruang tamu. Ray memutuskan untuk mengajak Yukki pulang saat itu juga. Yukki terduduk di sofa
"Kakak, kamu udah bangun" Ucap Yukki senang
"Iya Yukki" Jawab Ray sambil tersenyum lebar
"Pulang yuk, mama udah nungguin Yukki di rumah"
"Tapi, aku belum dapat boneka" Ucap Yukki sambil menoleh ke arah Vani
"oh iya lupa hehe" ucap Vani sambil tertawa kecil
"Nggak boleh gitu Yukki, ayo pulang" Ajak Ray
Ray pamit pada Vani dan berjalan keluar dari rumah Vani. Namun Ray tidak mengetahui daerah rumah Vani, jadi Ray kembali masuk ke rumah Vani
"Kenapa masuk lagi?" Tanya Vani penasaran
"Ini dimana?" Tanya balik Ray
"hmm.. Kalau gitu aku anterin deh"
"Maaf ngerepotin lagi"
Vani pergi ke garasi untuk mengambil kendaraan. Karena saat itu sepeda motor Vani sedang di servis, jadi dia memutuskan untuk menggunakan mobilnya
Vani mengeluarkan mobilnya dari garasi sampai ke depan rumahnya. Ray dan Yukki langsung menaiki mobil Vani. Ray sedikit khawatir menaiki mobil yang dikendarai Vani
"Kamu bisa nyetirnya?" Tanya Ray
"Tenang aja, begini doang gampang"
__ADS_1