
Satu minggu setelah menghadapi Ujian kenaikan kelas. Nilai Ujian di bagikan. Vani dan ketiga sahabatnya menerima nilai ujian mereka yang telah dibagikan guru di kelas
Mereka berempat berkumpul di satu meja dan memegang nilai mereka
"Yosh, dalam hitungan ketiga. Masing masing dari kita tunjukan nilai terbaik kalian" Ucap Vani
"Siap" Jawab Agnes
"Satu, dua.. tiga" Ucap Vani. Mereka berempat menunjukan nilai tertinggi yang mereka dapat. Saat itu terlihat nilai Agnes sembilan puluh empat, Awani sembilan puluh dan putri delapan puluh sembilan. Sementara Vani mendapat nilai tertinggi sembilan puluh sembilan
"yahh, aku terendah" Ucap Putri kecewa
"Makanya jangan main handphone mulu" Ucap Agnes
"Nggak masalah, yang penting habis ini libur" Ucap Putri sambil tersenyum
"Setuju" Ucap Agnes
"Van, nilaimu nanggung banget kurang satu. Kenapa nggak seratusin aja sih" Ucap Awani
"Kan udahku bilang. Sempurna itu cuma punya yang diatas" Ucap Vani
"Iya deh, terserah kamu" Ucap Awani
"Keluar kuy, liat peringkat di papan pengumuman. Em... Tapi kalau aku sih jelas number one hehe" Ucap Vani sombong
"Yee anjirr, pd amat kau jadi orang" Ucap Agnes
"Mumpung jadi orang kan. Kalau jadi jasad mana mungkin bisa sombong" Ucap Vani
"bener juga kau" Ucap Agnes
Mereka berempat pergi keluar dari kelas mereka dan pergi ke papan pengumuman. Saat mereka sampai di tempat papan pengumuman, mereka terkejut karena tempat itu di penuhi siswa siswa dari berbagai kelas yang ingin melihat peringkat masing masing
"rame amat disini" Ucap Agnes terkejut
"Yah, mau gimana lagi? Namanya juga abis kelar ujian" Ucap Vani sambil menghela nafas
"Tunggu sini dulu lah. Oh ya, kalian udah nentuin mau liburan kemana belum?" Tanya Vani
"Aku ada jadwal liburan sama orang tuaku ke negara C" Ucap Putri
"Aku sih, palingan masih di negara ini" Sambung Awani
"Aku, tanpa jadwal" Ucap Agnes dengan muka datar
"Nah sip, kamu ikut aku ke Negara A" Ucap Vani
"Mau ngapain ke negara A?" Tanya Agnes penasaran
"Ada hal penting yang harus aku lakukan disana. di rencana itu, aku butuh kamu" Ucap Vani
"Muehehe, boleh aja sih kalau kamu segitu maunya" Ucap Agnes sambil tersenyum
"Yosh, sudah di putuskan. Kita berangkat lusa, aku jemput kamu di rumahmu, jangan lupa kemas kemas ya" Ucap Vani
"Iya iya" Jawab Agnes
"Nah, untuk kalian berdua semoga liburan kalian menyenangkan" Ucap Vani
__ADS_1
"Kalau gitu, aku pulang dulu. Ada sesuatu yang mau aku kerjain" Ucap Vani tergesa gesa. dia langsung berlari keluar dari sekolahnya
"Woy, mau ngapain?" Teriak putri yang sedang berlari
"Penting!" Saut Vani
Setelah berlari sampai di depan sekolah, Vani berhenti
("Minta jemput Khakim pasti nunggu, pulang sendiri aja lah")
("Eh, tapi.. Lari, pasti lebih lama. ke markas aja deh, nanti minta di anter Jack hehe") batin Vani
"Tunggu, aku belum bilang ke Khakim"
Vani mengeluarkan handphonenya dan mengirim chat pada Kim
Di chat
Vani : "Kak Kim, aku udah pulang"
Kim : "Tunggu ya, kakak jemput"
Vani : "Nggak perlu, aku udah sampai di rumah"
Kim : "Udah di rumah?"
Vani : "Iya, kebetulan tadi pas banget ada bus, jadi aku naik bus sampai rumah"
Kim : "sampai depan rumah?"
Vani : "Iya lah, jadi kak Kim nggak perlu repot jemput hehe"
"Anjirr, lupa aing" Ucap Vani
sambung Chat
Vani: "Hehe, maksudnya nggak di depan rumahku. Masih di jalan raya"
Kim : "Beneran?"
Vani : "Iya kak, udah dulu ya. Aku mau mandi"
Kim : "Kakak otw ke rumahmu"
Vani : "Mau ngapain?"
Kim : "Cek nilai ujian kamu"
Vani : "Jangan sekarang kak, abis ini aku mau tidur. Malem aja hehe"
Kim : "Oke"
("Gampang banget di kibulin") batin Vani. Setelah itu dia berlari ke markas CRIFITY. Setelah sampai disana, Vani segera masuk ke markas
di dalam markas hanya ada Ray dan Jack
"Wow, pas banget ada kalian berdua" Ucap Vani senang
"Ada apa?" Tanya Ray
__ADS_1
"Ray, kamu mau nggak ikut aku liburan ke Negara A" Ajak Vani
"Nggak bisa, mamaku pasti nggak ngizinin aku pergi keluar negeri" Tolak Ray
"Tenang, untuk masalah itu udah aku urus, aku udah izinin kamu ke mamamu" Ucap Vani sambil tersenyum
"Gimana bisa? Bukannya hubungan kamu sama mamaku ada gangguan ya" Ucap Ray
"Ganguan? Kayak sinyal aja. Untuk masalah itu, udah aku jelasin panjang kali lebar kali tinggi ke mamamu" Jelas Vani
"Kenapa bisa?" Tanya Ray
"Bisaaa.. Udah deh" Ucap Vani
"Tapi, aku tetap menolak. Aku nggak mungkin liburan berdua sama cewek" Ucap Ray
"Sejak kapan Vani jadi Cewek" Sambung Jack terkejut
"Njirr, minta ku kamvang kau" Ucap Vani
"Jack, kamu juga ikut" Ucap Vani
"Ogah" Jawab Jack
"Oke oke, nggak ikut nggak masalah. Aku, Ray sama Agnes liburan bertiga juga no problem" Ucap Vani
"Agnes ikut?" Tanya Jack
"Pastinya" Jawab Vani sambil tersenyum
"Oke, aku bakal ikut buat nemenin Ray" Ucap Jack
("Nemenin Ray?") Batin Vani
"Nah Ray, udah ada Jack. Jadi kamu mau kan"
"Tapii.." Ucap Ray
"Oke fiks, lusa aku jemput kalian jam enam, kita pakai penerbangan jam tujuh" Jelas Vani
"Jemput pakai apa?" Tanya Jack
"Biasa, jalan kaki " Jawab Vani
"Kalau gitu nggak jadi" Ucap Jack
"Masalah transportasi, kalian tenang aja lah" Ucap Vani
"Oh ya, aku mau langsung pulang"
"Kamu kesini cuma mau ngomong itu? Kenapa nggak lewat telpon aja?" Tanya Jack
"Markas kan deket dari sekolah" Jawab Vani
"Oh ya Jack, anterin pulang dong"
"kamu kesini minta di antar pulang?" Ucap Jack
"Tau aja kau" Ucap Vani sambil tersenyum
__ADS_1
"Ayo, mumpung lagi baik" Ucap Jack. dia mengantar Vani pulang menggunakan mobil CRIFITY