
"Njirr, siapa yang ikat rambutku" Ucap Agnes terkejut saat memegang rambutnya yang terikat
"Kamu sendiri g*blok! Masa nggak sadar" Ucap Putri
"Sia sia kamu cat rambut di rambut dalem, toh ketahuan juga" Ucap Awani
"Udah tau kesalahan kalian apa kan?" tanya Azka
"Nggak" Ucap Agnes, Awani dan putri dengan kompaknya
"Mau bapak tambah hukumannya? Apa mau bapak kasih surat?" Tanya Azka
"Surat?" Tanya Agnes
"Surat Cinta? Jangan pak! Ini bisa melanggar hubungan antara murid dan guru!" Ucap Putri
"Dan juga, kasihan kakaknya Putri pak!" sambung Awani
"Trus kalau bapak kasih kita bertiga surat cinta, belum tentu kita bakal terima pak. Kalau ketolak, kasihan nanti bapak Sakit hati" Ucap Agnes
"Masa bapak satu orang, nikahin kita bertiga sih! Serakah amat. Mau makan apa kita nanti" sambung Putri
"Bener pak, sebelum bapak menyesal! Mending bapak pikirkan baik baik rencana bapak" Ucap Agnes
"Oh ya, bapak kan punya pacar! Kenapa nggak nikahin pacar bapak aja? Kenapa harus kita?" Ucap Awani
"Setelah bapak Putus dari tunangan bapak, Bapak belum punya pacar lagi" Ucap Azka sedih
("Tragis") batin Agnes yang terkejut
"Sabar pak"
"Oh, kakaknya Putri kan suka sama bapak! Kapan kapan kita buat kalian ketemu, siapa tau cocok" Ucap Awani
"Tapi.." Ucap Azka yang masih sedih
"Nggak usah sedih pak! Tampang bapak juga lumayan ganteng, trus bapak kan guru, dia pasti mau kok" Ucap Awani
"Berarti ntar pak Azka jadi kakakku juga ya. hum, okelah not problem" Ucap Putri
"Nah, untuk masalah bapak mau kasih surat cinta ke kita, mending lupakan aja. Bapak sekarang siapin mental buat ketemu kakaknya putri" Ucap Awani
"Siapin mental itu harus dengan pikiran fokus. Kalau kita disini terus, bapak nggak bisa fokus. Kalau gitu kita keluar dulu ya pak" Ucap Agnes
"kuy keluar, Sebelum dia sadar" Bisik Agnes
"Bapak pikirkan masa depan bapak dengan tepat yak" Ucapnya sembari berjalan keluar dari BK
keluar dari rung BK, Mereka bertiga berjalan kembali ke kelas mereka
__ADS_1
Sementara Azka masih duduk di ruang bk dengan pikiran pikirannya yang sangat memusingkan. Dia tidak menyadari tujuan utamanya, alhasil Azka lupa kesalahan kesalahan yang di buat Agnes, Awani dan Putri
"Pak Azka gampang di kibulin" Ucap Agnes
"ntaps bro, tadi yang mulai ngedrama siapa dulu dong!" Ucap Putri bangga
"Kan aku! Yang bilang surat, trus kalian connect" Ucap Agnes
"Lah, harusnya aku lah! Kan aku yang sambungin ke surat cinta" Ucap Putri membantah
"Aku lol, kalau aku nggak bilang surat kamu nggak bakal kepikir sampe kesitu" Ucap Agnes
"Aku njerr" Ucap Putri
"Udah woy udah! Yang mulai itu pak Azka! Kalau pak Azka nggak bilang mau kasih kita surat, kalian nggak bakal bahas tentang surat!" Ucap Awani menghentikan debat
"Bener juga kau" Ucap Putri
"lupakan soal surat. Btw kita udah sampe di depan kelas" Ucap Agnes sambil berhenti berjalan
"Silahkan kalian masuk duluan" Ucapnya mempersilahkan Awani dan Putri untuk masuk
"Bentar bentar" Ucap Putri sambil mengambil handphone di sakunya. Dia melihat jadwal pelajaran di handphone
"Nggak nggak nggak nggak" Ucapnya terkejut setelah melihat jadwal pelajaran
"Nggak nggak nggak nggak kenapa?" Tanya Agnes penasaran
"What the f*ck! gimana nih!" Ucap Awani
"Husst.. Bisa pelan nggak suaranya" Bisik Agnes
"Lah, kita kan di luar. Mana denger yang di dalem" Ucap Awani
"Cklekk" Tiba tiba seseorang dari dalam ruang kelas membuka pintu
"heh!" Agnes menarik Awani dan putri bersembunyi di samping kelas
"Hussttt.. Diem diem" dia mengendap ngendap untuk mengecek situasi
"Siapa!" Ucap Guru yang membuka pintu kelas, tapi dia tidak melihat siapapun di depan kelas. Akhirnya dia kembali masuk kelas dan menutup kembali pintu kelas
"Udah gaada, dia udah keluar" Ucap Agnes
"Keluar? Masuk woy" Ucap Putri
"Iya, itu maksudnya" Ucap Agnes
"Kita nggak bakal berani ke kelas!" Ucap Awani
__ADS_1
"Kita? Kalian aja yang pengecut, aku mah pemberani" Ucap Agnes sombong
"Buktikan! Kamu masuk ke kelas sendiri!" Ucap Putri
"Oke, siapa takut! Dapet apa nih?" Ucap Agnes
"Em.. Hadiah bisa pikirin nanti kalau udah berhasil. Sekarang coba dulu" Ucap Putri
"Hah! Kecil" Agnes berjalan mendekati pintu. Di depan pintu dia bersiap membuka pintu
("Anjay, guru killer. Ntar pasti di suruh bersihin toilet. Ogah ogah ogah")
"Ckleekk.."
Agnes membuka pintunya perlahan
"brakk"
Agnes mendorong pintunya dengan kuat dan dia langsung lari terbirit birit meninggalkan kelas
"anjerr" Teriak Agnes sambil terus berlari. Setelah berlari cukup lama, dia terhenti di kantin. Agnes terlihat sangat kelelahan setelah berlari
"Hosh.. hosh.. hoshh.." Agnes langsung duduk di lantai karena capek
("Aduh.. Awani sama putri kenapa nggak lari! Ketangkap sudah, Dasar payah")
Tiba tiba Agnes mendapat chat dari Putri. Dia membuka handphonenya untuk membalas chat
Di Chat
Putri : "Ketangkep aku tu"
Agnes : "m*mpuss, salah sendiri nggak lari"
Putri : "kita disuruh hubungin kamu, kamu disuruh nyerahin diri sekarang, atau menjadi buronan"
Agnes : "Njerr, serem amat. Jadi buronan, kaya penjahat aja"
Putri : "Udah lah, nyerah aja, jangan nambah masalah"
Agnes : "aku takut njerr"
Putri : "Gara gara kamu, aku sama Awani ketangkep ni"
Agnes : "aku nggak mau"
Putri : "Buruan kesini, ntar hukumannya ditambah gimana!"
Agnes : "Pemaksaan woy"
__ADS_1
Putri : "Kalau kamu balik sekarang, kita cuma di suruh bersihin dua toilet, dua kali empat delapan. Tapi kalau dalam sepuluh menit kamu nggak balik, kita disuruh bersihin seluruh toilet di sekolah ini. Dan parahnya toilet di sekolah kita ada lima toilet. Satu toilet ada empat ruangan, m*mpus sudah. Balik kesini buru!"
"What?" Agnes terkejut setelah membaca chat dari putri, dia langsung berlari kembali menuju ke kelasnya dengan cepat