
Saat motor Vani tidak ada di depan Rumah Ray. dia merasa panik karena motor itu adalah satu satunya motor yang dia miliki
"Motorku mana?!" ucap Vani panik sambil mengamati sekitarnya
"Kamu bawa motor?" Tanya Ray yang tidak mengetahui awal kedatangan Vani
"Iyaa njirr" Jawab Vani ngegas
"Lah.. Paling kamu lupa naruhnya" Ucap Ray yang masih merasa tenang
"Woyy! Jelas jelas aku taruh disini. Masa aku main ke rumah kamu, parkir motor di rumah tetangga. Kan aneh!" Ucap Vani dengan suara keras
"Coba cari diluar, di jalanan" Ucap Ray
Vani pergi melihat ke jalanan dan kembali ke halaman rumah Ray
"Ga ada Boy!" Ucap Vani yang masih khawatir
"Em... Coba cari di belakang rumahku" Ucap Ray
"Ngapain aku ke sana sana b*ngsad" Ucap Vani kesal
"Kalau gitu, Coba cari di bawah batu atau dedaunan, mungkin ketumpuk trus nggak keliatan" Ucap Ray bercanda
"Woyy! B*ngsad, serius ini!" ucap Vani ngegas
"Ahahahaa.. ekspresi panikmu lucu" Ray tertawa kecil melihat kepanikan Vani
"Padahal di motorku ada makanan yang mau aku kasih buat kamu" ucap Vani
"Apa? Makanan? Buat aku? Trus sekarang, ilang sama motormu?" Tanya Ray kaget
"Iya!"
"Oke fiks, kalau gitu ayo kita cari makana... ehh motormu!" ucap Ray bersungguh sungguh
("hmmm.. dia cari makanannya") batin Vani
"ayo Kita cari" Ajak Ray sambil melangkah keluar dari rumahnya
"Cari dimana?" Tanya Vani bingung
"Cari di toko motor aja yuk. Beli yang baru" Ucap Ray dengan muka datar
"astagaa.. masalahnya itu motor favoriteku, kala"
"Ya iyalah, motor Favoritemu, kan kamu cuma punya satu motor"
"Ahahaahaha, iya juga... Kamvret kali kau" Vani tertawa dengan lawakan Ray yang garing
"kita cari dimana?"
"Di ujung jalan sana ada CCTV punyanya mini market. trus kalau di ujung sana, ada kantor polisi. Jadi nggak mungkin pencurinya ke sana, sama aja bunuh diri" Jelas Ray sambil menunjuk arah
__ADS_1
"Berarti kita harus cek CCTV mini market?" Tanya Vani
"Iya, tapi masalahnya Kita pasti bakal nggak di izinin buat cek CCTV, trus gimana.."
"oh! aku telpon om aja. Mini market itu punya dia"
"Yang bener aja?" Ray terkejut dengan ucapan Vani
"Iya lah, masa bohong!"
"hmm.. kamu minta izin pamanmu dulu" Ucap Ray
"Oke" Vani mengambil handphone di sakunya dan menelpon pamannya
"tutt"
"Hallo Om?" panggil Vani
"Oh.. Iya halo Van, ada masalah apa lagi? telpon om segala. kalau sekarang nggak bisa bantu, om masih sibuk, ntar sore aja ya" Ucap paman Vani dari telpon
("Njerrr, tau aja aku ada masalah") batin Vani
"Bukan om, aku nggak bikin masalah. jangan tutup dulu teleponnya. Aku mau bicara, bentarrr aja" pinta Vani memohon
"Hm... Kalau begitu ada apa?" Tanya Paman
"Itu... Om, aku mau minta izin buat cek CCTV mini market di ujung jalan Kenanga. Bisa yaa... soalnya motor.. em... Motor Ray ilang, kasihan dia om. Sekarang lagi nangis nangis" jelas Vani
"Bukan, bukan. Kali ini murni salah si pencurinya" Ucap Vani membela
"Ya udah om hubungi karyawan di sana biar kalian di ijinin masuk ke ruang CCTV, Tapi om nggak bisa bantu lebih. om banyak kerjaan. Udah dulu ya" Ucap Paman Vani di telepon
"Sip om, om memang the best lah" Ucap Vani di akhir telepon
"tutt.. tutt..."
telpon terputus
("Hohoho, omku mana bisa nolak kemauanku") Batin Vani
"hum.. kita banyakan ngobrol disini deh. Pencurinya keburu kabur jauh" ucap Vani
"Hm... Yang ngajak ngobrol kan kamu" Jawab Ray
"Ya udah kuy, berangkat" Vani berlari meninggalkan Ray menuju mini market di ujung jalan
"hey tunggu, main lari aja" Ucap Ray sambil mengejar lari Vani
Setelah berlari cukup lama, akhirnya mereka berdua sampai di mini market. Mereka berdua merasa kelelahan setelah lari, mereka berdua memutuskan untuk istirahat sejenak
"Woy, misinya di pending dulu. Capek sumpahh.." Ucap Vani ngos ngosan
"Aku.. Juga.. Capek" ucap Ray ngos ngosan
__ADS_1
"Kamu duduk disini dulu, aku ke dalam beli minuman" Ucap Vani sambil berjalan masuk ke mini market untuk membeli minuman. Setelah itu dia keluar dari mini market dan membawa minuman
"ambil" Vani memberikan minuman ke Ray
"Terima kasih" Ray menerima minuman yang di berikan Vani
Setelah beristirahat lebih dari lima menit, Vani sudah tidak merasa terlalu capek untuk melanjutkan misi. Akhirnya Vani mengajak Ray untuk melanjutkan Misi mereka
"Ayo Ray, kita terlalu lama duduk disini.. niat cari motor kagak si" Ucap Vani
"Iya benar juga, ayo lanjut" Ucap Ray sambil berdiri dari duduknya
Vani dan Ray masuk ke dalam mini market. Mereka berjalan menuju pintu ruang CCTV. Saat hendak membuka pintu itu, tiba tiba mereka terhenti karena seseorang
"Hey hey, mau ngapain kalian!" Ucap salah satu karyawan menghentikan Vani yang sedang membuka pintu
"Aku?" Tanya Vani sambil menoleh ke arah karyawan itu
"Bukan kamu, tapi kalian berdua" Ucap salah satu karyawan
"sama aja woy.. ngajak gelud yak" Ucap Vani
"Kalian berdua mau ngapain ke sana. Itu bukan pintu umum, nggak sembarangan orang bisa masuk. Aku aja yang udah karyawan disini lama, nggak bisa masuk" Ucap Karyawan
"kasihan amat kamu. Aku mah, mau masuk sesukaku juga nggak ada yang ngelarang" Ucap Vani sombong
"Lah, barusan aku ngelarang loh" Ucap Karyawan
"Hm... Tapi setelah ini pasti nggak bisa ngelarang lagi" Ucap Vani
Manager mini market datang menghampiri mereka. Manager itu sudah diberitahu oleh paman Vani, bahwa Vani akan meminjam ruang CCTV sebentar
"Kamu Vani?" Tanya manager
"Iya, saya Vani" Jawab Vani
"Ahahaha.. Kalau gitu, masuk aja. Pakai sepuasnya ya" Ucap Manager ramah
"Sip, nanti akan ku sampaikan keramahan bapak pada om" Vani dan Ray masuk kedalam ruang CCTV
"kamu bisa?" Tanya Ray
"Em.. Enggak sih, aku searching di gugel dulu" Jawab Vani
Vani mencari informasi untuk memonitoring CCTV, namun dia tidak bisa melakukannya. Akhirnya Vani memanggil orang yang biasa memonitor CCTV di sana dan meminta bantuannya untuk mencari informasi. Orang yang bisa menaklukan Monitor CCTV datang dan duduk di kursi
"Jadi.. apa yang kalian cari?" Tanya orang itu
"Em.. Rekaman sekitar dua jam lalu, di jalan depan mini market" Jawab Vani
Setelah melihat rekaman cukup lama, akhirnya Vani melihat motornya yang sedang di bawa seseorang melewati mini market
"Woyy!! anjerrr, itu motorku!!" Ucap Vani terkejut
__ADS_1