
Sesampainya Agnes di depan kelas, dia mempersiapkan mentalnya dengan matang untuk membuka pint
"Cklekk" Agnes membuka pintunya perlahan
"Maaf bu maaf, jangan hukum saya! Tadi saya nggak sengaja bu" pinta Agnes sembari menundukkan badannya
"Ahahahaa, tertipu kau" Ucap Putri yang berdiri di balik pintu itu
"Eh?" Agnes menaikkan pandangannya dan mengamati sekitarnya
"Guru killer kemana?" Tanyanya kebingungan
"barusan bukan guru killer" Jawab Awani
"Padahal bukan guru killer tapi kamu lari kenceng banget kayak di kejar setan" ucap Putri
"Njerr, kenapa kamu bilang ketangkep?" Tanya Agnes
"Biar dramatis hehe" Ucap Putri
"Ahahaa.. B*ngsad kali kalian ini" Ucap Agnes dengan tawa kecilnya
"Btw bukan guru killer? Kamu salah baca Jadwal?"
"Tadi cuma guru mampir buat kasih tugas dari guru killer, guru killer lagi ada keperluan di luar kota" Jelas Putri
"Hm... Jadi sekarang cuma tugas doang?" Tanya Agnes
"Yoii" Ucap Awani
"Yosh, kuy. Kita selesaikan dalam sepuluh menit, abis itu main game" Ucap Agnes sambil berjalan ke bangkunya
"murid pinter mah beda yekan"
"langsung bagi tugas kita" ucap Putri sembari ikut kembali ke bangkunya
Agnes, Putri dan Awani duduk kembali ke bangku masing masing. Agnes membuka soal tugas yang sudah di bagikan di meja masing masing, sepuluh menit kemudian dia berhasil membiarkan kertasnya kosong tanpa jawaban
"Anjirr.. Soal macam apa ini!" Ucap Agnes kesal karena tidak bisa menjawab soal tersebut
"Aku bisa woy! Mau salin?" ucap Awani sombong
"Mana?" Agnes berjalan ke bangku Awani dan melihat Jawaban Awani, dia terkejut melihatnya
"Wih, kok bisa sih? Pake teknik apa? Kok bisa? Kertas kamu masih kosong?"
"ahahaha, bahasa asing gini cuma Vani yang bisa ngerjain! Kenapa dia mesti nggak sekolah sih!" sambung Awani kesal
"yok kita jemput dia di rumah sakit, trus bawa kesini!" Ucap Agnes sambil berjalan menuju pintu kelas
__ADS_1
"Sana jemput! Orang lagi sekarat disuruh ngerjain tugas! Bangun aja belum tentu, udah di suruh baca soal! bisa bisa mati di tempat dia, ahahaha" Ucap Awani
"njirr temen lucknut"
"kita harus buat Vani sadar dulu, tapi gimana" Ucap Agnes bingung
"Biarkan itu menjadi tugas dokter sebagai orang yang menangani Vani, sekarang kita hanya bisa pasrah gara gara nggak bisa ngerjain tugas" Ucap Awani pasrah
"eh liat Putri! Dia kayaknya lancar banget ngerjainnya, samperin skuy!" Ucap Agnes
"Lets kuy" mereka berdua pergi menuju bangku putri untuk mengecek apa yang sedang putri kerjakan
"Njerr, malah gambar doodle. ku kira lagi ngerjain tugas" Ucap Agnes sambil tersenyum pahit. putri menoleh kearahnya
"Mukanya biasa aja dong" Ucap Putri
"Tugasku dah kelar, tapi nggak sehebat jawaban Vani. Vani yang jawab sembilan puluh sembilan persen akurat. Kalau jawabanku mungkin aja lima puluh persen kebawah"
"nilainya separuh doang dong" Ucap Agnes
"Nggak mau yaudah" Ucap Putri sembari membalik kertas jawabannya
"Eh.. Jangan jangan, dari pada nggak dapat nilai deh" Ucap Agnes. dia dan Awani menyalin jawaban milik Putri. Selesai menyalin, mereka mengumpulkannya di depan kelas. Mereka kembali duduk di bangku mereka dan mengobrol
"masih dua jam pelajaran lagi" Ucap Putri bosan
"Huftt... Ngebosenin kalau cuma disini!" Ucap Agnes lesu
"Oh! Gurunya belum datang kan. jenguk Vani Kuy! Kasihan dia sendiri di rumah sakit!" sambungnya sembari berdiri dari duduknya
"Bilang aja mau bolos" Ucap Awani
"hehe kalau besok ditanya guru tinggal bilang jenguk Vani" Ucap Agnes sambil tersenyum
"Bilang aja mau bolos" Ucap Awani
"Ah! Iya iya, Kuy bolos" Ucap Agnes ngegas
"Nah, gitu dong ngegas" Ucap Awani sambil merapikan tasnya
"Kuy berangkat!" Ucap Putri yang sudah berjalan sampai ke pintu
"Njerr, cepet amat kau" Ucap Agnes yang masih merapikan bukunya
"Buruan woy! keburu ada guru" Ucap Putri
"Iya crewet" Agnes berjalan menghampiri putri. di depan kelas dia berhenti dan berbalik
"WOY! KALIAN SEMUA! KALAU ADA GURU YANG TANYAIN KITA, BILANG KITA BERTIGA JENGUK VANI! OKE! KALAU KALIAN BICARA YANG ENGGAK ENGGAK, AWAS KALAU KETEMU KITA!" Teriak Agnes. Murid murid lain hanya terdiam mengiyakannya. Setelah itu Agnes, Awani dan putri keluar dari ruang kelasnya
__ADS_1
Di luar kelas mereka mendengar suara ribut seperti membicarakan mereka dari dalam kelas
"srakk"
Agnes kembali dan membuka pintu kelas
"WOY! B*COD KALIAN! KALAU BERANI NGOMONG DI DEPAN! CUIHH.." Ucapnya ngegas
"Woy! Udah. Jangan sok sangar napa! Nggak pantes" Ucap Putri. Agnes menutup kembali pintu kelas. mereka bertiga berjalan keluar dari gedung kelas X menuju gerbang sekolah
"Emosi aku tu. Kalian liat ekspresi mereka nggak? Bikin ngakak sumpah" Ucap Agnes sambil tertawa
"Hiya hiya, kita serasa jadi killer di sini!" sambung Putri
"Btw kamu bilang, AWAS KALAU KETEMU KITA!"
"padahal tiap hari ketemu, kalau mereka nggak mau ketemu kita, berarti kelas kita cuma ada kita bertiga" Ucap Awani
"Tragis, bisa masuk berita nih. dikabarkan murid murid ini bolos sekolah masal karena ada pengancaman di kelas mereka" Ucap Putri
"Ngomong apa sih kalian? Gaje" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Njerr" Ucap Putri
Setelah berjalan cukup lama, mereka bertiga berhasil keluar dari sekolahan tanpa ketahuan. Karena saat itu satpam sedang tidak berada di tempatnya. Mereka bertiga memesan taxi online dan menunggunya di samping sekolahan
"Tunggu bentar ye" Ucap Putri sambil mengotak atik handphone nya
"Oke deh"
"lama banget anjirr!" Ucap Agnes
"baru aja pesen taxi sepuluh detik yang lalu, kamu udah bilang lama?" Ucap Putri
"Asal kalian tau! Aku nggak suka menunggu dan di tunggu" Ucap Agnes
"Yaudah, jalan kaki sana" Usir Awani
"Aku ngerayap aja" Ucap Agnes
"Sumpah kamu?! Aku kunci omonganmu" Ucap Putri
"Wowowo barusan bercanda, jangan diseriusin napa" Ucap Agnes
"Akhh.. Sumpah bosen nunggu taxi"
"Biar nggak bosen, beliin tiga coffe di mesin minuman itu" Ucap Putri sembari menunjuk vending machine di depan toko dekat sekolah
"Iya deh" Agnes berjalan ke vending machine itu dan membeli minuman di saat yang bersamaan, taxi yang di pesan datang. Putri dan Awani masuk ke dalam taxi
__ADS_1