
Setelah Vani dan Jack sampai di kamar Vani. Mereka berdua duduk dan memakan sarapan mereka. Sepanjang makan vani hanya terdiam, Jack merasa aneh dengan hal itu
"kenapa diem? nggak biasanya" Tanya Jack
"Lagi makan ya diem lah" Jawab Vani
"iya juga si"
"ada masalah apa?" tanya Jack. Vani tidak mendengarkannya dan menoleh ke arah jam dinding
"oh! Udah Jam sembilan! Mau sekolah nggak sih!" seru Vani
"gawat!" Jack meninggalkan sarapannya dan berlari keluar dari kamar
"Aku pergi dulu" sambungnya terburu buru
("Kok aku nggak seneng ya, liat Ray sama Citra berduaan") batin Vani
"Brakk!!" Pintu ruangan Vani terdobrak dari luar
"heh?! Siapa?!" Ucap Vani terkejut. Dia sontak langsung berdiri. Jack tiba tiba muncul dari balik pintu
"tasku ketinggalan" Ucap Jack sambil tersenyum
"Owh" Ucap Vani. dia kembali duduk dengan tenang
"Aku pergi!" Ucap Jack setelah mengambil tasnya. Dia keluar dari ruangan Vani dan pergi menuju ke sekolahnya
Setelah Vani seorang diri, dia masih merasa penasaran dengan hubungan Ray dan Citra. Dia memutuskan untuk kembali mengintip mereka berdua dari kaca pintu. Dia keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Ray
("hmm.. Citra belum pulang")
("Mereka ngobrolin apa sih dari tadi") batin Vani. dia mencoba mendekatkan telinganya ke pintu untuk menguping
Dari dalam kamar Ray, Ray melihat Vani yang sedang mengintip dari kaca pintu, namun Vani tidak mengetahuinya. Ray mencoba menjahilinya
("Lagi ngapain dia disini") batin Ray
"Oh Vani, Lagi ngapain di depan pintu? Masuk aja, nggak bayar kok!" Teriak Ray dari dalam kamar. Vani yang mendengarnya langsung terkejut
"Astoge!" Vani terkejut dan tanpa sengaja pintu ruangan Ray terdorong
"Ehehe, hai Ray. Hai Citra" sapa Vani sambil tersenyum kecil
"Lagi ngapain disitu?" Tanya Ray
"Aku? Em.. Dari toilet mau balik hehe" Ucap Vani
"Toilet kan ada di kamar"
"kalau toilet kamar rusak, toilet umum kan ke arah kiri dari kamarmu, kok bisa kamu dari arah kanan?" tanya Ray
"ah Itu.. Aku juga abis dari kantin beli minum" jawab Vani asal
"Kantin? Kantin kan di lantai bawah, lift juga ada di arah kiri dari kamarmu dan juga mana minuman yang kamu beli?" tanya Ray
__ADS_1
"Apa salahnya sih kalau aku ambil jalan yang lebih jauh? Aku kan juga mau liat liat sekitar. minumannya udah abis di jalan trus aku buang! ada masalah?!" jelas Vani ngegas
"Iya deh percaya" Ucap Ray sambil mengalah
"Oh Ray, Aku harus ke sekolah buat ambil tugas" Ucap Citra
"Bukannya hari ini libur ya?"
"katamu tadi guru rapat" ucap Ray
"ada kok, aku pergi dulu ya, ya!" Citra mengedipkan sebelah matanya pada Ray untuk memberinya isyarat. Kemudian ia berjalan ke luar dari kamar. Saat berpapasan dengan Vani, Citra berhenti sejenak
"Van, tolong jaga Ray ya. aku pergi dulu" Ucap Citra sambil tersenyum
"Ha?" Ucap Vani yang kebingungan
"udah, Masuk aja!" Citra mendorong Vani masuk ke kamar Ray dan dia pergi dari rumah sakit untuk pulang. Vani merasa kebingungan, dia berjalan menghampiri Ray dan duduk di Sofa
"Citra barusan kenapa" Tanya Vani kebingungan
"entahlah" Jawab Ray
"hmm.. lupakan"
"Oh ya Ray, gimana tanganmu? Udah baikan?" Tanya Vani
"Ya begini, semua kan gara gara kamu" Ucap Ray
"Ya maaf. Oh ya, soal biaya kamu nggak usah pikirin. Semua udah di lunasin sama orangtuaku dan juga kalau kamu mau minta ganti rugi bilang aja. Aku bisa siapin uangnya sekarang juga" Ucap Vani dengan santainya
"Jangan mentang mentang kamu punya banyak uang! Kamu bisa lakuin apapun sesukamu!"
"Asal kamu tau! Harga diriku lebih jauh tinggi dari pada semua uang yang kamu punya!" seru Ray yang merasa kesal dengan sifat sombong Vani
"kok kamu ngegas sih! Gaada aku, mana mungkin kamu bisa bayar ruangan VVIP ini!" Ucap Vani
"Aku juga nggak butuh ruangan ini!"
"Dan asal kamu tahu lagi ya! Kalau gaada kamu, aku nggak bakal masuk ke rumah sakit dan aku juga nggak bakal kehilangan tangan kiriku ini!" Ucap Ray ngegas
"Jadi menurutmu! Semua yang terjadi ini gara gara aku?!" Tanya Vani ngegas
"Iya!" seru Ray
"iya.. Benar! Ini semua memang salahku!"
"Mulai sekarang jangan temui aku kalau kamu nggak mau kejadian ini terulang! Aku pergi" Ucap Vani. dia pergi keluar dari kamar Ray dan kembali ke kamarnya
Tanpa pikir panjang, Vani mengambil handphonenya dan pergi keluar dari rumah sakit. Dia menaiki taxi dan pulang kerumahnya. Sampai di rumah, dia melihat bibi yang sedang bersih bersih di rumahnya. Vani berjalan melaluinya menuju ke kamarnya
"Non kok udah pulang?" Tanya Bibi setelah melihat kehadiran Vani
"Aku udah di bolehin pulang bi, oh ya barang barangku masih disana semua. Tolong ambil ya bi" Ucap Vani. dia langsung pergi ke kamarnya dan berbaring di kasur
"Huuhh... kamarku memang tempat paling nyaman" Ucap Vani
__ADS_1
"Oh iya, mobil. Telpon om" Vani menghubungi pamannya
'tuttt'
"om?" sapa Vani
"Iya Van, ada apa?" tanya Pamannya dari telpon
"Beliin aku mobil dong, yang persis kayak punyaku. Stikernya juga pasang yang sama" ucap Vani
"Loh, mobil kamu kenapa?"
("Njerr, ponakan sendiri kecelakaan. Tiga hari masuk rumah sakit masa gatau") batin Vani
Sambung telpon,
"Tiga hari yang lalu aku kecelakaan, mobilku hancur" ucap Vani
"benarkah? bagaimana keadaanmu?" tanya pamannya
"Udah mendingan. Papa sama mama juga dateng ke rumah sakit"
"Kamu di rumah sakit mana?"
"Aku di rumah sakit ****"
"Kalau gitu om kesana, jangan lupa bilangin ke orang tua kamu ya kalau om mau sekalian ketemu"
"Mereka udah pulang"
"eh tunggu, Mendadak om ada meeting, udah dulu ya. om jenguk lain waktu, Jaga kesehatanmu"
("Alasan yang dipaksakan") batin Vani
Sambung telpon,
"Bentar om" ucap Vani
"Apa lagi?" tanya pamannya
"om nggak perlu jenguk aku, asal om beliin mobil yang sama kayak yang dulu. Kalau nggak aku bakal bilang ke mama sama papa kalau om nggak mau ngerawat aku, trus perusahaan papa di ambil dari tangan om. Mau begitu?"
"Iya, di beliin. om nggak bisa lama lama nih"
"Besok mobilnya harus udah ada di garasi rumahku ya"
"Secepat itu?"
"Nggak mau ya udah"
"Iya iya"
Vani memutuskan telpon dengan pamannya. Dia meletakkan handphonenya di atas meja
"Masalah mobil selesai hehe" Ucap Vani sambil tersenyum
__ADS_1