Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_80 [END]


__ADS_3

Sampai di rumahnya, Vani turun dari mobil dan Jack langsung pergi dari rumah Vani. Vani masuk ke dalam rumahnya dan berjalan ke kamarnya


"Dari mana?" Tanya seseorang


("Anjir suara Khakim") batin Vani terkejut


"Ahahahaa, Khakim. Itu.. Aku lupa bawa pulpenku pas pulang, jadi aku balik ke sekolah buat ambil hehe " Ucap Vani sambil menoleh ke arah Kim


"Beneran?" Tanya Kim serius


"Iya Kak"


"khakim kapan kesini? Kenapa di depan nggak ada mobil khakim? Terus juga sepatu khakim kok nggak ada di depan?" Tanya Vani


"Kakak udah disini sebelum kamu chat kakak dan bilang kalau kamu udah di rumah" Jawab Kim


("M*mpus, ketauan") batin Vani


"Maaf khakim. Aku nggak sengaja bohongin Khakim, soalnya aku.."


"Kakak nggak minta alasan kamu. Kakak minta penjelasan" Ucap Kim


"Oke oke, jadi sebelum aku pulang. Aku mampir ke rumah temenku bentar. Cuma buat ajak mereka temenin aku liburan ke negara A kok" Jelas Vani


"Kamu mau ke negara A?" Tanya Kim


"Iya kak, udah lama aku nggak ketemu kakek, nenek sama mama, papa juga. dan juga aku ada urusan lain hehe" Jelas Vani


"Bagus deh kamu akhirnya mau kesana. Tapi kakak nggak bisa ikut, banyak kerjaan. Kalau udah selesai, kakak nyusul" Ucap Kim


"Khakim nggak marah?" Tanya Vani


"Untuk kali ini kakak maafkan" Ucap Kim


"Oh ya kak, aku berangkat lusa. Khakim bisa minta Kak Zuan buat jemput temen temenku nggak?" Ucap Vani


"Hm.. Baiklah" Jawab Kim


----- Lusa Kemudian -----


Zuan sudah berada di depan rumah Vani untuk menjemput Vani. Setelah memasukkan barang yang Vani bawa. Mereka berdua pergi untuk menjemput yang lainnya


Setelah semua sudah berkumpul. Zuan melajukan mobilnya ke Bandara.


Setengah jam kemudian, mereka sampai di bandara. Di depan bandara, mereka menurunkan barang barang mereka dari mobil


"Semoga perjalanan anda menyenangkan Little Van dan juga kalian semua" Ucap Zuan


"Makasih kak Zuan, udah mau antar kami" Ucap Vani sambil tersenyum


"Sudah kewajiban saya" Ucap Zuan


"Kalau begitu, saya pamit pergi Little Van" Ucap Zuan sopan


"Oke Kak, hati hati di jalan. Dan juga tolong jaga Khakim" Ucap Vani


"Baik" Jawab Zuan. Zuan pergi dari bandara


"Kuy masuk, seperempat jam lagi kita berangkat" Ucap Vani


"Barusan siapa?" Tanya Jack


"Iya, dia tinggi terus sopan banget" Ucap Agnes


"Oh, dia Kak Zuan. Temen Kerja Khakim" Jawab Vani


"Khakim? Oh kak Kim. Dia kemana aja, aku nggak pernah ketemu dia" Ucap Agnes


"Perasaan dia setiap hari antar jemput aku ke sekolah deh" Ucap Vani


"Jadi, pria yang waktu itu antar kamu ke sekolah, kakak kamu?" Tanya Ray terkejut

__ADS_1


"Iya lah siapa lagi" Ucap Vani


"Ahahaha, aku udah salah sangka" Ucap Ray sambil tertawa


"Emang apa?" Tanya Vani


"Bukan apa apa. Ayo masuk, kita kelamaan di luar" Ajak Ray. Mereka berempat Masuk ke bandara


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di negara A. Supir dari rumah orang tua Vani, sudah menunggu mereka di luar bandara. Mereka naik ke mobil dan mobil itu melaju ke rumah orang tua Vani


"Wah, turun salju" Ucap Ray saat melihat keluar mobil


"Oh kalian berdua baru pertama kali ke negara bersalju ya" Ucap Agnes


"Iya, pertama kali" Ucap Jack


"Padahal aku bawa baju buat liburan musim panas, kenapa disini bersalju" Ucap Ray


"Njerrr mau akhir tahun, bukan musim panas woy" Ucap Vani


"Ahahaha, iya juga" Ucap Ray


"Habis dari rumah, kita ke mall. beli baju buat kalian berdua, Disini mungkin akan sangat dingin" Ucap Vani


Setelah sampai di rumah Orang tua Vani. Mereka berempat turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah


"Wah, rumah mewah. mirip istana" Ucap Jack terkejut


"Njerr istana. Ini rumah lol, kalau mau ke istana. besok aku ajak jalan jalan kesana" Ucap Vani


"Orang tua kamu dimana?" Tanya Ray


"Mereka masih kerja" Jawab Agnes


"Ayo masuk" Ajak Vani. dia menunjukkan kamar untuk Jack dan Ray


"Nes, kamu ke kamarmu yang dulu" Ucap Vani


"Ray, kamar kamu di ujung trus sebelahnya kamar Kamu Jack" Ucap Vani


"Oke" Jawab Ray. Ray dan Jack pergi ke kamar masing masing dan Vani juga pergi ke kamarnya


Setelah beberapa saat, mereka turun dan berkumpul di ruang makan


"Wah, banyak makanan" Ucap Jack terkejut


"Njerr, dari awal kesini. kamu lebay amat sih Jack" Ucap Vani


"Maaf, cuma kagum" Ucap Jack


"Asisten Zing, tolong siapkan mobil dan satu supir untuk kami" Ucap Vani


"Laksanakan" Jawab Zing. dia pergi untuk menyiapkan mobil


Selesai makan, mereka pergi ke mall untuk membeli baju tebal. Di mall Jack dan Ray mengikuti Vani dan Agnes


"Jangan jauh jauh, ntar kepecar mampuus kalian berdua" Ucap Vani


"disini terlalu ramai. Kenapa nggak ke toko?" Ucap Jack


"Iyaa, tokonya diatas. Di sana nggak terlalu ramai" Ucap Agnes. Mereka berempat pergi ke toko baju di lantai atas. Di sana, Vani memilihkan mantel tebal yang cocok pada Ray


"Ray, rentangkan tanganmu" Ucap Vani Ray merentangkan satu tangannya dan Vani memakaikannya ke Ray


"Yes pas" Ucap Vani. Ray melepaskan mantel yang dia pakai dan melihat label harga


"Aku nggak tahu ini harganya berapa. Tapi pas aku lihat angka ini, pasti harganya mahal" ucap Ray


"Kenapa di lepas? Pakai aja" Ucap Vani. dia menggandeng tangan Ray dan menariknya pergi ke kasir


"Nes, aku sama Ray pergi bentar. Belikan baju buat Ray juga ya. Kalau udah, kamu ajak Jack jalan jalan" Ucap Vani sambil berjalan

__ADS_1


"Oke Van" Jawab Agnes


Vani membayarkan jaket untuk Ray. Setelah itu Vani melepaskan label harga dan memberikannya pada Ray


"Pakai ini. Udah terlanjur aku beli, kalau nggak mau buang aja" Ucap Vani


"Jangan begitu, aku pakai" Ucap Ray. dia memakai mantel itu kembali


"Ray ikut aku" Ajak Vani


"Kemana?" Tanya Ray


"Ikut aja" Ucap Vani. Ray dan Vani keluar dari mall itu. Di depan mall, Vani mengeluarkan tutup mata dan memakaikannya pada Ray


"Kenapa mataku di tutup?" Tanya Ray terkejut


"Buat kejutan" Jawab Vani. dia menuntun Ray ke toko yang tidak jauh dari mall itu. Setelah masuk kedalam toko, Vani mendudukkan Ray di kursi


"Kamu tunggu disini" Ucap Vani


"Nian Uncle" Panggil Vani


"Oh, Vani. Akhirnya kamu kesini" Ucap Nian sambil memeluk Vani


"Ahahahaa, Nian Uncle. Pesananku udah jadi?" Ucap Vani


"Pastinya. Itu temanmu yang kamu bicarakan?" Tanya Nian


"Iya Uncle, bisa lakukan sekarang?" Tanya Vani


"Iya, bawa temanmu ke ruangan itu" Ucap Nian. Vani membawa Ray ke suatu ruangan dan meninggalkannya di sana


Nian membius Ray sampai Ray tidak sadarkan diri tanpa sepengetahuan Vani. dia melakukan sesuatu pada Ray


Beberapa saat kemudian Ray terbangun dan terkejut


"Hah! Aku dimana?" Tanya Ray terkejut


"Aku disini Ray" Ucap Vani sambil melambaikan tangannya


Ray terkejut Saat Ray melihat dirinya tidak memakai baju. Dan dia tambah terkejut karena melihat tangan kirinya


"Tanganku" Ucap Ray terkejut. Vani datang menghampiri Ray


"Ray, maafkan aku. Itu hanya tangan robot, aku nggak mungkin bisa balikin tangan kamu seperti semula" Ucap Vani


"Hebatt, aku punya tangan robot" Ucap Ray senang sambil mencoba mengangkat tangan barunya


"Gerakannya sedikit kaku, namanya juga tangan robot hehe. Tapi udah di tanamin alat modern di tangan itu, kamu bisa pakai kalau perlu" Ucap Vani


"Ray pakai bajumu, setelah itu ikuti aku"


Ray mengikuti kata kata Vani. Setelah itu mereka pergi keluar dari toko


"Nian Uncle, terima kasih atas bantuannya" Ucap Vani sambil tersenyum


"Kapanpun dibutuhkan" Jawab Nian sambil tersenyum


Vani mengajak Ray ke sebuah taman, saat itu salju mulai turun. Di tengah hawa dingin mereka berhadapan satu sama lain dengan perasaan bahagia


"Makasih Vani" Ucap Ray tersenyum sambil memegang pipi Vani dengan tangan kirinya. Vani tersenyum menanggapinya


"Ahaha, walaupun wujudnya sama persis dengan tangan biasa. Tapi tetap saja bahannya logam, akan jadi dingin saat terkena hawa dingin" Ucap Vani sambil melepas tangan Ray


"Oh ahahahaa, maafkan aku" Ucap Ray sambil tertawa


"Its oke Ray" Ucap Vani sambil tersenyum


"Wushhh..." Angin dingin berhembus


"Mau balik? Kita baru lima menit disini. Tapi aku sudah kedinginan" Jawab Vani

__ADS_1


"Iya" Jawab Ray sambil tersenyum


__ADS_2