
Masih di telpon..
"besok pagi kamu kesini bawa makanan" Ucap kakak Vani di telpon
"Tcih... Katanya aku cuma nyusahin" Ucap Vani
"Ya ampun, di becandain dikit baperan amat. Ini beneran adiknya kakak bukan" Ucap kakak Vani di telpon
"Bukan, anda salah sambung.. Tut tut tut.." Ucap Vani
"Tut tut tut? Kereta api ya?"
"Sambungan terputus woy"
"Sambungan terputus kok masih nyambung?"
"This is magic"
"Magic com? penanak nasi?"
" Rice cooker?" tanya Vani
"Oh ya, bawa rice cooker sekalian. Nanti kita pulang ke rumah mama"
"Rice cooker apa magic com?" Tanya Vani
"Jangan dua duanya deh, gimana kalau bawa penanak nasi"
"Ngajak berantem yak?"
"Udah berani ya sama kakak"
"hehe, lagian sih"
"Oh ya, emang di rumah mama gaada rice cooker?" tanya Vani
"Rice cookernya di rumah papa" Ucap Kakak Vani di telpon
("Sumpah ni orang, ngeselin amat")
"Rumah mereka sama woy!"
"emosian mulu, Cepet tua lo"
"Akh masa bodo! bye" Ucap Vani
"Tut.. tut.. tut..." Sambungan telepon terputus
"Ahahahaa, lucu juga" Ucap kakak Vani dengan tawa kecil
Vani yang merasa kesal dengan kakaknya, dengan mudahnya melupakan hal menyedihkan yang dia alami sebelumnya. Dia kembali ke kamarnya dan berbaring. Saat itu handphone nya berbunyi
"Drrttt... drttt...." Handphone mode getar
"Cih.. Siapa lagi nih! Nggak tau orang lagi kesel apa!" Ucap Vani sambil mengangkat handphonenya
__ADS_1
"Oh, ternyata Ray" Ucap Vani
Di telepon
"Ada apa Ray? Kenapa belum tidur? Dah malem nih, Udah dulu ya. Bye" Ucap Vani. dia langsung mematikan teleponnya
"Hoahh.. Ngantuk" Ucap Vani sambil meletakkan handphonenya. dia berbaring dan memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, Vani membuka matanya dan terbangun dari tidurnya
"Hah! Jangan jangan Ray kenapa napa lagi!" Ucap Vani terkejut. dia langsung mengambil handphone nya dan menelpon Ray
"Tut.. Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa....."
"Tut" Vani menghentikan panggilannya
"Haisshh.. Kenapa ni anak?" Ucap Vani khawatir
"Jam berapa sekarang?" Ucapnya sambil melihat jam di handphonenya
"Oke, masih jam sembilan" Ucap Vani. dia mengambil Jaketnya dan keluar dari rumahnya. Dia menaiki mobil menuju ke rumah Ray
beberapa saat kemudian, dia sampai di rumah Ray. Vani memarkirkan mobilnya berjarak dengan rumah Ray, kemudian dia turun dan berjalan mengendap endap ke halaman rumah Ray. Saat dia mengendap endap, tiba tiba langkahnya terhenti
("Eh? Ngapain aku sampe sini") batin Vani
("Balik aja deh") Vani berjalan kembali ke mobilnya. Saat berjalan, langkahnya terhenti kembali
("Em... Nanggung deh! Liat keadaan Ray bentaran gapapa lah") dia berjalan ke depan pintu rumah Ray. Saat hendak mengetuk pintu, dia teringat sesuatu
("Anjirr, aku baru inget! Mama Ray kan masih marah besar sama aku, kok aku bisa kelupaan hal sepenting itu sih!") dia mengurungkan niatnya untuk bertemu Ray. Dia berjalan kembali menuju mobilnya
"Ray!" Ucap Vani sambil menoleh ke arah belakangnya. Tiba tiba Vani kembali murung
"Ray? Bukannya kamu abis dari rumahnya ya?" Tanya Jack
"Hehe, iya juga. ngapain kesini?" Ucap Vani
"Aku mau nganterin tugas dari Citra buat Ray, dia besok sekolah" Ucap Jack
"Oh, ya udah sana. Aku pulang dulu ya" Ucap Vani sambil tersenyum pahit
"Oh ya, besok kamu juga sekolah kan? pulang sekolah jangan lupa ngumpul ke CRIFITY ya. Udah lama kita nggak ngumpul bareng" Ucap Jack
"Hm..." Ucap Vani. dia berjalan kembali ke mobilnya
"Kamu jalan kaki? Mobilmu mana?" Tanya Jack
"Di sana" Ucap Vani sambil menunjuk telunjuknya ke arah mobil. Vani kembali berjalan ke mobilnya
"jauh amat dan juga kenapa dia keliatan Lesu"
"hmm.. anak itu susah ditebak" Ucap Jack. dia berjalan ke pintu depan rumah Ray dan memencet bel rumah Ray
"Ting.. tong.." Suara bel
"Cklek.. " Ray membuka pintu depan rumahnya dan dia melihat Jack
__ADS_1
"Oh, Jack. Ada apa malem malem?" Tanya Ray
"Nih, tugas dari Citra buat besok" Ucap Jack sambil memberikan buku yang dia bawa
"Wih.. thanks bro, baik banget. Sampe rela jam segini kesini. Masuk dulu yuk" Ucap Ray
"Udah larut nih. Btw Vani keluar dari sini kok murung banget. Ada masalah apa?" Tanya Jack penasaran
"Vani? Dimana dia?" Tanya Ray
"dua menit lalu aku ketemu dia di sini. Dia pasti belum jauh, coba kamu kejar" Ucap Jack
"Oke, aku nitip ini" Ucap Ray tergesa gesa. Dia memberikan buku tugas yang dia pegang pada Jack. Kemudian dia berlari mencari Vani
Saat itu Vani sudah di dalam mobilnya dan dia melajukan mobilnya. Sementara Ray yang melihat mobil Vani langsung berteriak memanggilnya
"Vani!! Tunggu!!" Teriak Ray dari depan rumahnya
"Cittt....." Vani mengerem mobilnya. Saat Ray melihat mobil Vani berhenti, dia langsung berlari menghampirinya
"Cih.. Dasar kucing, nyebrang nggak nengok kanan kiri dulu, kalau ke injek m*mpus kau" Gumam Vani. dia kembali melajukan mobilnya. Ray yang sedang berlari ke arah mobilnya terhenti
"Eh? Bukannya udah berhenti? Kenapa jalan lagi?" Ucap Ray bingung. Jack menghampiri Ray
"Dia udah pergi Ray?" Tanya Jack
"Iya, padahal sudah aku panggil. Dia juga udah berhenti, tapi kenapa jalan lagi ya" Ucap Ray
"Coba kamu telpon" Ucap Jack
"Handphoneku di dalem. Coba Pake handphone mu" Ucap Ray
"Oh, oke" Jack mengambil handphone di sakunya dan menelpon Vani. Namun saat itu handphone Vani kehabisan daya dan mati
"Nggak di angkat" Ucap Jack yang sudah berkali kali mencoba menghubungi Vani
"Sebenarnya dia ada masalah apa sih?" Ucap Ray
"Mana ku tahu" Ucap Jack
"Apa harus cek kerumahnya ya" Ucap Ray
"Jangan! Udah malem, istirahat ajam besok pagi aku jemput kamu, pas kesekolah kita mampir ke rumah Vani" Ucap Jack
"Oke deh, Aku masuk dulu" Ucap Ray. dia berjalan kembali ke rumahnya
"Aku juga pulang" Ucap Jack. Jack berjalan ke motornya
"Eh tunggu Ray!"
"Ada apa?" Tanya Ray
"Ni bukunya. Masa aku bawa lagi" Ucap Jack sambil melempar bukunya ke arah Ray
"Oh iya, makasih" Ucap Ray sambil menangkap buku yang dilempar Jack
__ADS_1
Mereka berdua kembali ke rumah masing masing. Sementara itu, Vani yang sudah sampai di rumahnya langsung pergi ke kamar dan tertidur lelap