
Menunggu Jack menyelesaikan gamenya, Vani naik ke atas kasur dan berbaring disana
"Jack kalau udah selesai, bilang aja ya" Ucap Vani sambil berbaring. Karena Jack terlalu lama, dia tertidur lelap di kasurnya
"selesai, ayo jalan" Ucap Jack sambil berdiri dari duduknya. dia menoleh ke arah Vani
"Van?" Tanya Jack sambil berjalan mendekat ke kasur yang Vani tiduri
"dia tidur"
melihat Vani tertidur pulas, Jack mendapatkan sebuah ide. Dia mengambil handphone Vani dan meningkatkan volume dering handphonenya. dia meletakkan handphone itu di dekat telinga Vani. Setelah itu dia menelpon Vani menggunakan handphonenya
"tttrringggggg..."
"Anjirrr..!!!" Teriak Vani terkejut saat mendengar suara handphonenya
"Ahahaaa" Jack tertawa melihat keterkejutan Vani saat itu. vani menoleh kearahnya
"Woy! Kamu ya!" ucap Vani ngegas
"kamu ketiduran"
"Kaget b*ngsad!" Ucap Vani kesal. dia melemparkan bantal ke arah Jack, namun Jack bisa menghindarinya
"what?" ucap Vani heran
"ehem, udah. ayo ke markas, Jam segini yang lain udah kumpul" ajak Jack dengan perubahan ekspresi yang sangat drastis
"Hm..." gumam Vani
Vani dan Jack langsung keluar dari rumah dan mereka kembali masuk ke dalam mobil. Vani yang masih syok, hanya duduk terdiam di dalam mobil. Jack menoleh kearahnya
"Masih marah?" Tanya Jack
"Bukannya marah! Aku kaget b*ngsad! kaget tau ngga?!"
"Maaf kalau keterlaluan" Ucap Jack tanpa menoleh ke arah Vani
"Nggak deh! Beneran! Aku nggak marah cuma karena begituan" Ucap Vani
"Kalau gitu ayo jalan sekarang"
"masuk mobil, mau jalan?" Tanya Jack
"hah?! Aku marah beneran, kutonjok mau?!" tanya balik Vani yang kesal
Jack menyalakan mesin mobil dan melajukannya. di tengah perjalanan, mereka mengobrol
"Jadi mampir restoran?" Tanya Jack
"Oh iya, kita mau ke restoran. eh? tapi aku nggak bawa uang" Ucap Vani tersadar
"Kita belum jauh, gimana kalau balik bentar"
"Nggak usah, pakai uangku" Ucap Jack
"Beneran?" Tanya Vani
"hmm.."
"btw tadi pas baringan di Kasur, Punggungmu nggak sakit?"
__ADS_1
"Sakit sih, tapi harus di biasain. Masa iya aku harus tidur tengkurap trus"
"nice"
"Sakit kok bagus?! Bagus palakau!" Ucap Vani ngegas
"Di biasainnya!" Ucap Jack kesal
sesampainya di restoran, mereka turun dan memesan makanan. selesai membeli makanan, mereka keluar dan kembali ke mobil. Jack kembali melajukan mobil ke markas CRIFITY. sampai di markas, Mereka berdua turun membawa bungkusan makanan dan masuk ke markas
"Konnichiwa" Sapa Vani pada orang orang di sana
["hallo/selamat siang"]
"Konichiwa mo" Jawab Citra
"Loh, kok kamu bisa sih?" Tanya Vani sedikit kaget
"Kalau yang dasar doang, aku mah bisa" Jawab Citra bangga
"Wah wah. Kalian berdua abis darimana bawa makanan banyak gitu" Tanya Jorhan
"Pasti Vani nih yang beli, makasih ya" sambung Citra
"Eh.. Bukan. Yang beli ini semua Jack" Ucap Vani sambil menaruh makanan di meja
"Wah, tumben Jack" goda Jorhan
"Terpaksa, dia nggak bawa uang" Ucap Jack sambil menaruh makanan yang dia bawa di meja
"kalau terpaksa, uangnya aku ganti deh. Berapa?" Ucap Vani sambil merogoh sakunya
"bercanda" Ucap Jack dengan ekspresi datar
"Van? Muka sama tanganmu kok banyak luka memar begitu?" Tanya Ray tersadar
"dia berantem sama kakak kelasnya, kalah" jelas Jack
"Yang bener? Nekat banget kamu!" Ucap Ray terkejut
"Nggak kok, aku nggak sendiri" Ucap Vani
"Berapa Vs berapa?" Tanya Ray
"Dua vs delapan" Jawab Vani
"Kamu yang dua? sama siapa? Trus delapan orang itu cowok semua?" Tanya Ray penasaran
"Aku sama temenku. delapan anak itu cowok, masa iya cewek mau berantem!" Jawab Vani
"Ada kok! Buktinya kamu, Citra juga ada!"
"Vani sama Citra mah, setengah Cowok" Ucap Jorhan menyambung
"yee, setengah dimana nya? mau ku pukul ya?" Ucap Citra
"becanda hehe. ayo makan, Keburu dingin nih" Ajak Jorhan pada semua orang disana
Vani, Jack, Ray, Citra dan Jorhan mengambil bagian masing masing dan memakannya. Selesai makan mereka berkumpul dan duduk di sofa, di sana mereka mengobrol
"Van, lukamu udah dirawat? kalau belum, coba aku liat" ucap Ray
__ADS_1
"Nggak perlu, aku juga udah ke rumah sakit kok. Lagian luka begini mana kerasa bagiku" Ucap Vani
"oh.. mumpung kita kumpul gini. Gimana kalau kita bikin grup chat, biar gampang kalau share informasi. dari pada kirim satu persatu ke kontak masing masing kan" Saran Jorhan
"Bener juga sih, lebih bermanfaat kalau kayak gitu" Ucap Citra
"Aku admin" Ucap Jack
"oke, buat aja" Ucap Ray
"Sabar"
Setelah Jack selesai membuat grup chat, dia memasukan satu persatu anggota
"Njirrr, kok nama grupnya Jack And The Friends?" Ucap Vani terkejut
"ahaha.. nama macam apa itu!" sambung Citra sambil tertawa
"Ahahahahaaa, gokil" sambung Jorhan
"Ganti Jack! nama itu mencemari grup chat" Ucap Ray
"hmm.. iya" Ray mengganti nama grup chat dengan CRIFITY
"Nah, Ini baru bagus" Ucap Ray
"kemarin aku dapet informasi dari server pusat. Di kota sebelah ada gangster yang jumlah anggotanya lumayan banyak, kita di tugaskan buat bantu member CRIFITY di sana. Operasi misinya besok, malam ini kita langsung ke sana buat diskusi strategi" Jelas Jack
"Lah, besok masih sekolah kan!" Tanya Citra
"Iya, kita utamakan misi. Gangster itu udah mengganggu ketentraman di sana. mereka selalu lolos dari polisi" Jelas Ray
"Bahaya juga ya" Ucap Vani
"Van, kamu nggak usah ikut" Ucap Ray serius
"Atas hak apa ngelarang aku?" tanya Vani
"Nanti nyusahin, kayak sebelum sebelumnya"
"Jujur amat b*ngsad" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Iya Van, serahkan misi ini ke kami berempat. fokus sembuhin lukamu" Ucap Jorhan
"Nggak bisa, aku ikut. Aku bisa jadi monitoring" Ucap Vani
"Nggak perlu, disini ada Jack" Ucap Ray
"Yah, Jack kelapangan aja! Aku yang monitoring!" Ucap Vani memaksa
"Van! Udah dibilangin juga. Kalau gagal gara gara kamu gimana?" Tanya Ray
"hmm.. oke, aku nggak ikut!" Jawab Vani mengalah
"Oh ya Ray, aku pinjam handphonemu bentar"
"Buat apa?" Tanya Ray
"Sini deh" Ray memberikan handphonenya pada Vani. Vani memasang pelacak pada handphone Ray supaya dia bisa mengetahui posisi Ray nantinya. Setelah itu, dia mengembalikan handponenya pada Ray
"Kamu abis ngapain?" Tanya Ray penasaran
__ADS_1
"Ada deh" Jawab Vani sambil tersenyum